• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 8 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Harlah NU : Perjalanan Panjang Merawat Persatuan Umat

Editor: Alfiansyah Anwar
1 Februari 2020
di Opini
Rustam

Oleh : Rustam Magun Pikahulan (Dosen Fakshi IAIN Parepare & Pengurus LPBH-NU Parepare)

OPINI — Tepat tanggal 31 Januari 2020 organisasi umat Islam terbesar di Indonesia berusia 94 Tahun, sejak didirikan tanggal 31 Januari 1926.

Berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) sebagai sebuah organisasi keumatan, bukan saja untuk mewadahi umat Islam yang ada di Indonesia melainkan untuk menjaga persatuan umat beragama di Indonesia.

Perjalanan panjang NU dalam menjaga keutuhan bangsa berawal dari bentuk kepedulian dan kecerdasan dari para kiai penggagas berdinya NU yang prakarsai oleh Khadratus Syaikh KH Hasyim Asyari yang mengumpulkan para kiai ternama dari Jawa Timur, Madura, Jawa Tengah, dan Jawa Barat lalu menggelar pertemuan di kediaman KH Wahab Chasbullah di Surabaya.

Berdirinya NU sebagi organisasi kemasyarakatan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, bergerak di bidang keagamaan dan kemasyarakatan serta dibentuk dengan tujuan untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam, baik dalam konteks komunikasi vertikal dengan Allah SWT maupun komunikasi horizontal dengan sesama manusia.

BeritaTerkait

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

24 Juni 2026
Nasab Ba‘alawi

Menempatkan Kontroversi Penelitian Nasab Ba‘alawi dalam Kerangka Keilmuan

15 Juni 2026
Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

13 Juni 2026
Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

31 Mei 2026

NU merupakan representasi dari para kiai dan santri telah berada di garis terdepan dalam melawan kolonialisme untuk keutuhan NKRI. Dalam hal konsep kenegaraan, NU menawarkan model negara-bangsa yang kemudian diambil sebagai konsep negara Indonesia, yakni sebuah negara yang dijiwai oleh semangat agama Islam.

Dalam menjaga keutuhan NKRI, NU memandang penting persatuan dan kesatuan sebagai kekuatan bangsa untuk menghindari perpecahan, baik itu dari dalam maupun dari luar. Karena persatuan dan kesatuan umat hanya bisa tercipta dengan adanya sikap toleransi antar umat beragama di Indonesia. Toleransi dalam NU yaitu bersikap toleran terhadap perbedaan pandangan, baik dalam masalah agama, masalah kemasyarakatan, dan kebudayaan.

Bagian yang terpenting dari sikap toleransi dalam pandangan NU adalah terciptanya kesepahaman antargolongan untuk saling memiliki semangat kebersamaan untuk menerima perbedaan di antara masyarakat yang plural atau majemuk.

Dengan adanya toleransi, persatuan dan persaudaraan yang kuat akan tercipta antar sesama sebagai kunci utama kemajuan bangsa Indonesia. Sebaliknya tanpa toleransi, bangsa Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang maju dan disegani oleh dunia Internasional.

Tantangan NU kedepan dalam mengawal keutuhan NKRI dan persatuan umat tentulah tidaklah mudah. Di usia NU yang ke 94 tahun bukanlah perjalanan yang singkat, melainkan perjalanan yang panjang. Sejak berdirinya sampai usia nya yang ke 94 tahun, NU selalu konsisten dalam menjaga persatuan dan kesatuan umat demi keutuhan NKRI. NU selalu berada pada garis terdepan dalam mengkampanyekan toleransi umat beragama.

Perjalanan panjang NU yang diawali dari kediaman KH Wahab Chasbullah di Surabaya sampai era 4.0 sekarang ini. Nahdlatul Ulama tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, lewat tindakan, pikiran dan hati. NU telah menunjukan bahwa “Hubbul wathon minal Iman” lewat kata dan sikap, dengan mengedepankan toleransi dan keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)

Terkait: Hari Lahir Nahdatul UlamaNahdatul UlamaNU

BeritaTerkait

Hadiri Peletakan Batu Pertama Asrama PP Zubdatul Asrar NU, Dua Kepala Daerah Komitmenkan Ini

Hadiri Peletakan Batu Pertama Asrama PP Zubdatul Asrar NU, Dua Kepala Daerah Komitmenkan Ini

Editor: Muhammad Tohir
10 Desember 2023

...

Pro. KH Ali Yafie Wafat, Taufan Pawe Sampaikan Duka

Pro. KH Ali Yafie Wafat, Taufan Pawe Sampaikan Duka

Editor: Muhammad Tohir
26 Februari 2023

...

Bupati Sidrap Hadiri Tablig Akbar Satu Abad NU

Bupati Sidrap Hadiri Tablig Akbar Satu Abad NU

Editor: Muhammad Tohir
26 Januari 2023

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi