• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 18 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Esai

Ibuku Pahlawanku

Editor: Abdillah MS
3 Juli 2018
di Esai, Sulselbar
Ibuku Pahlawanku

Penulis: Abdillah.Ms

PIJARNEWS.COM, ESAI — Ketika mendengar kata ibu, apa yang ada dibenak anda? Pertanyaan tersebut tiba-tiba berbisik dalam qalbu, ketika melihat kiriman foto seorang korban KM. Lestari Maju yang tenggelam di perairan Selayar, Selasa (3/7/2018) pukul 14.30 WITA, yang menunjukkan seorang ibu yang turut menjadi penumpang kapal nahas itu, tengah berupaya menyelamatkan anaknya dengan cara mendekapnya dengan menggunakan jaket pelampung.

Dalam foto itu menggambarkan ibu adalah sosok perempuan yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayang yang tulus, dan jika anda ditanya dalam ujian nanti, siapa yang anda anggap sebagai sosok seorang pahlawan? Sudah semestinya kita harus menjawab “Ibu”. Adakah diantara kita yang telah mengangkat ibu sebagai sosok seorang pahlawan dimuka bumi ini? Sebab, sepertinya kita terkadang lupa bahwa ibulah yang pantas kita puja sebagai sosok pahlawan. Makanya, terasa tepat jika ini menjadi bahan renungan buat kita semua.

Bagi saya, ibu itu meggambarkan suatu kasih sayang yang tulus, jika saya ingat tentang ibu, terbayang sosok perempuan tua yang duduk bersimpuh dan mengangkat kedua tangannya dihadapan Ilahi. Seraya melantunkan bait-bait doa, dan sesekali meneyebut namaku. Dialah ….. “Ibu”…. !!!! Setiap saat ibu mendoakan saya, waktu dan usianya seakan hanya ia habiskan untuk saya sebagai anaknya, walau dengan pengorbanan dan perjuangan yang tulus. Oleh karena itu, makna kelembutan, kasih sayang, akan senantiasa tidak lepas dari arti kehadiran seorang ibu.

BeritaTerkait

UNHAS dan UMMA Maros Perkenalkan Pengolahan Sango-Sango Gunakan Kain Paranet

UNHAS dan UMMA Maros Perkenalkan Pengolahan Sango-Sango Gunakan Kain Paranet

16 Juli 2026
Workshop Dakwah Digital Kolaborasi IAIN Parepare dan Pijarnews.com Tak Berhenti di Pelatihan

Workshop Dakwah Digital Kolaborasi IAIN Parepare dan Pijarnews.com Tak Berhenti di Pelatihan

12 Juli 2026
Berdaya, Berdakwah, Berdampak: Workshop Jurnalistik Islam Cetak Kreator Dakwah Digital Muda

Berdaya, Berdakwah, Berdampak: Workshop Jurnalistik Islam Cetak Kreator Dakwah Digital Muda

12 Juli 2026
Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

5 Juli 2026

Jika kita meneyepelehkan inti dari kelembuatan dan kasih sayang yang tulus dari sosok perempuan yang bernama ibu, sepertinya kita telah menafikan keberadaan kita sebagai seoarang manusia dimuka bumi ini. Karena dari hal inilah kita dapat membedakan antara kaum lelaki dan perempuan. Ibulah yang telah mengandung kita dalam rahimnya selama kurang lebih sembilan bulan lamanya. Ibu telah mengalirkan dirinya yang suci dalam aliran-aliran darah kita. Kelembutan cinta ibulah yang menjadi bagian terpenting dari asal muasal kita dimuka bumi ini.

Banyak diantara kita mungkin masih memaknai secara simbolik, sosok seorang perempuan itu identik sebagai kaum yang lemah, atau dengan kata lain hanya laki-laki sajalah sosok manuasia yang perkasa. Pandangan seperti ini tidaklah selamanya benar, karena bagi saya, karakter yang dimiliki oleh kaum lelaki ada pula pada diri seorang perempuan. Hanya saja faktor bilogis yang menjadi pembeda antara kaum lelaki dan perempuan.

“Ribuan kilo jalan yang kau tempuh lewati rintangan demi aku anakmu. Ibuku sayang masih terus berjalan walau tapak kaki penuh darah penuh nanah.Seperti udara, kasih yang engakau berikan, tak mampu kumembalas ibu”. Penggalan lagu ini menjelaskan bahwa betapa besar pengorbanan sosok seorang ibu.

Terkadang dengan segala kemampuan yang ibu miliki dikerahkan demi kita anak-anaknya.

Terkait: KM Lestari MajuSelayar

BeritaTerkait

Turut Serta Tanam 5.000 Bibit Kelapa, Kakanim Parepare: Sebagai Warisan dan Perkuat Ketahanan Pangan

Turut Serta Tanam 5.000 Bibit Kelapa, Kakanim Parepare: Sebagai Warisan dan Perkuat Ketahanan Pangan

Editor: Tohir Muhammad
11 September 2025

...

Prof Zudan Anggarkan Rp4,2 M untuk Pembangunan Masjid Agung Selayar

Prof Zudan Anggarkan Rp4,2 M untuk Pembangunan Masjid Agung Selayar

Editor: Tim Redaksi
15 September 2024

...

Pemprov Sulsel Pastikan Jalan Poros Sidrap-Soppeng Segera Diaspal

Buka Akses Terisolir, Pemprov Lanjutkan Pembangunan Jalan dan Jembatan di Selayar

Editor: Tohir Muhammad
25 Juli 2023

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi