• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Kisah Korban Gempa Palu Berjuang Selamatkan Diri Saat Gendong Anaknya

Editor: Alfiansyah Anwar
22 Oktober 2018
di Sulselbar
Nurhidayah

Nurhidayah menggendong anaknya. --hamdan/pijar--

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Pasca gempa berkekuatan 7,4 SR melanda Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu, ribuan warga Palu hingga kini masih mengungsi di Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Salah seorang pengungsi, Nurhidayah menceritakan kisahnya kepada PIJARNEWS saat berjuang menyelamatkan diri di lokasi gempa dan likuefaksi di Petobo. Nurhidayah ditemui usai mengikuti trauma healing yang digelar Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 1405 Mallusetasi, Ahad 21 Oktober 2018. 

Waktu itu, Nurhidayah sedang berkunjung ke rumah orang tuanya karena hendak ke dokter gigi di daerah Zebra. Kurang lebih 500 meter dari Petobo, lokasi  yang merupakan tempat terjadinya fenomena likuefaksi– bangunan, pohon berjalan disertai lumpur.

Saat gempa terjadi, Nurhidayah hendak melaksanakan salat. “Pas azan magrib berkumandang, saya menitip anakku di kamar kakakku karena hendak mengerjakan salat. Saat ingin berwudu, tiba-tiba saya merasa pusing. Perasaan saya tidak enak,” kata Nurhidayah saat berbincang dengan PIJARNEWS, Ahad 21 Oktober 2018.

BeritaTerkait

KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

26 September 2026
Limbah Pupuk Cair Kotoran Ayam Kini Bisa Diolah Menjadi Bio Tablet Ramah Lingkungan di Desa Bontosunggu

Limbah Pupuk Cair Kotoran Ayam Kini Bisa Diolah Menjadi Bio Tablet Ramah Lingkungan di Desa Bontosunggu

20 September 2026
Dosen Unhas Latih Kelompok Peternak Auliah Unggas Olah Kotoran Ayam Jadi Pupuk Organik Cair

Dosen Unhas Latih Kelompok Peternak Auliah Unggas Olah Kotoran Ayam Jadi Pupuk Organik Cair

16 September 2026
Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

1 September 2026

Saat kejadian gempa itu, Nurhidayah kemudian berlari mengampiri anaknya. Beberapa detik kemudian, Ia merasakan guncangan dahsyat sehingga tidak dapat bergerak dari tempat ia berdiri.

“Saya sangat beryukur kepada Allah Subhana Wataala karena setelah menggendong anak saya, lemari yang ada di depannya jatuh dan hampir menimpanya. Untung saya cepat menghampirinya,” ungkap Nurhidayah.

Nunu– sapaan akrab Nurhidayah mengaku berupaya berlari sebisa mungkin ke depan pintu rumah untuk menyelamatkan diri. Saat itu ia sudah menggendong anaknya Ahmad berumur satu tahun. “Saat berlari dan menggendong Ahmad, saya jatuh dan bangun lagi. Kemudian terlempar ke kanan dan ke kiri. Lantai rumah pun ikut terbelah,” kenang Nunu.

Setelah berhasil keluar dari rumah, ibu dua anak ini menyangka dunia sudah kiamat. Ia melihat langit tampak mendung, hitam gelap, tiang listrik dan menara telepon berjatuhan, pagar dan beberapa rumah roboh termasuk rumah orang tuanya.

“Saat itu, orang-orang sekitar berteriak, gempar di mana-mana, ada lumpur-ada lumpur. Kita semua sudah siap-siap meninggalkan tempat itu dengan penuh ketakutan, ternyata lumpurnya berhenti pas perbatasan antara Petobo dengan Dewi Sartika,” jelasnya.

Usai gempa, Nunu beserta keluarganya selamat termasuk anaknya yang hampir tertimpa lemari. Mereka kemudian memilih tetap bertahan dan mengungsi di pinggir jalan, tepat depan rumah. Tanpa tenda selama empat hari. “Selama empat hari itu, kami tidak mendapat bantuan tenda dan bahan makanan. Kami hanya tidur di depan rumah tanpa alas,” kata Nunu.

Menurut Nunu, ia bersama keluarganya punya uang, tapi penjual makanan dan minuman yang tidak ada. Selain itu, di hari pertama setelah gempa, aksi penjarahan di mana-mana. Sampai anaknya sakit, Nunu beserta keluarganya kemudian langsung memilih pulang ke rumah kerabatnya di Kota Parepare.

Saat ini, Nunu mengungsi di rumah keluarganya di Kampung Tegal, Kelurahan Lapadde, Kota Parepare. Sedangkan suaminya, masih di Kota Palu memperbaiki rumahnya yang rusak akibat gempa. (*)

Reporter : Hamdan

Editor : Alfiansyah Anwar

Terkait: GempaLikuefaksi Petobo

Berita Terkait

Gempa Bumi Magnitudo 7,6 di Bitung, Terdeteksi Gelombang Tsunami Kecil

Editor: Tohir Muhammad
2 April 2026

...

Guncangan Gempa Hanya 2 Detik, Belasan Rumah Rusak Bolaang Mongondow Timur

Editor: Tohir Muhammad
26 Februari 2025

...

Bone Diguncang Gempa M 4,1, Dirasakan hingga Soppeng

Editor: Tohir Muhammad
8 Februari 2025

...

Berita Populer

  • Dukcapil Parepare Imbau Warga Manfaatkan Layanan Resmi, Tak Perlu Calo

    Dukcapil Parepare Imbau Warga Manfaatkan Layanan Resmi, Tak Perlu Calo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanamkan Kedisplinan dan Nilai Agama, Tiga Sekolah di Parepare Ini Kompak Gelar Salat Duha Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SMA Negeri 5 Parepare Gelar SEKSOS.COM 2026, Diikuti 270 Pelajar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaga Produksi Pertanian, Bupati Pinrang Tinjau Panen hingga Pompanisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi