• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 25 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Jenazah Tak Dipinjami Ambulans, Terpaksa Digotong Pakai Sarung

Editor: Alfiansyah Anwar
26 Agustus 2017
di Sulselbar
Jenazah Tak Dipinjami Ambulans, Terpaksa Digotong Pakai Sarung

BULUKUMBA, PIJARNEWS.COM — Jenazah Mappi (75), warga Bogoro, Lingkungan Bonto Punre, Kelurahan Laikang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, terpaksa harus ditandu dari Puskesmas Kajang ke rumah duka menggunakan sebatang bambu dan kain sarung karena di Puskesmas itu tidak ada mobil pengantar jenazah.

Andi Wandi, salah seorang warga setempat membenarkan perihal kejadian ini. Dia mengatakan kakek itu meninggal pada Kamis, 24 Agustus 2017, sekitar pukul 02.00 Wita karena penyakit stroke.

“Memang betul kemarin dia dibawa dengan cara ditandu, dia meninggal jam 02.00 malam karena stroke,” kata Andi Wandi kepada Liputan6.com, Jumat, 25/8.

Andi Wandi menyebutkan bahwa jenazah Mappi ditandu dengan berjalan kaki sejauh lima kilometer oleh anggota keluarganya, dari Puskesmas Kajang ke rumah duka karena tidak ada mobil pengantar jenazah.

BeritaTerkait

UNHAS dan UMMA Maros Perkenalkan Pengolahan Sango-Sango Gunakan Kain Paranet

UNHAS dan UMMA Maros Perkenalkan Pengolahan Sango-Sango Gunakan Kain Paranet

16 Juli 2026
Workshop Dakwah Digital Kolaborasi IAIN Parepare dan Pijarnews.com Tak Berhenti di Pelatihan

Workshop Dakwah Digital Kolaborasi IAIN Parepare dan Pijarnews.com Tak Berhenti di Pelatihan

12 Juli 2026
Berdaya, Berdakwah, Berdampak: Workshop Jurnalistik Islam Cetak Kreator Dakwah Digital Muda

Berdaya, Berdakwah, Berdampak: Workshop Jurnalistik Islam Cetak Kreator Dakwah Digital Muda

12 Juli 2026
Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

5 Juli 2026

“Jadi, ganti-gantian keluarganya angkat itu jenazahnya pakai tandu, karena jarak Puskesmas Kajang ke Bogoro itu cukup jauh, sekitar lima kilometer,” ujar Andi Wandi.

Sebenarnya, kata Andi Wandi, saat Mappi meninggal dunia di Puskesmas Kajang tersedia mobil ambulans. Namun, pihak Puskesmas tidak membiarkan mobil itu dipakai untuk mengantarkan jenazah karena mobil tersebut tidak diperuntukkan mengantarkan jenazah.

“Katanya tidak boleh, karena bukan mobil jenazah. Mobil yang ada cuma ambulans gawat darurat,” ucapnya.

Hal itu diakui Penanggung Jawab Perawatan Puskesmas Kajang, Asdar. Ia mengatakan bahwa malam itu hanya ada mobil ambulans yang tersedia di Puskesmas Kajang.

“Ada ambulans gawat darurat standby. Cuma kan mobil Ambulans itu tidak bisa dipakai untuk mengantar jenazah,” kata Asdar saat dikonfirmasi.

Asdar menerangkan bahwa pihak Puskesmas sebenarnya tidak tega membiarkan jenazah Mappi dibawa pulang ke rumahnya dengan cara ditandu. Namun, penggunaan mobil ambulans sudah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes).

“Menurut peraturan Kepmenkes, ambulans gawat darurat tidak diperuntukkan untuk mengantar mayat. Kalau ada aturan seperti itu kami bisa apa? Kami bawahan hanya bisa melaksanakan aturan,” tutur Asdar.

Asdar mengungkapkan bahwa selama ini di Puskesmas Kajang tidak memiliki mobil pengantar jenazah khusus meski sangat dibutuhkan. Mereka biasa memakai mobil jenazah sumbangan milik salah satu partai yang dipakai bergantian oleh dua puskesmas lain.

“Mobil sumbangan partai itu pula yang dipakai oleh tiga puskesmas yang ada di Kecamatan Kajang, dan kebetulan malam itu mobil jenazah partai itu berada di puskesmas yang lain,” katanya.

Kasus serupa pernah terjadi di Kota Parepare (dibonceng motor), di Maros (diangkut dengan mobil bak ikan), dan di Kabupaten Sinjai (jenazah anak tak dipinjamkan ambulans). Seluruhnya memicu polemik luas dan menuai simpati publik secara massive. (ris)

Terkait: Ambulans PuskesmasJenazah

BeritaTerkait

Lepas Jenazah Sang Kakak, Taufan Pawe Minta Permohonan Maaf Masyarakat

Lepas Jenazah Sang Kakak, Taufan Pawe Minta Permohonan Maaf Masyarakat

Editor: Tohir Muhammad
26 Maret 2023

...

Forkopimda Hadiri Pelepasan Jenazah Kadis PSDA Sidrap

Forkopimda Hadiri Pelepasan Jenazah Kadis PSDA Sidrap

Editor: Tohir Muhammad
12 Februari 2023

...

Dinsos Sidrap Tangani Jenazah Warga Asal Pati Jawa tengah

Dinsos Sidrap Tangani Jenazah Warga Asal Pati Jawa tengah

Editor: Tohir Muhammad
13 April 2022

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi