• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 17 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Cerita: Keluarga Petani dan Tahun Baru 1998

Ibrah La Iman Editor: Ibrah La Iman
31 Desember 2018
di Cerita Singkat

Berita Terkait

Cerita: La Rahing dan Ambo Bunga

Buntu Mararih, Bukit Seseorang Tanpa Kelamin

CERITA, PIJARNEWS.COM — La Rahing. Anak Sekolah Dasar yang setiap hari bertugas sebagai kurir. Tugas utama La Rahing, menunaikan pengantaran makan siang untuk Bapaknya yang bekerja di sawah. Sepulang dari sekolah, segera ia bergegas kembali ke rumah. Menerima paket dalam bungkusan sarung yang telah Mama La Rahing siapkan. Isinya, seperangkat makan siang.
Tak beberapa lama dari rumahnya, ia berjalan ke belakang menelusuri jalan setapak, lalu melewati kuburan, dan melintasi sungai, juga pematang-pematang. Bapak telah menunggunya di rumah-rumah sawah. Semacam teratak yang bersandar di pohon, di atas pematang. Tempat berteduh, berkumpul, makan, ngopi, atau menenangkan peluh, kadang juga menjadi panggung pertunjukan Mappalili (upacara memulai penggarapan) dan Mappadendang (pesta panen).
La Rahing tiba di sawah disambut dengan sukacita. Padi telah mulai menua dan matang. Beberapa hari lagi panen tiba. Bapak menuliskan di papan dinding rumah jadwal panen berdasarkan Ompona ulengE
(perhitungan bulan). Panen jatuh di 1 Januari 1998. Artinya, selain tugas sebagai kurir, La Rahing memiliki tambahan tugas khusus bermalam di sawah pada malam tahun baru.
Sepulang sekolah, La Rahing bersama anak petani lainnya menuju ke sawah untuk bermalam. Mereka seperti datasemen khusus yang diberikan tanggung jawab mengamankan padi yang esok hari panen. La Rahing, Beddu, Sakka’, dan Sudding melalui malam tahun baru di sawah menangkap jangkrik dan bakar-bakar jagung. Setelah siang hingga sore, bersama beberapa petani mereka turut mempersiapkan rumah-rumah sawah untuk jadi panggung Mappadendang.
Tahun baru tiba, pesta panen berlangsung, dan Presiden Soeharto berpidato, meminta rakyat rela berkorban. Krisis ekonomi alasannya, perusahaan-perusahaan tutup, demo mahasiswa mewarnai dunia dalam berita, dan harga gabah terjun bebas. La Rahing dan keluarganya yang petani tetap tabah. Bapak La Rahing, Ketua Kelompok Tani Timpa’ Cere (Teko yang Terbuka) bersepakat bersama petani lainnya. Gabah-gabah hasil panen, sebahagian mereka sisihkan untuk berbagi kepada keluarga di kota juga masyarakat yang membutuhkan.
“Taro ni masempo gabaE,
naikia aja’ na masempo alE,” La Iman.
Penulis:
Ibrah La Iman
Terkait: ceritaLa Rahing

TerkaitBerita

Terlalu Asyik Memutar Waktu

Terlalu Asyik Memutar Waktu

Editor: Tim Redaksi
18 Maret 2025

...

Ternyata 1 Januari 2024 Peringati Hari Ini

Ternyata 1 Januari 2024 Peringati Hari Ini

Editor: Tim Redaksi
1 Januari 2024

...

Kisah Haru Sicantik Asal Pinrang Saat Berjuang Hingga Juara Pertama Tari Tunggal Nasional

Kisah Haru Sicantik Asal Pinrang Saat Berjuang Hingga Juara Pertama Tari Tunggal Nasional

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2023

...

Cerita Pahit Daeng Supu, Puluhan Tahun Kayuh Sepeda Keliling Jualan Sayur

Cerita Pahit Daeng Supu, Puluhan Tahun Kayuh Sepeda Keliling Jualan Sayur

Editor: Muhammad Tohir
29 Juni 2022

...

BeritaTerkini

Gaya Santai Tasming Hamid: Joging, Sapa Warga, Serap Aspirasi

Gaya Santai Tasming Hamid: Joging, Sapa Warga, Serap Aspirasi

Editor: Muhammad Tohir
16 April 2026

Pimpin Apel di PDAM Wali Kota Parepare Tasming Hamid Sampaikan Apresiasi

Pimpin Apel di PDAM Wali Kota Parepare Tasming Hamid Sampaikan Apresiasi

Editor: Muhammad Tohir
16 April 2026

Judol Menghilangkan Nyawa

Judol Menghilangkan Nyawa

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

Dalami Keamanan Siber, Siswa SMAN 8 Pinrang Ini Diganjar Penghargaan dari NASA

Dalami Keamanan Siber, Siswa SMAN 8 Pinrang Ini Diganjar Penghargaan dari NASA

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan