• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 16 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Opini: Dilema Pendidikan Zaman Now

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
24 Januari 2019
di Opini
Dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare, Muhammad Qadaruddin.

Dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare, Muhammad Qadaruddin.

OPINI, PIJARNEWS.COM — Kurikulum pendidikan perguruan tinggi lebih fokus pada domain kognitif, sehingga menghasilkan banyak sarjana pengangguran.

Perguruan tinggi idealnya mencetak sarjana yang memiliki kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Namun, banyak perguruan tinggi mencetak sarjana pengangguran, menjadi sampah masyarakat, sarjana yang merusak lembaga tempat kerjanya, sarjana yang merasa paling pintar, benar dan tidak menerima pendapat orang lain, sarjana yang tidak memiliki sensitivitas sosial, mereka hanya berdiam diri di tengah hiruk pikuk kehidupan.

Pada tahun 2018 Kementerian riset, teknologi, dan pendidikan tinggi mencatat sekitar 8.8% atau 630.000 dari total 7 juta pengangguran di indonesia adalah sarjana.

Banyak sarjana yang pintar secara intelektual, namun tidak pintar secara emosional, apalagi spiritual. Kita dapat melihat begitu banyak sarjana yang hanya memburu jabatan, kekuasaan dan meninggalkan tanggung jawab sosialnya dan agamanya.

Banyak faktor yang menyebabkan kurang berkualitasnya lulusan perguruan tinggi diantaranya adalah faktor mahasiswa yang memiliki IPK tinggi belum tentu cepat mendapatkan pekerjaan, karena IPK tidak menjamin kualitas sarjana, coba kita lihat korelasi antara pendaftar PNS yang memiliki IPK tinggi dengan jumlah sarjana yang lulus ujian PNS.

Berita Terkait

Pemprov Sulsel dan Privy Sosialisasikan Ijazah Digital untuk Perguruan Tinggi

Bakal Studi Tour di Kampus Ternama, Upaya SMAN 5 Parepare Dorong Alumni Diterima di PT Favorit

Andi Dian Permana Profesor Farmasi Termuda di Indonesia, Punya 86 Artikel Ilmiah Terindeks Scopus

Reformasi Akademik atau Pelanggaran Standar? Perspektif Hukum atas Pembebasan Skripsi di Perguruan Tinggi

Boleh jadi banyak sarjana yang memiliki IPK tinggi tapi tidak lulus, sementara ada sarjana yang memiliki IPK rendah tapi lulus PNS. Sebab soal ujian berbeda dengan apa yang dipelajari pada perguruan tinggi.

Faktor isu pendidikan hanya dipandang secara makro terkait pembangunan infrastruktur gaji pendidik. Isu pendidikan kurang fokus pada isu perbaikan kurikulum.Faktor kurangnya minat mahasiswa terhadap program studinya, banyak mahasiswa yang memilih program studinya karena terpaksa, memilih program studi karena pilihan terakhir daripada menganggur, memilih program studi karena SPPnya murah, memilih program studi karena dipaksa oleh orang tua.

Pemilihan perguruan tinggi, program studi tidak berdasarkan minat atau kompetensi, akan tetapi pendaftar memilih program studi karena faktor gengsi, kampus elit, kampus yang lagi trend saat ini.

Faktor kurikulum yang lebih banyak pada peningkatan knowledge saja, dapat dilihat dari soal-soal ujian yang diberikan kepada mahasiswa hanya bersifat kognitif belum pada afektif dan psikomotorik, misalnya pemakaian kata jelaskan, uraikan. Soal ujian belum mengarah pada aspek afektif dan psikomotorik misalnya buatlah proyek terkait dengan mata kuliah.

Laman 1 dari 2
12Selanjutnya
Terkait: IntelektualPendidikan Zaman NowPerguruan Tinggi

TerkaitBerita

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Legitimasi Agama dan Bahaya Provokasi Umat Islam

Editor: Muhammad Tohir
8 Maret 2026

...

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

...

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Ramadan 1447H

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

BeritaTerkini

Lurah dan Ketua PKK Antang Pantau Pasar Murah Pemkot

Editor: Muhammad Tohir
15 Maret 2026

Pemudik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Naik 5 Persen

Pemudik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Naik 5 Persen

Editor: Muhammad Tohir
14 Maret 2026

Liga Ramadan 2026 Berakhir, Sekda Parepare: Jaga Semangat Pembinaan

Editor: Muhammad Tohir
14 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Penataan Wilayah dan Penanggulangan Banjir Manggala Jadi Prioritas Pemkot Makassar

Penataan Wilayah dan Penanggulangan Banjir Manggala Jadi Prioritas Pemkot Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan