• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 24 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Opini: Dilema Pendidikan Zaman Now

Editor: Tim Redaksi
24 Januari 2019
di Opini
Dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare, Muhammad Qadaruddin.

Dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare, Muhammad Qadaruddin.

OPINI, PIJARNEWS.COM — Kurikulum pendidikan perguruan tinggi lebih fokus pada domain kognitif, sehingga menghasilkan banyak sarjana pengangguran.

Perguruan tinggi idealnya mencetak sarjana yang memiliki kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Namun, banyak perguruan tinggi mencetak sarjana pengangguran, menjadi sampah masyarakat, sarjana yang merusak lembaga tempat kerjanya, sarjana yang merasa paling pintar, benar dan tidak menerima pendapat orang lain, sarjana yang tidak memiliki sensitivitas sosial, mereka hanya berdiam diri di tengah hiruk pikuk kehidupan.

Pada tahun 2018 Kementerian riset, teknologi, dan pendidikan tinggi mencatat sekitar 8.8% atau 630.000 dari total 7 juta pengangguran di indonesia adalah sarjana.

Banyak sarjana yang pintar secara intelektual, namun tidak pintar secara emosional, apalagi spiritual. Kita dapat melihat begitu banyak sarjana yang hanya memburu jabatan, kekuasaan dan meninggalkan tanggung jawab sosialnya dan agamanya.

BeritaTerkait

Politik Energi dalam Islam

Politik Energi dalam Islam

16 Juli 2026
Budaya Bersih Kota Palu, Perspektif Komunikasi dan Hukum

Budaya Bersih Kota Palu, Perspektif Komunikasi dan Hukum

14 Juli 2026
Menguji Kebenaran Informasi dengan Metode CRAAP

Menguji Kebenaran Informasi dengan Metode CRAAP

8 Juli 2026
Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

24 Juni 2026

Banyak faktor yang menyebabkan kurang berkualitasnya lulusan perguruan tinggi diantaranya adalah faktor mahasiswa yang memiliki IPK tinggi belum tentu cepat mendapatkan pekerjaan, karena IPK tidak menjamin kualitas sarjana, coba kita lihat korelasi antara pendaftar PNS yang memiliki IPK tinggi dengan jumlah sarjana yang lulus ujian PNS.

Boleh jadi banyak sarjana yang memiliki IPK tinggi tapi tidak lulus, sementara ada sarjana yang memiliki IPK rendah tapi lulus PNS. Sebab soal ujian berbeda dengan apa yang dipelajari pada perguruan tinggi.

Faktor isu pendidikan hanya dipandang secara makro terkait pembangunan infrastruktur gaji pendidik. Isu pendidikan kurang fokus pada isu perbaikan kurikulum.Faktor kurangnya minat mahasiswa terhadap program studinya, banyak mahasiswa yang memilih program studinya karena terpaksa, memilih program studi karena pilihan terakhir daripada menganggur, memilih program studi karena SPPnya murah, memilih program studi karena dipaksa oleh orang tua.

Pemilihan perguruan tinggi, program studi tidak berdasarkan minat atau kompetensi, akan tetapi pendaftar memilih program studi karena faktor gengsi, kampus elit, kampus yang lagi trend saat ini.

Faktor kurikulum yang lebih banyak pada peningkatan knowledge saja, dapat dilihat dari soal-soal ujian yang diberikan kepada mahasiswa hanya bersifat kognitif belum pada afektif dan psikomotorik, misalnya pemakaian kata jelaskan, uraikan. Soal ujian belum mengarah pada aspek afektif dan psikomotorik misalnya buatlah proyek terkait dengan mata kuliah.

Laman 1 dari 2
12Selanjutnya
Terkait: IntelektualPendidikan Zaman NowPerguruan Tinggi

BeritaTerkait

Pemprov Sulsel dan Privy Sosialisasikan Ijazah Digital untuk Perguruan Tinggi

Pemprov Sulsel dan Privy Sosialisasikan Ijazah Digital untuk Perguruan Tinggi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
18 Februari 2025

...

Bakal Studi Tour di Kampus Ternama, Upaya SMAN 5 Parepare Dorong Alumni Diterima di PT Favorit

Bakal Studi Tour di Kampus Ternama, Upaya SMAN 5 Parepare Dorong Alumni Diterima di PT Favorit

Editor: Tohir Muhammad
27 Januari 2024

...

Andi Dian Permana Profesor Farmasi Termuda di Indonesia, Punya 86 Artikel Ilmiah Terindeks Scopus

Andi Dian Permana Profesor Farmasi Termuda di Indonesia, Punya 86 Artikel Ilmiah Terindeks Scopus

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
23 September 2023

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi