• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 17 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Ekonomi

Ketua BMPD Harap Pemerintah Atasi Kenaikan Dollar

Editor: Alfiansyah Anwar
7 September 2018
di Ekonomi
Rio Subagio

Rio Subagio

PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Melemahnya rupiah terhadap dollar dalam sepekan terakhir, membuat beberapa sektor berpotensi mengalami kenaikan serta penyesuaian harga. Sebab, sebagian bahan baku produksi berasal dari produk impor.

Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) se-Ajattapareng, Rio Subagio berharap agar pemerintah segera melakukan intervensi guna menetralkan rupiah terhadap kurs dollar. Soalnya, lanjut Rio, naiknya dollar sangat berdampak terhadap sektor perekonomian.  Salah satunya terhadap Kredit Pemilikan Rumah (KPR), khususnya KPR komersil.

“Dampak lain dari melemahnya rupiah terhadap dollar berimbas juga kepada pengusaha dan pedagang  kecil seperti pedagang Tahu Tempe. Karena kedelainya impor, warung makanan dan minuman yang menggunakan produk impor juga akan berimbas. Namun yang sangat berpengaruh besar adalah perusahaan korporat  yang mayoritas menggunakan bahan baku impor,” ujar Rio Subagio yang juga Pimpinan Cabang Bank Sulselbar kepada Pijarnews, Rabu 5 September 2018 lalu.

Dikutip dari laman bisnis dot com, nilai tukar rupiah mampu memperpanjang penguatannya terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini, Jumat 7 September 2018.

BeritaTerkait

Bupati Sidrap Tinjau Pertanian Terpadu di Cipotakari, Sekali Panen Ikan Raup Ratusan Juta

Bupati Sidrap Tinjau Pertanian Terpadu di Cipotakari, Sekali Panen Ikan Raup Ratusan Juta

17 Juni 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

7 Maret 2026

Kejutan ala Bale by BTN, Saldo Nyasar di Tanggal Tua

19 Februari 2026

Parepare Jadi Kota dengan Inflasi Tertinggi di Sulsel, Emas-Beras Jadi Pemicu

7 Januari 2026

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat 24 poin atau 0,16% di level Rp14.869 per dolar AS.

Mata uang Garuda memperpanjang penguatannya untuk hari kedua berturut-turut, setelah berhasil rebound dan berakhir menguat 45 poin atau 0,30% di level Rp14.893 per dolar AS pada Kamis (6/9).

Di sisi lain, pergerakan indeks dolar AS pagi ini terpantau berbalik naik tipis 0,01% atau 0,012 poin ke level 95,033 pada pukul 07.58 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun hanya 0,004 poin di level 95,017, setelah pada perdagangan Kamis (6/9) berakhir melemah 0,17% atau 0,163 poin di posisi 95,021. (*)

Penulis : Amiruddin

Editor : Alfiansyah Anwar

 

Terkait: Dollar Naik

BeritaTerkait

Tempe

Dollar Naik, Pengusaha Perkecil Ukuran Tempe

Editor: Alfiansyah Anwar
7 September 2018

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi