• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 16 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Ekonomi

Dollar Naik, Pengusaha Perkecil Ukuran Tempe

Editor: Alfiansyah Anwar
7 September 2018
di Ekonomi, Sulselbar
Tempe

Produksi tempe di usaha milik Suryana di Soreang Parepare, Sulawesi Selatan.

PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Sejumlah pengusaha tahu-tempe di Kota Parepare, Sulawesi Selatan mengeluh atas naiknya mata uang dollar terhadap rupiah. Keluhan ini terjadi lantaran harga bahan baku tempe dan tahu yakni kedelai impor mengalami kenaikan drastis.

Salah satu usaha Tahu Tempe Suryana di Kelurahan Wattang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare kini merasakan dampak kenaikan dollar. Hingga Kamis 7 September nilai tukar dollar terhadap rupiah masih bertengger dikisaran R14.897 per dollar.

Nanda Purnedi, pengelola usaha tempe Suryana mengaku tak bisa berbuat banyak lantaran melemahnya rupiah terhadap dollar Amerika. “Pengaruh kenaikan dollar terhadap rupiah sangat berdampak kenapa pengusaha tahu tempe di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Sebab kami memakai bahan baku kedelai impor dari Amerika,” ujar Nanda kepada pijarnews Kamis 7 September 2018.

Pengaruh kenaikan dollar ini praktis mempengaruhi kenaikan harga kedelai. Menurut Nanda, kedelai impor amerika yang biasanya dibeli dengan harga Rp8 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp8.400 perkilogram.

BeritaTerkait

UNHAS dan UMMA Maros Perkenalkan Pengolahan Sango-Sango Gunakan Kain Paranet

UNHAS dan UMMA Maros Perkenalkan Pengolahan Sango-Sango Gunakan Kain Paranet

16 Juli 2026
Workshop Dakwah Digital Kolaborasi IAIN Parepare dan Pijarnews.com Tak Berhenti di Pelatihan

Workshop Dakwah Digital Kolaborasi IAIN Parepare dan Pijarnews.com Tak Berhenti di Pelatihan

12 Juli 2026
Berdaya, Berdakwah, Berdampak: Workshop Jurnalistik Islam Cetak Kreator Dakwah Digital Muda

Berdaya, Berdakwah, Berdampak: Workshop Jurnalistik Islam Cetak Kreator Dakwah Digital Muda

12 Juli 2026
Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

5 Juli 2026

Untuk mengakali agar pengusaha tidak merugi, lanjut Nanda, terpaksa harus memperkecil ukuran produksi tahu tempenya. Sebab agak sulit menaikkan harga Tahu Tempe ke konsumen. “Selama dollar mengalami kenaikan, kami sebagai pembuat tempe diprediksi mengalami kerugian. Karena itu kami berharap pemerintah bisa melakukan upaya untuk menormalkan nilai tukar dollar,” ungkap Nanda. (*)

 

Penulis : Samsuddin

Editor : Alfiansyah Anwar

Terkait: Dollar NaikTempe Diperkecil

BeritaTerkait

Rio Subagio

Ketua BMPD Harap Pemerintah Atasi Kenaikan Dollar

Editor: Alfiansyah Anwar
7 September 2018

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi