• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Topik Utama

Kesehatan Terumbu Karang di Perairan Makassar Dinilai Rendah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
4 September 2019
di Topik Utama

Kegiatan dokumentasi dampak penggunaan bom untuk menangkap ikan di Pulau Barrang Caddi, Kepulauan Spermonde (Ria Qorina Lubis / Greenpeace)

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Terumbu karang di perairan Indonesia, seperti di Kepulauan Spermonde, perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Pasalnya, perusakan terhadap terumbu karang terus terjadi. Salah satunya melalui penangkapan ikan tidak ramah lingkungan, misalnya penggunaan bom ikan dan racun sianida atau bius, yang masih marak dilakukan. Inilah pesan utama dari diskusi publik yang diadakan oleh Pembela Lautan (Ocean Defender) Greenpeace Indonesia  bekerja sama dengan MSDC (Marine Science Diving Club) Universitas Hasanuddin dengan tajuk “Peran Terumbu Karang dan Ancaman yang Dihadapi Bagi Keberlanjutan Ekosistem Laut” di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin.

Tim Pembela Lautan sebelumnya sudah melakukan kegiatan dokumentasi bawah laut di Kepulauan Spermonde, tepatnya di Pulau Barrang Lompo, Pulau Barrang Caddi, dan Kodingareng Keke.

BeritaTerkait

Culture Day SIT Andalusia Sukses Tampilkan Ragam Seni dan Budaya Nusantara

Culture Day SIT Andalusia Sukses Tampilkan Ragam Seni dan Budaya Nusantara

24 Oktober 2026
Angkat Isu Parkir Liar dan Kearifan Lokal Sipakainge’, Sigap Team Unibos Lolos Pimnas ke-39 Tahun 2026

Angkat Isu Parkir Liar dan Kearifan Lokal Sipakainge’, Sigap Team Unibos Lolos Pimnas ke-39 Tahun 2026

20 Oktober 2026
ESAI : Kijang Bagai Emas

ESAI : Kijang Bagai Emas

18 Oktober 2026
Wali Kota Parepare: Lulusan ITH Harus Berdampak bagi Masyarakat

Wali Kota Parepare: Lulusan ITH Harus Berdampak bagi Masyarakat

17 Oktober 2026

Hasil pengamatan, kerusakan yang disebabkan oleh bom dan bius cukup kentara. “Kami menyelam di tiga titik dalam satu hari, dan selama penyelaman, kami mendengar tiga kali suara bom ikan. Bila tidak ada pengawasan dan penegakan hukum yang kuat, saya sangat khawatir tidak lama lagi karang di Kepulauan Spermonde ini akan habis dan hancur,” ujar Ria Qorina Lubis, Fotografer Bawah Laut Pembela Lautan Greenpeace Indonesia lewat rilisnya, Rabu, 4 September 2019.

Catatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), jumlah lokasi terumbu karang yang tergolong baik, menurun. Data tahun 2018, kegiatan pemantauan terhadap 1.067 lokasi terumbu karang memperlihatkan hanya 70 lokasi dalam kategori sangat baik dan 245 lokasi kategori baik. Sementara yang tergolong kategori jelek sebanyak 386 lokasi, atau sekitar 36% dari total lokasi.

Terkait terumbu karang di kawasan Spermonde, LIPI sudah lama mengamati praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan sehingga berdampak buruk terhadap kondisi terumbu karang. Banyak hal yang menjadi alasan melakukan praktik ilegal tersebut, mulai dari tuntutan ekonomi, rendahnya kesadaran hingga lemahnya penegakan hukum.

Alhasil, kesehatan terumbu karang di perairan Makassar dinilai rendah, masuk dalam rentang poin 1-3, bersama dengan Nias, Lampung, Bintan dan Biak.

“Kesehatan terumbu karang di kawasan Spermonde maupun di berbagai daerah lain di Indonesia, harus menjadi perhatian serius pemerintah, karena perannya sangat strategis bagi kehidupan pesisir,” tambah Syahputrie Ramadhanie, Koordinator Ekspedisi Pembela Lautan.

Peran terumbu karang pun sangat penting bagi manusia seperti sumber obat-obatan dan sumber penghasilan bagi para nelayan. “Kita harus bangun aksi bersama untuk menyelamatkan terumbu karang dari praktik penangkapan ikan dengan peledak dan bius ikan,” imbuh Syahputrie lagi.

“Kita tidak sadar bahwa terumbu karang merupakan salah satu sumber kehidupan bagi kita. Oleh karena itu, kita perlu untuk menjaganya dengan membiasakan diri memulai kebiasaan hidup ramah lingkungan,” ucap Muhammad Irfandi Arief, Ketua MSDC Universitas Hasanuddin.

Sebagai bagian dari ekspedisi, tim Pembela Lautan juga melakukan kegiatan bersih-bersih dan audit merek di Pantai Biru, Tanjung Bunga, pada Minggu, 1 September 2019 lalu bersama dengan sejumlah komunitas lokal. Berbagai merek barang kebutuhan sehari-hari (fast moving consumer goods) ditemukan melalui proses audit. Nantinya, hasil audit merek ini akan disatukan dengan kegiatan serupa di daerah lainnya selama bulan September ini – bulan berlangsungnya kegiatan world cleanup day. (*)

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Terkait: Terumbu karang

Berita Terkait

Kembalikan Keindahan Bahari Sulsel, DKP Rehabilitasi Terumbu Karang Pulau Salebbo Pangkep

Kembalikan Keindahan Bahari Sulsel, DKP Rehabilitasi Terumbu Karang Pulau Salebbo Pangkep

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
18 Juli 2022

...

Nyaman, Pulau Samalona Pilihan Wisata untuk Liburan

Nyaman, Pulau Samalona Pilihan Wisata untuk Liburan

Editor: Tohir Muhammad
17 Juni 2022

...

Berita Populer

  • Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

    Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hamka Dg Ruppa Pimpin KKBP Parepare 2026-2031, Wali Kota Dorong Sinergi Pembangunan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Benang Jadi Peluang Bisnis, Mahasiswa Kewirausahaan UMS Rappang Kembangkan Produk Rajut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Ujung Bangkala ke Panggung Nasional, Gema Swara Ujung Moncong SMAN 4 Jeneponto Raih Juara 2 PMC VII UNM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penuh Energik dan Percaya Diri, Tim Swara Drumband SMAN 4 Jeneponto Tampil di Panggung Phinisi Marching Competition VII

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi