• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 8 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Ajatappareng

Dibangun Belanda 83 Tahun Silam, Bendungan Benteng Kini Jadi Favorit Swafoto dan Jaring Ikan

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
18 Juni 2022
di Ajatappareng
Dibangun Belanda 83 Tahun Silam, Bendungan Benteng Kini Jadi Favorit Swafoto dan Jaring Ikan

PINRANG, PIJARNEWS.COM — Beragam manfaat yang diperoleh warga dari Bendungan Benteng di Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Bendungan yang dibangun pada masa kolonial Belanda ini setidaknya memiliki tiga manfaat. Selain sebagai sarana untuk mengaliri ribuan hektar areal persawahan, bendungan ini juga ditempati warga untuk berswafoto. Selebihnya dipakai untuk arena memancing dan menjaring ikan.

Setiap hari, bendungan peninggalan di masa penjajahan Belanda ini dikunjungi warga. Baik warga sekitar, maupun warga pendatang. Biasanya, warga pendatang berswafoto di sejumlah titik. Mereka umumnya datang pada pagi dan sore hari.

Bendungan itu terletak sekira 20 kilometer dari ibu kota Kabupaten Pinrang.

Bendungan Benteng itu memiliki banyak sejarah, sebab dibangun pada masa Kolonial Belanda tahun 1939.

Berita Terkait

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Sinergi TNI-Polri, Petugas di Pinrang Amankan Puluhan Motor Knalpot Brong

Bupati Pinrang Tinjau Dua Lokasi Calon Sekolah Rakyat, Pastikan Sarana Siap Pakai

HUT Pinrang ke-66, Pemkab Gelar Tabligh Akbar Hadirkan Penceramah Kondang

Konon bendungan itu didirikan dengan sistem kerja paksa. Meski sudah berusia 83 tahun, namun Bendungan Benteng ini masih kokoh.

Bendungan ini mendistribusikan air ke hampir seluruh persawahan di Kabupaten Pinrang. Bahkan air dari bendungan ini dialirkan ke daerah tetangga seperti Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Wajo.

Jika datang ke Bendungan Benteng ini, pengunjung bisa melihat derasnya air mengalir. Saat melintas di jembatan di atas bendungan, pengunjung bisa merasakan sensasinya. Salah satunya terhempas percikan air yang bisa mengenai tubuh pengunjung.

Bendungan ini bukan saja sebagai tempat membendung air untuk didistribusikan ke areal persawahan, tetapi juga bisa digunakan pengunjung untuk berswafoto.

Foto dengan latar belakang Sungai Saddang dan Bendungan Benteng. -ist–

Salah seorang warga, Zulkifli Sanrego (32) mengaku spot foto di area Bendungan Benteng sangat menarik.
“Saya bersama teman komunitas Sepeda Patampanua Bicyle Community (PBC) sering berfoto bersama dengan latar belakang Bendungan Benteng,” kata Zulkifli.

Sekretaris PBC ini mengatakan, jika sudah pernah mengunjungi Bendungan Benteng dan berfoto di sana, maka rasanya mau terus untuk kembali. “Berkunjung ke Bendungan Benteng ini banyak hal menarik yang bisa diperoleh. Area spot fotonya sangat menarik. Sehingga kami selalu ingin datang ke tempat itu,” ungkap Zulkifli.

Tak hanya sebagai lokasi berfoto, Bendungan ini juga dimanfaatkan warga untuk mencari ikan.

Seperti yang dilakukan oleh
seorang warga, Mus (53). Ia menangkap ikan menggunakan jaring atau biasa disebut dalam bahas bugis yakni Jala’.

Mus mengaku sudah lama menangkap ikan di Bendungan Benteng tersebut. Bahkan dia mengaku mulai menangkap ikan sejak masih jadi pelajar.

“Alhamdulillah. Karena sudah terbiasa, saya tidak merasa takut menangkap Ikan dengan ketinggian ini,” ungkapnya.

Tiap harinya, Mus menangkap Ikan mulai pagi hingga petang dengan menggunakan alat jaring seadanya.

“Jenis ikan yang banyak terjaring yakni ikan Tawes atau bahasa bugisnya Ikan Kandia,” ujar Mus.

Ia mengaku, hasil tangkapan ikannya dijual ke pasar. “Syukur alhamdulillah, hasil penjualan ikan tersebut kami pakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ikan tersebut kami jual antara Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Setiap kali menangkap ikan, hasil tangkapannya bervariasi,” tutup Mus. (*)

Citizen Jurnalis : Muhammad Faizul, Mahasiswa Prodi Jurnalistik Islam IAIN Parepare
Editor : Alfiansyah Anwar

Terkait: BelandaBendungan BentengPinrangSwafoto

TerkaitBerita

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Maret 2026

...

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

...

Brimob Parepare Ajak 200 Anak Yatim Buka Puasa Bersama dan Doa untuk Negeri

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Sinergi TNI-Polri, Petugas di Pinrang Amankan Puluhan Motor Knalpot Brong

Editor: Muhammad Tohir
2 Maret 2026

...

Ramadan 1447H

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

Brimob Parepare Ajak 200 Anak Yatim Buka Puasa Bersama dan Doa untuk Negeri

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

BeritaTerkini

Wali Kota Parepare dan Kapolres Jajal Lapangan Padel Royal Metro Sky

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Resmikan Masjid Anas Bin Malik dan SIT An Naas, Tasming Hamid Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Maret 2026

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan