PINRANG, PIJARNEWS.COM – Kenaikan harga plastik dirasakan dampaknya oleh para pelaku usaha kecil di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Kenaikan harga plastik tersebut diduga imbas dari konflik Iran dan Israel.
Pantauan di kawasan Lapangan Lasinrang, tepatnya di depan SDN Mabbulo Sibatang, Kecamatan Watang Sawitto, harga plastik kemasan mengalami kenaikan hingga 50 persen. Salah seorang pedagang minuman, Indah, mengungkapkan bahwa kenaikan ini terjadi secara bertahap dalam waktu yang relatif singkat.
“Awalnya harga plastik hanya Rp8.000 per pak, kemudian naik menjadi Rp10.000, dan hanya dalam hitungan hari kini sudah menyentuh Rp12.000,” ujar Indah saat ditemui di sela kesibukannya berdagang, Jumat (10/4/2026).
Menurut Indah, kenaikan harga ini sangat memberatkan biaya operasional hariannya. Jika sebelumnya ia cukup mengalokasikan modal sekitar Rp100.000 untuk keperluan plastik, kini ia harus menyiapkan dana antara Rp200.000 hingga Rp250.000.
Meskipun harga bahan baku plastik melonjak tajam, para pedagang mengaku dilema untuk menaikkan harga jual produk mereka kepada konsumen. Mereka memilih untuk mempertahankan harga dan takaran lama demi menjaga pelanggan, meski hal itu berdampak langsung pada pendapatan bersih yang mereka terima.
“Untungnya jadi semakin menipis. Kami tidak berani mengubah takaran atau menaikkan harga jual karena kasihan pelanggan. Ukuran gelas dan isi tetap sama seperti biasanya,” tambahnya.
Kondisi ini membuat para pedagang kecil di Pinrang berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan baku di pasaran. Mereka khawatir jika tren kenaikan terus berlanjut, keberlangsungan usaha mikro di wilayah tersebut akan terancam.
“Harapan kami harga bisa kembali normal. Sebagai pelaku usaha kecil, kami sangat merasakan dampaknya. Kalau harga naik terus, kami bingung harus menjual dengan harga berapa lagi ke depannya,” pungkas Indah.
Reporter: Faizal Lupphy












