PINRANG, PIJARNEWS.COM – Momentum Hari Ibu tahun ini menjadi catatan sejarah bagi gerakan sosial di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Sebuah komunitas baru bernama TanganTulus.id resmi melakukan aksi perdananya. Di balik gerakan ini, tersimpan kisah menyentuh tentang perjuangan seorang ibu melawan kanker yang menjadi pemantik lahirnya jembatan kebaikan bagi warga daerah.
Founder TanganTulus.id, Rafika Nur Dzakira Ibrahim, mengungkapkan bahwa pemilihan Hari Ibu sebagai waktu peluncuran bukanlah tanpa alasan. Baginya, nilai-apa yang diusung komunitas ini kasih sayang dan ketulusan adalah warisan emosional dari almarhumah ibundanya.
“Dua tahun lalu, saya kehilangan ibu yang luar biasa. Beliau didiagnosa kanker paru stadium 4. Perjalanan bolak-balik RS dan kemoterapi tak pernah mematahkan semangatnya,” ujar Rafika dengan nada haru saat dihubungi PijarNews.com, Kamis (25/12/2025).
Rafika mengenang bagaimana sang ibu wafat tepat sebulan sebelum perayaan Hari Ibu kala itu. “Momentum ini adalah penghormatan untuk beliau. Kami ingin semangat ketulusan itu menular ke banyak orang, khususnya di daerah,” tambahnya.
Filosofi nama TanganTulus sendiri merujuk pada kesiapan untuk mengulurkan tangan melalui aksi nyata. Rafika menekankan bahwa komunitas ini hadir bukan hanya karena rasa kasihan, melainkan untuk memberikan dampak yang berkelanjutan.
TanganTulus.id memiliki visi besar untuk menjadi jembatan kebaikan di daerah, mulai dari akses edukasi kesehatan yang benar, ruang belajar bagi anak-anak, hingga menjadi wadah bagi pemuda lokal untuk menumbuhkan empati.
“Kami ingin menjawab masalah minimnya akses edukasi dan pendampingan sosial di daerah. Bantuan tidak boleh berhenti di rasa iba, tapi harus menjadi dampak nyata,” tegas Rafika.
Aksi perdana ini disambut hangat oleh pemuda di Pinrang. Rafika mengaku terharu melihat para relawan yang datang dengan totalitas. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa banyak orang baik yang hanya membutuhkan wadah untuk bergerak.
Kesuksesan ini, menurut Rafika, tidak lepas dari peran dua sosok penting lainnya, yakni Atis dan Rani selaku Co-Founder TanganTulus.id.
“Respons relawan melampaui ekspektasi. Ini semua terwujud karena kerja ikhlas dari Atis dan Rani. Pembagian tugas dan tanggung jawab yang baik membuat kegiatan perdana ini berjalan sempurna,” ungkapnya.
Target Jangka Panjang: Konsistensi di Daerah
Ke depan, TanganTulus.id tidak ingin menjadi gerakan yang muncul sesekali saja. Rafika bersama timnya menargetkan pembangunan komunitas yang berkelanjutan melalui pendampingan anak dan kolaborasi lintas pihak.
“Target kami adalah tumbuh dari daerah, untuk daerah. Kami ingin membuktikan bahwa perubahan besar selalu berawal dari tangan-tangan kecil yang bergerak dengan tulus,” tutup Rafika.
Gerakan ini diharapkan menjadi oase baru bagi aksi sosial di Kabupaten Pinrang, membawa pesan bahwa ketulusan adalah bahasa universal yang bisa mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.
Reporter: Faizal Lupphy









