• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 8 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Kapal Soechi yang Tumpahkan Solar di Pantai Cempae Terancam Pidana

Abdillah MS Editor: Abdillah MS
15 Januari 2019
di Hukum, Sulselbar

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Lima hari pasca insiden tumpahan solar di perairan Pantai Cempae, Soreang, Parepare, namun hingga kini belum ada tindakan pemeriksaan terhadap kapal tanker Golden Pearl XIV milik PT Soechi Lines TBK. Sejauh ini pemeriksaan masih sebatas uji lab air laut yang terdampak tumpahan solar.

Praktisi Hukum Makmur Raona menilai, kapal tanker milik Soechi ini harus bertanggung jawab dan bisa dipidanakan jika memenuhi unsur pencemaran lingkungan.

“Untuk tahu kesengajaan atau kelalaian, proses dapat dilihat dalam penyelidikan, dan akan bisa ditentukan apakah unsur kesengajaan atau kelalaian atau tidak,” kata Makmur, Selasa (15/1/2019).

Makmur Raona menjelaskan, jika ada unsur kesengajaan maupun kelalaian menumpahkan minyak solar, maka PT Soechi Lines pemilik kapal Golden Pearl XIV dapat dipidanakan. Ancaman hukumannya tidak main-main, kata Makmur, karena bisa didenda Rp13 Miliar, atau kurungan badan bagi Direksi Soechi Lines di atas lima tahun.

“Sisi pidana, lihat apakah ditemukan unsur kesengajaan atau tidak, kami belum masuk kesana, kalau sengaja pidana menanti dia. Pidananya, bisa orang atau badan akibat melakukan pencemaran lingkungan,” katanya.

Berita Terkait

Tamsil Linrung: Soal Tumpahan Minyak di Cempae, Harus Ada Ganti Rugi

Pekan Depan Polisi Akan Ungkap Hasil Penyelidikan Soal Tumpahan Minyak di Cempae

Ketua DPRD Parepare: PT Soechi Ini Kerap ‘Nakal’

Pemuda Pancasila Parepare Menilai Ada Upaya Pengaburan Fakta Pada Insiden Tumpahan Minyak di Cempae

Di sisi lain, kata dia, sewaktu kapal milik Soechi menumpahkan solar, pada Kamis (10/1/2019), ikan selama dua hari tidak mendekat ke keramba milik nelayan. Nelayan pun praktis dirugikan atas hal itu, karena tidak mendapatkan ikan untuk mereka jual. Padahal ikan adalah mata pencaharian utama masyarakat sekitar pesisir pantai Cempae, Parepare.

“Solar itu bisa mencemarkan lingkungan ekosistem mangrove termasuk nelayan tidak memperoleh ikan, sudah pasti nelayan rugi,” katanya.

Zainal Abidin, salah seorang nelayan setempat mengaku, dua hari kerambanya kosong sejak dari kejadian solar tumpah itu. Hal yang sama juga dialami oleh nelayan lainnya yakni Muhamad Yusuf.

“Dua hari saya tidak dapat ikan, padahal saya nelayan. Kalau mengandalkan pergi melaut malam, itu tidak cukup,” kata kedua nelayan Cempae ini.

Lebih lanjut dikatakan, pada saat nelayan mengetahui adanya tumpahan minyak, beberapa nelayan pemilik keramba berharap dapat bertemu dengan kapten kapal untuk bertanggung jawab.

“Tidak lama kapal sudah tidak ada di jetty. Saat pas terjadinya kan kita tidak langsung tahu itu karena kapal Golden Pearl XIV, begitu kita tahu, kami mau temui mereka, tetapi kapal sudah tidak ada. Aneh sekali, masa kapal tumpahkan minyak malah kabur, itikad baiknya dimana,” keluhnya. (*)

Editor: Adillah Ms

Terkait: Kapal Golden PeralPT SoeciSolar Tumpah

TerkaitBerita

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

...

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

...

ISEI Mamuju Punya Ketua Baru, Wahyu Maulid Adha Siap Perkuat Kolaborasi Ekonomi

ISEI Mamuju Punya Ketua Baru, Wahyu Maulid Adha Siap Perkuat Kolaborasi Ekonomi

Editor: Muhammad Tohir
12 Mei 2026

...

Berita Terkini

Wisuda Santri LPPTKA-BPKRMI, Tasming Hamid: Kemampuan Baca Al-Qur’an Harus Terus Diasah

Wisuda Santri LPPTKA-BPKRMI, Tasming Hamid: Kemampuan Baca Al-Qur’an Harus Terus Diasah

Editor: Muhammad Tohir
8 Juni 2026

Wali Kota Parepare Letakkan Batu Pertama Rumah Layak Huni BAZNAS di Bacukiki

Wali Kota Parepare Letakkan Batu Pertama Rumah Layak Huni BAZNAS di Bacukiki

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

ASN Pemkab Sidrap Terima Gaji ke-13, Total Anggaran Rp28 Miliar

ASN Pemkab Sidrap Terima Gaji ke-13, Total Anggaran Rp28 Miliar

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

Tasming Hamid Pimpin Pengerukan Saluran Pembuangan Air Utama di Labukkang

Tasming Hamid Pimpin Pengerukan Saluran Pembuangan Air Utama di Labukkang

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan