• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Kemenag: Radio Peduli Tidak Mesti Jadi Rujukan Buka Puasa

Editor: Alfiansyah Anwar
31 Mei 2017
di Sulselbar

(Kepala Kemenag Parepare Husain Abdullah. Foto: Erzadi Ezsa/PIJAR) 

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Kemenag Parepare menegaskan Radio Peduli tidak mesti jadi rujukan masyarakat Parepare, untuk berbuka puasa. Hal itu disampaikan oleh Kepala Kemenag Parepare Husain Abdullah, Rabu 31/5.

“Sayangnya bukan saya yang hadir pada pertemuan itu, karena kami sedang ada agenda di Maros. Andaikan saya yang datang, pasti akan saya berikan masukan dan pertimbangan. Apa rujukan penyeragaman waktu berbuka tersebut,” urai Husain.

Husain juga menegaskan edaran Pemkot Parepare, yang turut disetujui Kemenag sekadar himbauan saja. Tidak ada tekanan khusus kepada mesjid untuk ikut merelay siaran Radio Peduli. Apalagi, Kementerian Agama sudah punya jadwal lengkap waktu berbuka puasa sepanjang Ramadan.

BeritaTerkait

Gelar Musyda Tarjih, Muhammadiyah Makassar Tegaskan Ustaz AI Tak Bisa Gantikan Ulama

Gelar Musyda Tarjih, Muhammadiyah Makassar Tegaskan Ustaz AI Tak Bisa Gantikan Ulama

19 Oktober 2026
Wali Kota Parepare: Lulusan ITH Harus Berdampak bagi Masyarakat

Wali Kota Parepare: Lulusan ITH Harus Berdampak bagi Masyarakat

17 Oktober 2026
Lima Mahasiswa KPI STAIN Majene Jalani PPL di Pijarnews.com Parepare

Lima Mahasiswa KPI STAIN Majene Jalani PPL di Pijarnews.com Parepare

14 Oktober 2026
PWM SulSel Lantik Pimpinan Baru Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Periode 2026–2030

PWM SulSel Lantik Pimpinan Baru Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Periode 2026–2030

13 Oktober 2026

“Nah kalau ternyata Radio Peduli punya rujukan lain soal waktu berbuka, dan itu tidak tepat maka dosanya ditanggung oleh mereka (Radio Peduli, red). Lebih dari itu, terserah masyarakat dong mau dengar radio yang mana,” tegasnya.

Husain menyebut, adanya edaran itu tidak serta merta melemahkan daya saing radio swasta. Menurutnya, masyarakat sekarang sudah cerdas memilih. Dia mencontohkan, meski saat ini ada TV Peduli, namun dirinya pribadi masih lebih tertarik menikmati siaran TV nasional yang biasanya. (mul-mp2/ris)

Terkait: Radio Peduli Parepare

Berita Terkait

Di Suppa, Radio Mesra Jadi Patokan Buka Bersama

Di Suppa, Radio Mesra Jadi Patokan Buka Bersama

Editor: Alfiansyah Anwar
1 Juni 2017

...

Berita Populer

  • Akibat Kabut Asap Sekolah Daring 2 Hari di Parepare, KBM Tatap Muka Dievaluasi

    Akibat Kabut Asap Sekolah Daring 2 Hari di Parepare, KBM Tatap Muka Dievaluasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ITH Parepare Gelar Wisuda Perdana, 79 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Selimuti Parepare, BPBD Catat 71 Hektare Lahan Terbakar Sejak Juli

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Mahasiswa KPI STAIN Majene Jalani PPL di Pijarnews.com Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Parepare Lantik 18 Pejabat, Ini Nama-namanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi