• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 8 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Jaringan Muda Sulbar Bahas Penguatan Kebangsaan di Era Digital 5.0

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Januari 2025
di Sulselbar
Jaringan Muda Sulbar Bahas Penguatan Kebangsaan di Era Digital 5.0

Seminar Kebangsaan bertema "Penguatan Rasa Kebangsaan dan Nasionalisme Generasi Muda dalam Konteks Kebhinekaan" berlangsung di aula kampus STIKes Bina Bangsa Majene, Jumat (31/1/2025)

MAJENE, PIJARNEWS.COM--Kemajuan teknologi menghadirkan peluang dan tantangan dalam penguatan nasionalisme dan kebangsaan.

Memasuki Era Digital 5.0, interaksi masyarakat di dunia makin cepat, penetrasi nilai-nilai global semakin meningkat.

Dengan fasilitas internet, akses informasi semakin mudah, tidak lagi dibatasi sekat wilayah. Hubungan antar budaya dan bangsa juga makin dekat.

Pembahasan penguatan kebangsaan, nasionalisme serta nilai kebhinekaan di era digital 5.0 itu mengemuka dalam Seminar Kebangsaan bertema “Penguatan Rasa Kebangsaan dan Nasionalisme Generasi Muda dalam Konteks Kebhinekaan” yang berlangsung di aula kampus STIKes Bina Bangsa Majene, Jumat (31/1/2025).

BeritaTerkait

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

5 Juli 2026
Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

26 Juni 2026
ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

16 Juni 2026
PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

15 Juni 2026

Dalam acara yang digelar Jaringan Muda Sulbar tersebut, hadir sejumlah pemateri antara lain; Ketua Program Studi Ilmu Politik Unsulbar Asriansi, M.Si, Ketua STIKes Bina Bangsa Yuliana, M.Kes, Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Quran Majene Ustaz Arifuddin Rowa serta Ketua GARANSI Sulbar, Zulkarnain Hasanuddin.

Peserta seminar berasal dari berbagai unsur, mulai mahasiswa dari berbagai kampus di Sulbar dan Sulsel,  santri pesantren dan pelajar.

Dalam seminar tersebut terungkap, bahwa Era 5.0 atau Society 5.0 adalah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup.

Konsep Society 5.0 tersebut menekankan pada integrasi teknologi ke dalam kehidupan sehari-hari.

Era Digital 5.0 saat interaksi budaya semakin cepat dari luar negeri, hal tersebut berpotensi menggerus budaya lokal.

“Literasi tentu sangat penting, sehingga masyarakat dan generasi muda khususnya lebih kritis menerima derasnya informasi, kemudian di lain sisi, kreativitas harus terus dibangun agar semakin bangga ber-Indonesia,” kata Zulkarnain yang berlatar belakang pemberdayaan masyarakat.

Dua dosen perempuan yang menjadi pemateri; Ketua STIKes BBM Yuliana dan Ketua Prodi Asriani sama-sama menekankan pemahaman tentang cinta tanah air di tengah kemajuan teknologi informasi.

” Kita hidup di tengah masyarakat yang beragam, semangat bersama menerima kebhinekaan itu adalah sangat penting,” kata Asriani.

” Indonesia sangat kaya dengan budaya, beragam suku dan etnis, itu kekayaan yang sangat berharga, dengan kekayaan itu kita harus bangga,” ungkap Ketua STIKes Yuliana.

Toleransi

Pemateri lainnya, Ustaz Arifuddin Rowar menyampaikan bahwa semua agama prinsipnya mengajarkan umatnya untuk mencintai tanah airnya.

” Di tengah keragaman agama kita di Indonesia, toleransi menjadi utama terus dijaga,  itu juga yang menjadi atensi kami selaku pembina keagamaan dalam terus mendorong moderasi beragama” katanya.

Arifuddin Rowar yang juga pimpinan pondok pesantren Tahfidz Quran Assyifa, Pakkola, Majene meminta para mahasiswa dan pelajar yang menjadi peserta seminar agar mewujudkan cinta tanah air dengan menjaga etik dan moral.

Menurutnya, generasi muda juga penting terus menjaga sikap menghargai, menghormati simbol dan lambang negara. (rls)

Terkait: era digital

BeritaTerkait

Lewat SiDesa, 438 Mahasiswa KKN UMPAR Gerakkan Desa Menuju Era Digital

Lewat SiDesa, 438 Mahasiswa KKN UMPAR Gerakkan Desa Menuju Era Digital

Editor: Tim Redaksi
26 Juli 2025

...

OPINI; Selamat Jalan vs Selamat Tinggal

Memaknai Hijrah di Era Digital: Tantangan bagi Umat Islam

Editor: Tim Redaksi
7 Juli 2024

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi