• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 11 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Ekonomi

Kades Kampale Bakal Sulap Bekas Tanah Longsor jadi Taman Desa

Editor: Tohir Muhammad
13 April 2021
di Ekonomi, Peristiwa
Kades Kampale Bakal Sulap Bekas Tanah Longsor jadi Taman Desa

SIDRAP, PIJARNEWS.COM–Pemerintah Desa Kampale, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap terus mencoba berinovasi guna menciptakan peluang pendapatan desa, salah satunya sektor pariwisata, hal itu di ungkapkan Kepala Desa Kampale Ashar Sose, SE, Selasa (13/4/2021).

Uniknya, lokasi rencana pembuatan taman Desa tersebut merupakan bekas Longsoran.

“Di desa kami tidak ada potensi pariwisata, namun kami akan mencoba menciptakan potensi wisata tersebut, dengan memanfaatkan lahan bekas Longsoran di dekat sungai Kampale,” ujarnya.

Rencananya, lokasi dengan luas sekira 20 are tersebut mulai dikerjakan pada 2022 mendatang, saat ini Kades masih membuat konsep taman desa tersebut.

BeritaTerkait

Bupati Sidrap Tinjau Pertanian Terpadu di Cipotakari, Sekali Panen Ikan Raup Ratusan Juta

Bupati Sidrap Tinjau Pertanian Terpadu di Cipotakari, Sekali Panen Ikan Raup Ratusan Juta

17 Juni 2026
Donut Boat di Pantai Ammani Terbalik, 5 Penumpang Terhempas ke Pasir

Donut Boat di Pantai Ammani Terbalik, 5 Penumpang Terhempas ke Pasir

4 April 2026
Cegah Kamacetan, Polisi Jaga SPBU Sawitto Pinrang

Cegah Kamacetan, Polisi Jaga SPBU Sawitto Pinrang

2 April 2026

Berbagi di IWD 2026, Koalisi Perempuan Indonesia dan PWI Pangkep Gaungkan Pesan Perlindungan Perempuan

12 Maret 2026

“Konsepnya kita buat taman, dilengkapi dengan kuliner, atau pasar sore, untuk potensi alam yang ditawarkan di lokasi tersebut yaitu sungai dan persawahan,” katanya.

Ashar menjelaskan dipilihnya lokasi bekas Longsoran tersebut, karena di desanya sulit mencari lahan, sementara di lokasi itu kata dia, merupakan tanah milik pemerintah desa, sehingga tidak perlu lagi ada pembebasan lahan, nantinya taman desa tersebut akan di kelola Badan Usaha Milik Desa (BumDes).

“Dulu sempat diberonjong tapi jebol, sekarang tanahnya sudah kuat, karna terbentuk dengan sendirinya, banyak batu alam sungai menimbun,” ungkapnya.

“Namun, tetap perlu diperbaiki, kalau anggarannya untuk pembuatan taman desa itu kami perkirakan ratusan juta,”pungkasnya.

Terkait: Desa Kampalekecamatan dua pitueKepala DesaSidrap

BeritaTerkait

Porsenijar PGRI Sulsel 2026 Resmi Dibuka, 72 Ribu Guru Se-Sulsel Berbondong-bondong ke Sidrap

Porsenijar PGRI Sulsel 2026 Resmi Dibuka, 72 Ribu Guru Se-Sulsel Berbondong-bondong ke Sidrap

Editor: Tohir Muhammad
2 Juli 2026

...

Sambut Kontingen Porsenijar Sulsel, Wabup Sidrap Ajak Junjung Persaudaraan dan Sportivitas

Sambut Kontingen Porsenijar Sulsel, Wabup Sidrap Ajak Junjung Persaudaraan dan Sportivitas

Editor: Tohir Muhammad
2 Juli 2026

...

Bupati Sidrap Bakar Semangat Mahasiswa KKN UMS Rappang: Jangan Takut Kuliah di Daerah!

Bupati Sidrap Bakar Semangat Mahasiswa KKN UMS Rappang: Jangan Takut Kuliah di Daerah!

Editor: Tohir Muhammad
29 Juni 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi