• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 24 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Getah Pinus Basseang, Penyambung Ekonomi Masyarakat

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Agustus 2018
di Ekonomi

 

PINRANG, PIJARNEWS.COM--Selain Basseang yang dikenal dengan daerah penghasil kopi yang terkenal dengan Kobas-nya, ternyata ada hasil alam yang tidak pernah disadari masyarakat Desa Basseang, Kecamatan Lembaga, Kabupaten Pinrang yakni hasil getah pohon pinus yang banyak tumbuh di pegunungan Basseang.

Getah dari pohon pinus tersebut merupakan hasil alam yang memiliki kegunaan antara lain sebagai bahan dasar cat, lilin, lem, semir sepatu, sabun, plastik dan lain sebagainya sehingga memberikan nilai ekonomis terhadap penjualan yang harganya rata-rata Rp5.000/kg.

Pengelolaan usaha getah pohon pinus Basseang tersebut diprakarsai oleh salah satu warga asli Basseang bernama Budiman, dimana awalnya hanya memiliki surat izin usaha yang berjalan dua tahun tanpa produksi apapun.

Ketika surat izin sudah berlaku selama dua tahun, akhirnya Budiman yang akrab dipanggil Budi bertemu dengan Usman yang juga merupakan salah satu warga Basseang yang menyepakati untuk bekerja sama melakukan pengelolaan getah pohon pinus di Basseang. Dan Usman saat itu langsung diangkat dan ditugaskan menjadi pengawas dan perekrut pekerja/buruh.

Berita Terkait

Gelar Ops Zebra di Malino, Satlantas Polres Gowa Bagikan Masker dan Handsanitizer

Pada awal bulan Juli 2017, Usman hanya mampu merekrut satu pekerja. Namun berselang beberapa bulan, pekerja bertambah dua tenaga ahli yang didatangkan dari Jawa.

Setiap 15 hari lamanya panen sudah mulai dilakukan dan hasil panen biasanya dikirim ke Makassar. Namun pada awalnya hanya mampu menghasilkan kurang dari satu ton.

Setelah berjalan selama satu tahun, hasil produksi sudah mulai meningkat karena seiring bertambahnya pekerja/buruh yang bergabung, baik warga luar maupun warga setempat yang sudah mulai ikut mengelolanya yang sampai saat ini sudah berjumlah 50 pekerja.

“Setelah satu tahun saya bergabung hasil dari pada produksi getah pinus ini sudah sangat menjanjikan karena beberapa pekerja sudah ada yang menghasilkan di atas rata-rata Rp5 juta per bulan. Jadi, standar satu ton satu orang pekerja”, jelas Usman saat wawancara dengan pijarnews.com pada Kamis, 9 Agustus 2018 lalu.

Sekarang, sudah terdapat beberapa titik kawasan hutan pinus Basseang yang dikelola yakni antara lain di Kawasan hutan pinus Malagiri, Ratte dan Kawasan hutan pinus Jambu yang baru-baru ini dirintis.

Proses kerjanya masih menggunakan alat manual serta lebih banyak mengandalkan tenaga manusia, terlebih pada saat pengangkutannya yang harus ditarik turut dari lokasi hutan pinus dimana letaknya berada di atas gunung.

Proses kerjanya pertama-tama dilakukan pencangkulan kulit pohon yang masih menggunakan alat cangkul sederhana buatan pekerja dan kemudian ditadah dengan botol sebagai tempat menetesnya getah pohon pinus, Setelah itu dilakukanlah perangsang terhadap pohon pinus agar mengeluarkan banyak getah. Dan setiap sepekan dilakukan pembaharuan hasil cangkulan terhadap pohon pinus, kemudian ditunggu selama 15 hari untuk dipanen. (*)

Reporter : Sucipto Al Muhaimin
Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Terkait: Hutan pinus

TerkaitBerita

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

...

Kejutan ala Bale by BTN, Saldo Nyasar di Tanggal Tua

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Februari 2026

...

Parepare Jadi Kota dengan Inflasi Tertinggi di Sulsel, Emas-Beras Jadi Pemicu

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Januari 2026

...

Resmi Dibuka, Forum Ekonomi Regional 2025 Kabar Grup Sorot Pilar Baru Ekonomi Nasional

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 November 2025

...

BeritaTerkini

Wali Kota Ungkap Munculnya Ide Pertemuan Saudagar di Parepare

Editor: Muhammad Tohir
24 Maret 2026

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Editor: Muhammad Tohir
22 Maret 2026

Rayakan Idul Fitri di Lapangan Andi Makkasau, Wali Kota Parepare Paparkan Capaian

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan