SIDRAP, PIJARNEWS.COM– Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, meninjau pengembangan pertanian terpadu di Desa Cipotakari, Kecamatan Panca Rijang, Senin (15/6/2026). Kawasan tersebut mengintegrasikan sektor perikanan air tawar, pertanian, perkebunan, dan peternakan dalam satu area produksi.
Dalam kunjungan itu, Syaharuddin didampingi Kepala Desa Cipotakari, Zainal. Ia melihat langsung aktivitas budidaya yang dikelola masyarakat dan menilai konsep pertanian terpadu tersebut memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian desa.
Zainal mengungkapkan, hasil panen terbaru dari sektor perikanan air tawar mencapai 20 ton atau sekitar 20 ribu kilogram.
“Panen terakhir mencapai 20 ton atau sekitar 20.000 kilogram, Pak Bupati,” kata Zainal.
Dengan harga jual sekitar Rp30 ribu per kilogram, nilai produksi dari sekali panen diperkirakan mencapai Rp600 juta.
Mendengar capaian itu, Syaharuddin mengapresiasi upaya masyarakat dalam mengembangkan usaha pertanian terpadu. Menurutnya, integrasi sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan menjadi strategi yang mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus pendapatan warga.
“Ini luar biasa. Jika dikelola dengan baik, sektor pertanian dan perikanan terpadu seperti ini mampu memberikan nilai ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Sidrap akan terus mendorong pengembangan model pertanian terpadu di berbagai wilayah sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Zainal mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama masyarakat dalam mengoptimalkan potensi desa.
“Kami terus berupaya mengembangkan sektor pertanian dan perikanan secara terpadu agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Dengan nilai produksi yang mencapai ratusan juta rupiah dalam sekali panen, Desa Cipotakari dinilai berpeluang menjadi kawasan percontohan pengembangan pertanian terpadu di Kabupaten Sidrap.













