Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Teknologi

IMF Sebut 40% Lapangan Kerja Terdampak AI

Editor: Tim Redaksi
18 Januari 2024
di Teknologi
Ilustrasi (Foto/CNET)

Ilustrasi (Foto/CNET)

PIJARNEWS.COM– Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut kemunculan teknologi kecerdasan buatan (AI) diperkirakan bakal memberikan dampak berkurangnya lapangan pekerjaan di masa depan.

Hal itu, disampaikan jelang pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss. Topik mengenai dampak AI ini juga akan menjadi salah satu agenda utama.

“Dalam sebagian besar skenario, AI kemungkinan akan memperburuk ketimpangan secara keseluruhan, sebuah tren yang meresahkan yang harus diatasi oleh para pembuat kebijakan secara proaktif untuk mencegah teknologi ini semakin memicu konflik sosial,” ujar Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, melansir CCN Indonesia, Kamis (18/01/2024).

Dampak kehadiran AI diperkirakan akan jauh lebih terasa di negara-negara maju dibandingkan dengan negara-negara berkembang. Di negara maju, sebanyak 60% pekerjaan terdampak AI dan sekitar setengah dari jumlah tersebut dapat memperoleh manfaat dari bagaimana AI mendorong produktivitas yang lebih tinggi.

BeritaTerkait

Lawan Hoaks Digital, Google Buka SynthID Detector untuk Publik Secara Global

Lawan Hoaks Digital, Google Buka SynthID Detector untuk Publik Secara Global

11 Oktober 2026
Limbah Pupuk Cair Kotoran Ayam Kini Bisa Diolah Menjadi Bio Tablet Ramah Lingkungan di Desa Bontosunggu

Limbah Pupuk Cair Kotoran Ayam Kini Bisa Diolah Menjadi Bio Tablet Ramah Lingkungan di Desa Bontosunggu

20 September 2026
ITH Kenalkan VAWT Mini, Solusi Energi Alternatif bagi Nelayan Parepare

ITH Kenalkan VAWT Mini, Solusi Energi Alternatif bagi Nelayan Parepare

14 Juli 2026

Direktur Pijarnews.com Hadiri AI Tools Training for Journalists Suara.com–LMC Didukung GNI di Makassar

3 Februari 2026

“Untuk separuh lainnya, aplikasi AI dapat menjalankan tugas-tugas utama yang saat ini dilakukan oleh manusia, yang dapat menurunkan permintaan tenaga kerja, yang mengarah pada upah yang lebih rendah dan pengurangan perekrutan,” katanya.

“Dalam kasus yang paling ekstrem, beberapa pekerjaan ini mungkin akan hilang,” lanjutnya.

Sedangkan negara berkembang dan berpendapatan rendah, 40% dan 26% pekerjaan diperkirakaan akan terpengaruh AI.

“Banyak dari negara-negara ini tidak memiliki infrastruktur atau tenaga kerja terampil untuk memanfaatkan manfaat AI, sehingga meningkatkan risiko bahwa seiring berjalannya waktu, teknologi ini dapat memperburuk ketimpangan,” kata Kristalina.

Olehnya itu, Kristalina menyarankan agar tiap negara membangun jaring pengaman sosial dan menawarkan program pelatihan ulang untuk menangkal dampak AI. (*)

Sumber : CNN Indonesia

Terkait: AIIMFKerja

Berita Terkait

Lawan Hoaks Digital, Google Buka SynthID Detector untuk Publik Secara Global

Lawan Hoaks Digital, Google Buka SynthID Detector untuk Publik Secara Global

Editor: Tim Redaksi
11 Oktober 2026

...

Dian Muhtadiah Hamna, Pemred Pijarnews.com Raih Gelar Doktor Komunikasi Unhas: Jurnalisme AI Butuh Sentuhan Manusia

Editor: Tim Redaksi
21 Oktober 2025

...

Pegiat Ini Sebut Trend AI Akan Berkembang Lebih Pesat

Pegiat Ini Sebut Trend AI Akan Berkembang Lebih Pesat

Editor: Tim Redaksi
12 April 2024

...

Berita Populer

    Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

    © 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil

    © 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi