• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 15 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Citizen Reporter

Kisah Nurdin, Berbekal Jualan Ikan Sukses Mengantarkan Tiga Putrinya Jadi Sarjana

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
1 Desember 2024
di Citizen Reporter, Kisah Inspiratif
Kisah Nurdin, Berbekal Jualan Ikan Sukses Mengantarkan Tiga Putrinya Jadi Sarjana

Nurdin, penjual ikan sementara menunggu pembelinya

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM– Kehidupan seorang penjual ikan biasanya identik dengan kesederhanaan. Namun, Nurdin (55), pekerjaan itu menjadi jalan untuk mengubah nasib keluarganya. Dia memulai berjualam sejak tahun 2013. Dengan semangat pantang menyerah, pria yang sehari-hari berjualan ikan di depan salah satu supermarket Tamalate ini berhasil menyekolahkan tiga anaknya hingga menyandang gelar sarjana.

Nurdin memulai harinya setiap pukul 4.00 Wita. Ia membeli ikan dari pelelangan di Paotere dan menjualnya keliling menggunakan motor hingga menjelang siang.

Meski penghasilannya tak menentu,  omzet yang diraihnya berkisar Rp500 ribu. Dari angka ini, dia bisa memeroleh untung bersih sekitar Rp200 ribu. Ikan-ikan itu dibanderol dengan kisaran harga Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per ekor. Bergantung ukurannya.

Terkadang, ikan itu tidak habis terjual. Jika itu terjadi, ikan itu dibagi ke tetangga daripada dijual kembali. Karena ikan tidak lagi segar. Walaupun begitu, dia konsisten menyisihkan penghasilannya demi pendidikan ketiga buah hatinya.

BeritaTerkait

Santri-Santriwati  Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Sulsel Mengikuti Program I’ddad Selama Tiga Bulan

Santri-Santriwati Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Sulsel Mengikuti Program I’ddad Selama Tiga Bulan

10 Agustus 2025
LAN FUN DAY: Pusjar SKMP dan Politeknik STIA LAN Mantapkan Arah “Bigger, Smarter, Better”

LAN FUN DAY: Pusjar SKMP dan Politeknik STIA LAN Mantapkan Arah “Bigger, Smarter, Better”

5 Agustus 2025
BMN Bukan Milik Pribadi: Pusjar SKMP LAN Bangun Budaya Tertib Aset Negara

BMN Bukan Milik Pribadi: Pusjar SKMP LAN Bangun Budaya Tertib Aset Negara

12 Juli 2025
“Art The Seen Exhibition”: Jejak Akademik, Estetik, dan Etik dalam Ruang Pamer Seni Rupa Unismuh Makassar

“Art The Seen Exhibition”: Jejak Akademik, Estetik, dan Etik dalam Ruang Pamer Seni Rupa Unismuh Makassar

2 Juli 2025

“Saya selalu percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Nurdin, saat saya temui Kamis (21/11/2024) lalu.

Ketiga anaknya kini telah menyelesaikan pendidikan tinggi di bidang yang berbeda. Anak pertama, Ratna, lulus sebagai sarjana Kesehatan di  Universitas Islam Negeri Makassar, sementara anak kedua, Putri, mengambil Jurusan Ekonomi Islam di Universitas Muhammadyah Makassar. Anak bungsu, Winda, baru saja diwisuda sebagai sarjana Manajemen di Universitas Muhammadyah Makassar.

“Melihat mereka memakai toga adalah momen yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata,” katanya sambil tersenyum haru.

Nurdin mengaku perjuangannya tak mudah. Ia sering kali harus bekerja tambahan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya pendidikan. Namun, dukungan dari istrinya, yang seorang ibu rumah tangga, Sri, menjadi kekuatan terbesar dalam melewati tantangan.

“Kami saling menyemangati. Kami tahu ini bukan untuk kami, tapi untuk masa depan anak-anak,” tambahnya.

Ketiga anaknya kini bekerja di bidang masing-masing dan bertekad membantu orang tua mereka. Ratna, kini bekerja di salah satu puskesmas dan  berencana membuka klinik gratis di Kecamatan Rappocini sebagai bentuk pengabdian.

“Kami tidak akan melupakan apa yang telah bapak dan ibu korbankan untuk kami,” ujar Ratna.

Sedangkan anaknya yang ke-2 mempunyai toko sembako. Dia menjanga toko sehari-hari dan anaknya yang ke-3 bekerja sebagai customer service di salah satu bank di Makassar.

Meski ketiga putrinya kini telah mapan dan bisa menghidupkan keluargannya, Nurdin tidak ingin berhenti berjualan ikan. “Saya masih mampu dan saya memang suka,” ucapnya.

Kisah Nurdin menjadi bukti bahwa semangat, kerja keras, dan tekad yang kuat dapat mengatasi segala keterbatasan. Ia berharap cerita hidupnya bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak menyerah dalam memperjuangkan mimpi.

“Mungkin kita tidak kaya harta, tapi kita bisa kaya ilmu dan bahagia,” tutup Nurdin dengan senyum menyiratkan rasa bangganya. (*)

 

Citizen Reporter: Maulidya Muqarramah

(Mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Makassar)

 

 

Terkait: Kisah inspiratifUniversitas Muhammadiyah Makassar

BeritaTerkait

Tour Preneur Bidang Ekowir PIKOM IMM FISIP Berkunjung ke Nutrihub Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
22 Januari 2026

...

Memoles Permata Tersembunyi: Menakar Strategi BUMDes dalam Mempopulerkan Pantai Punagaan Selayar

Memoles Permata Tersembunyi: Menakar Strategi BUMDes dalam Mempopulerkan Pantai Punagaan Selayar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
15 Januari 2026

...

PIKOM IMM FISIP Unismuh Makassar Gelar Donor Darah PROFEDA

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Januari 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi