• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 21 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Kesehatan

Dibanderol Rp.160 Ribu, Akurasi Rapid Test Corona Buatan Orang Indonesia Ini Diklaim 92 Persen

Editor: Tohir Muhammad
2 April 2020
di Kesehatan
Dibanderol Rp.160 Ribu, Akurasi Rapid Test Corona Buatan Orang Indonesia Ini Diklaim 92 Persen

INTERNASIONAL, PIJARNEWS.COM–India, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa telah memberi lisensi izin edar alat rapid testCOVID-19 buatan Santo Purnama, orang Indonesia yang merupakan pendiri Sensing Self, perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia alat medis mandiri berbasis di Singapura.

Namun, di Indonesia, Santo masih menunggu lisensi izin edar yang dikeluarkan pemerintah Indonesia untuk pendistribusian alat rapid test Sensing Self berbasis antibodi.

“Kami berharap Pemerintah Indonesia bisa memberikan respons positif bagi inisiatif kami untuk membawa alat tes mandiri ini ke Indonesia. Jika setiap orang bisa melakukan tes mandiri, kita bisa meminimalisir risiko infeksi ketika pasien datang ke rumah sakit untuk melakukan tes, serta mengurangi beban tenaga medis yang sudah amat kewalahan,” kata Santo.

Santo mengklaim rapid test virus corona Sensing Self ciptaannya dan memiliki tingkat keakuratan mencapai 92 persen, dan hasil bisa keluar dalam waktu 10 menit.

BeritaTerkait

Wali Kota Parepare Tegaskan Faskes Dilarang Tolak Pasien JKN Nonaktif Sementara

18 Februari 2026

Satu Tahun Program Makan Bergizi Gratis: Antara Cita-cita Mulia dan “Bom Waktu” Penyakit

10 Januari 2026
Pelantikan Pengurus IDI, Bupati Pinrang Minta Layanan Jadi Prioritas

Pelantikan Pengurus IDI, Bupati Pinrang Minta Layanan Jadi Prioritas

12 Oktober 2025

Cegah DBD, Anggota DPRD Sidrap Turun Langsung Lakukan Fogging di Massepe

25 Juni 2025

“Jadi kaya gini, dari 100 orang yang dites, 100 orang itu positif, sekitar 92 orang kemungkinan besar memang positif COVID-19. Meski begitu, kalau misalkan ada yang terdeteksi positif, tetap harus dilakukan uji lab dengan alat yang lebih lengkap lagi di rumah sakit,” ujar Santo, seperti dilansir dari laman kumparan, Kamis (2/4).

Menurut Santo, rapid test Sensing Self ciptaannya terletak pada enzim yang terdapat dalam alat tes tersebut. Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis atau senyawa yang mempercepat proses reaksi dalam suatu proses kimia organik. Dalam rapid test, enzim berperan dalam menentukan hasil tes COVID-19 yang dilakukan seseorang.

“Teknologi yang kita miliki bukan terletak pada kertasnya, tapi ada di enzimnya. Enzim itu kalau tidak diperhatikan, misalnya waktu ditaruh tidak dijaga suhunya atau segala macam, enzim itu bisa rusak,” ujar Santo, yang kini tinggal di San Francisco, AS, tersebut.

Oleh sebab itu, katanya, banyak alat rapid test buatan perusahaan lain yang justru memiliki tingkat keakuratan yang sangat rendah. Ini tak lain karena enzim yang mereka buat tidak diperhatikan atau kemungkinan enzimnya sudah rusak.

“Jadi kita, Sensing Self itu benar-benar memerhatikan enzim yang kita bikin, dan kita tahu bagaimana cara penanganan yang bagus. Sehingga akurasinya mendapat pencapaian yang paling tinggi,” ujarnya. Alat rapid test berbasis antibodi dari Sensing Self ini dibanderol Rp 160 ribu.

Bukan hanya alat tes yang menggunakan metode berbasis antibodi, Sensing Self juga mengembangkan alat kedua yang berbasis PCR. Alat kedua ini mengambil sampel cairan pernapasan pasien untuk mendeteksi virus corona SARS-CoV-2. Namun, harganya lebih mahal dibandingkan berbasis antibodi, yakni sekitar Rp 1,2 juta. Hasilnya dapat keluar selama 1 jam.

Selain alat tes COVID-19 yang berbasis sampel darah dan PCR, Santo dan tim juga tengah mengembangkan tes asam nukleat (nucleic acid test) untuk mendeteksi infeksi COVID-19 sedini mungkin dan akan dibanderol dengan harga terjangkau. Hasil tesnya diklaim mampu mendeteksi dengan akurasi hingga 99 persen pada hari pertama mereka terpapar virus corona.

Terkait: CoronaRapid Test

BeritaTerkait

Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan, Legislator PDIP Sulsel Ajak Warga Gotong Royong Lawan Covid

Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan, Legislator PDIP Sulsel Ajak Warga Gotong Royong Lawan Covid

Editor: Mulyadi Ma'ruf
30 Januari 2022

...

Andi Sudirman

Satu Kasus Omicron Terdeteksi di Takalar, Plt Gubernur Imbau Warga Kurangi Mobilitas dan Perhatikan Prokes

Editor: Mulyadi Ma'ruf
24 Januari 2022

...

Genjot Vaksinasi, Polres Parepare Sasar Kategori Pelajar dan Lansia

Genjot Vaksinasi, Polres Parepare Sasar Kategori Pelajar dan Lansia

Editor: Tim Redaksi
16 Desember 2021

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi