• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 16 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

ESAI : Kampung Kopi Tak Senikmat Kopinya

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
23 November 2018
di Esai
Fauzan Mahmud (Penulis) menggendong anak-anak sambil bercengkrama di kampung penghasil kopi, Desa Basseang.

Fauzan Mahmud, menggendong anak-anak sambil bercengkrama di kampung penghasil kopi, Desa Basseang.

Oleh : Fauzan Mahmud

ESAI — Memanfaatkan waktu libur, saya mencoba tour ke kampung kopi asal Kopi Arabica yang dikenal dengan nama Kobass (Kopi Basseang).

Melihat di google map, Kampung Patte Doang, Dusun Kalosi, Desa Basseang, Kabupaten Pinrang berada di sebelah utara dengan ketinggian 1.100 mdpl.

Menggunakan motor trail, saya mencoba menuju asal kopi Kobass yang terkenal itu. Saat itu, saya bersama 4 orang teman berpacu melawati medan terjal, jurang dalam, dan tanjakan lincin. Sebab jalan baru dibuka, sehingga batu kecil membuat ban motor sesekali slip. Kondisi ini ditambah ruas jalan hanya selebar 1 meter. Sisi kiri tebing, sisi kanan jurang.

Perjalanan menempuh 6 jam lamanya membuat jantung serasa mau copot. Mungkin karena baru melewati medan seperti itu. Ucapan bismillah tak henti-hentinya keluar dari mulut. Soalnya, jika terjatuh jurang dengan kedalaman ratusan meter menanti.

Berita Terkait

Produk Kopi Basseang dan Karasa Cempa Telah Didaftarkan di Kemenkumham

Minum Kopi Gratis, Cara Warkop Kobass Turut Meriahkan HUT Bhayangkara ke-74

Nurmina, Roaster Cewek dari Basseang Pinrang Siap Beraksi di International Coffee Day 2018

Indeteekopi, Warkop Pilihan yang Jauh Dari Huruk Pikuk Kota

Empat jam perjalanan, kami tiba di Desa Basseang. Kami kemudian istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Dusun Kalaosi. Masih ada sekitar 2 jam perjalanan dengan medan lebih menantang lagi.

Perjalanan kami lanjutkan. Konsentrasi tinggi melewati jalur setapak dan terjal. Dua jam kami tempuh perjalanan hingga tiba di Dusun yang dituju.

Suasana di Desa Basseang Pinrang.
Suasana di Pegununan Desa Basseang Pinrang.

Sejauh mata memandang hanya kebun Kopi Arabica terlihat dengan batang pohon yang besar menandakan kopi di sana usianya ratusan tahun.

Hanya ada delapan rumah di kampung tersebut dan sebuah pendopo atap berbentuk tongkonan mulai lapuk dimakan usia.

Kami disambut ramah warga dengan suguhan kopi menjadi pengganti dahaga kami yang telah uji nyali selama perjalanan.

Sambil bercerita bersama warga, hawa dingin mulai menusuk tubuh dan riuh pohon pinus ditiup angin menambah nikmatnya kopi.

Saya mencoba menggali kehidupan warga selain kopi. Ternyata mereka hidup serba kekurangan. Mulai akses jalan yang ekstrem, layanan pendidikan dan kesehatan juga tidak ada.

Mau sekolah, anak-anak di sana harus berjalan kaki hingga puluhan kilometer. Sama seperti pelayanan kesehatan, mereka juga harus turun ke desa yang jarahnya cukup jauh.

Tak heran, puluhan anak di desa tersebut tak mengeyam pendidikan di daerah penghasil kopi terkenal itu. Padahal kopi dari desa ini tiap pagi, siang dan malam di minum para elit politik, pejabat, PNS, pengusaha,kontraktor dan para pecandu kopi di kota kabupaten.

Suasana pegunungan Basseang Pinrang, Sulsel.
Suasana pegunungan Basseang Pinrang, Sulsel.

Membayangkan warga setempat membawa kopi untuk dijual ke kota desa tak sebanding dengan harga kopi dan resiko selama perjalanan.

Yah.. mau diapa. Itulah kehidupan warga Kampung Patte Doang, Desa Basseang. Ternyata kampung kopi tak senikmat kopinya. (*)

Terkait: Kopi Basseang

TerkaitBerita

ESAI: Komunikasi Digital sebagai Pembawa Harapan bagi Generasi Z

ESAI: Komunikasi Digital sebagai Pembawa Harapan bagi Generasi Z

Editor: Tim Redaksi
9 Juli 2024

...

ESAI: Balla Barakka Polrestabes Makassar (Dari Makassar Mengedukasi Generasi Muda Indonesia)

ESAI: Balla Barakka Polrestabes Makassar (Dari Makassar Mengedukasi Generasi Muda Indonesia)

Editor: Tim Redaksi
30 Juni 2024

...

Menggambar dan Mewarnai Hijaiyah untuk Mengasah Perkembangan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun

Menggambar dan Mewarnai Hijaiyah untuk Mengasah Perkembangan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun

Editor: Amrihani
1 September 2023

...

Kisah Perjuangan Kader HMI Nunukan Hingga Lulus LK II Nasional

Kisah Perjuangan Kader HMI Nunukan Hingga Lulus LK II Nasional

Editor: Muhammad Tohir
20 Maret 2023

...

Ramadan 1447H

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

BeritaTerkini

Bukber Bersama Jurnalis, Wali Kota Parepare: Kita Ingin Suasana Lebih Akrab, Makanya Tanpa Protokoler

Bukber Bersama Jurnalis, Wali Kota Parepare: Kita Ingin Suasana Lebih Akrab, Makanya Tanpa Protokoler

Editor: Muhammad Tohir
16 Maret 2026

Bersama Forkopimda, Wali Kota Parepare Pantau Arus Mudik di Pelabuhan

Editor: Muhammad Tohir
16 Maret 2026

Lurah dan Ketua PKK Antang Pantau Pasar Murah Pemkot

Editor: Muhammad Tohir
15 Maret 2026

Pemudik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Naik 5 Persen

Pemudik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Naik 5 Persen

Editor: Muhammad Tohir
14 Maret 2026

Liga Ramadan 2026 Berakhir, Sekda Parepare: Jaga Semangat Pembinaan

Editor: Muhammad Tohir
14 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan