• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Budaya dan Sastra Cerita Singkat

Cerita: Keluarga Petani dan Tahun Baru 1998

Editor: Ibrah La Iman
31 Desember 2018
di Cerita Singkat

BeritaTerkait

Tak Kenal Lelah, Kakek 70 Tahun di Parepare Tetap Kayuh Becak demi Nafkah Keluarga

Tak Kenal Lelah, Kakek 70 Tahun di Parepare Tetap Kayuh Becak demi Nafkah Keluarga

21 Oktober 2026
Terlalu Asyik Memutar Waktu

Terlalu Asyik Memutar Waktu

18 Maret 2025
Ternyata 1 Januari 2024 Peringati Hari Ini

Ternyata 1 Januari 2024 Peringati Hari Ini

1 Januari 2024
Kisah Haru Sicantik Asal Pinrang Saat Berjuang Hingga Juara Pertama Tari Tunggal Nasional

Kisah Haru Sicantik Asal Pinrang Saat Berjuang Hingga Juara Pertama Tari Tunggal Nasional

26 Maret 2023
CERITA, PIJARNEWS.COM — La Rahing. Anak Sekolah Dasar yang setiap hari bertugas sebagai kurir. Tugas utama La Rahing, menunaikan pengantaran makan siang untuk Bapaknya yang bekerja di sawah. Sepulang dari sekolah, segera ia bergegas kembali ke rumah. Menerima paket dalam bungkusan sarung yang telah Mama La Rahing siapkan. Isinya, seperangkat makan siang.
Tak beberapa lama dari rumahnya, ia berjalan ke belakang menelusuri jalan setapak, lalu melewati kuburan, dan melintasi sungai, juga pematang-pematang. Bapak telah menunggunya di rumah-rumah sawah. Semacam teratak yang bersandar di pohon, di atas pematang. Tempat berteduh, berkumpul, makan, ngopi, atau menenangkan peluh, kadang juga menjadi panggung pertunjukan Mappalili (upacara memulai penggarapan) dan Mappadendang (pesta panen).
La Rahing tiba di sawah disambut dengan sukacita. Padi telah mulai menua dan matang. Beberapa hari lagi panen tiba. Bapak menuliskan di papan dinding rumah jadwal panen berdasarkan Ompona ulengE
(perhitungan bulan). Panen jatuh di 1 Januari 1998. Artinya, selain tugas sebagai kurir, La Rahing memiliki tambahan tugas khusus bermalam di sawah pada malam tahun baru.
Sepulang sekolah, La Rahing bersama anak petani lainnya menuju ke sawah untuk bermalam. Mereka seperti datasemen khusus yang diberikan tanggung jawab mengamankan padi yang esok hari panen. La Rahing, Beddu, Sakka’, dan Sudding melalui malam tahun baru di sawah menangkap jangkrik dan bakar-bakar jagung. Setelah siang hingga sore, bersama beberapa petani mereka turut mempersiapkan rumah-rumah sawah untuk jadi panggung Mappadendang.
Tahun baru tiba, pesta panen berlangsung, dan Presiden Soeharto berpidato, meminta rakyat rela berkorban. Krisis ekonomi alasannya, perusahaan-perusahaan tutup, demo mahasiswa mewarnai dunia dalam berita, dan harga gabah terjun bebas. La Rahing dan keluarganya yang petani tetap tabah. Bapak La Rahing, Ketua Kelompok Tani Timpa’ Cere (Teko yang Terbuka) bersepakat bersama petani lainnya. Gabah-gabah hasil panen, sebahagian mereka sisihkan untuk berbagi kepada keluarga di kota juga masyarakat yang membutuhkan.
“Taro ni masempo gabaE,
naikia aja’ na masempo alE,” La Iman.
Penulis:
Ibrah La Iman
Terkait: ceritaLa Rahing

Berita Terkait

Cerita: La Rahing dan Ambo Bunga

Cerita: La Rahing dan Ambo Bunga

Editor: Ibrah La Iman
3 Mei 2019

...

Buntu Mararih, Bukit Seseorang Tanpa Kelamin

Buntu Mararih, Bukit Seseorang Tanpa Kelamin

Editor: Ibrah La Iman
21 Januari 2018

...

Berita Populer

  • Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

    Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kiprah Santri di Pentas Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kenal Lelah, Kakek 70 Tahun di Parepare Tetap Kayuh Becak demi Nafkah Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Musyda Tarjih, Muhammadiyah Makassar Tegaskan Ustaz AI Tak Bisa Gantikan Ulama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Ujung Bangkala ke Panggung Nasional, Gema Swara Ujung Moncong SMAN 4 Jeneponto Raih Juara 2 PMC VII UNM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi