• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 3 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Harlah NU : Perjalanan Panjang Merawat Persatuan Umat

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
1 Februari 2020
di Opini
Rustam

Oleh : Rustam Magun Pikahulan (Dosen Fakshi IAIN Parepare & Pengurus LPBH-NU Parepare)

OPINI — Tepat tanggal 31 Januari 2020 organisasi umat Islam terbesar di Indonesia berusia 94 Tahun, sejak didirikan tanggal 31 Januari 1926.

Berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) sebagai sebuah organisasi keumatan, bukan saja untuk mewadahi umat Islam yang ada di Indonesia melainkan untuk menjaga persatuan umat beragama di Indonesia.

Perjalanan panjang NU dalam menjaga keutuhan bangsa berawal dari bentuk kepedulian dan kecerdasan dari para kiai penggagas berdinya NU yang prakarsai oleh Khadratus Syaikh KH Hasyim Asyari yang mengumpulkan para kiai ternama dari Jawa Timur, Madura, Jawa Tengah, dan Jawa Barat lalu menggelar pertemuan di kediaman KH Wahab Chasbullah di Surabaya.

Berdirinya NU sebagi organisasi kemasyarakatan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, bergerak di bidang keagamaan dan kemasyarakatan serta dibentuk dengan tujuan untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam, baik dalam konteks komunikasi vertikal dengan Allah SWT maupun komunikasi horizontal dengan sesama manusia.

NU merupakan representasi dari para kiai dan santri telah berada di garis terdepan dalam melawan kolonialisme untuk keutuhan NKRI. Dalam hal konsep kenegaraan, NU menawarkan model negara-bangsa yang kemudian diambil sebagai konsep negara Indonesia, yakni sebuah negara yang dijiwai oleh semangat agama Islam.

Berita Terkait

Hadiri Peletakan Batu Pertama Asrama PP Zubdatul Asrar NU, Dua Kepala Daerah Komitmenkan Ini

Pro. KH Ali Yafie Wafat, Taufan Pawe Sampaikan Duka

Bupati Sidrap Hadiri Tablig Akbar Satu Abad NU

PC Fatayat NU Parepare Gelar LKD Beda dari Biasanya

Dalam menjaga keutuhan NKRI, NU memandang penting persatuan dan kesatuan sebagai kekuatan bangsa untuk menghindari perpecahan, baik itu dari dalam maupun dari luar. Karena persatuan dan kesatuan umat hanya bisa tercipta dengan adanya sikap toleransi antar umat beragama di Indonesia. Toleransi dalam NU yaitu bersikap toleran terhadap perbedaan pandangan, baik dalam masalah agama, masalah kemasyarakatan, dan kebudayaan.

Bagian yang terpenting dari sikap toleransi dalam pandangan NU adalah terciptanya kesepahaman antargolongan untuk saling memiliki semangat kebersamaan untuk menerima perbedaan di antara masyarakat yang plural atau majemuk.

Dengan adanya toleransi, persatuan dan persaudaraan yang kuat akan tercipta antar sesama sebagai kunci utama kemajuan bangsa Indonesia. Sebaliknya tanpa toleransi, bangsa Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang maju dan disegani oleh dunia Internasional.

Tantangan NU kedepan dalam mengawal keutuhan NKRI dan persatuan umat tentulah tidaklah mudah. Di usia NU yang ke 94 tahun bukanlah perjalanan yang singkat, melainkan perjalanan yang panjang. Sejak berdirinya sampai usia nya yang ke 94 tahun, NU selalu konsisten dalam menjaga persatuan dan kesatuan umat demi keutuhan NKRI. NU selalu berada pada garis terdepan dalam mengkampanyekan toleransi umat beragama.

Perjalanan panjang NU yang diawali dari kediaman KH Wahab Chasbullah di Surabaya sampai era 4.0 sekarang ini. Nahdlatul Ulama tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, lewat tindakan, pikiran dan hati. NU telah menunjukan bahwa “Hubbul wathon minal Iman” lewat kata dan sikap, dengan mengedepankan toleransi dan keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)

Terkait: Hari Lahir Nahdatul UlamaNahdatul UlamaNU

TerkaitBerita

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Pendidikan dalam Bayang-bayang Krisis Energi, Siapa yang Menjadi Korban

Editor: Muhammad Tohir
25 Maret 2026

...

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Pastikan Fisik Prima, Personel Brimob Parepare Genjot Tes Kesamaptaan

Pastikan Fisik Prima, Personel Brimob Parepare Genjot Tes Kesamaptaan

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 April 2026

Cegah Kamacetan, Polisi Jaga SPBU Sawitto Pinrang

Cegah Kamacetan, Polisi Jaga SPBU Sawitto Pinrang

Editor: Muhammad Tohir
2 April 2026

10 Siswa SMAN 5 Parepare Lulus di Kampus Bergengsi di China

10 Siswa SMAN 5 Parepare Lulus di Kampus Bergengsi di China

Editor: Muhammad Tohir
2 April 2026

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Bakal Hadir di Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
2 April 2026

Perkuat Sinergi, Pemkab Pinrang Gandeng BPS Siapkan Data Akurat Jelang Sensus Ekonomi

Editor: Muhammad Tohir
2 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan