• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Ajatappareng

Kumande Sipulung” Tradisi Warga Bilajeng Turun ke Sawah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 November 2018
di Ajatappareng

 

PINRANG, PIJARNEWS. COM–Tradisi warga turun sawah atau memulai menanam padi di Kampung Bilajeng, Kecamatan Batu Lappa, Kabupaten Pinrang dengan istilah “Kumande Sipulung”atau makan bersama warga.

Di saat warga memulai turun sawah atau menanam padi, para warga berbondong- bondong ke persawahan dengan membawa makanan dari rumah masing-masing.

Makanan yang dibawa dikumpul di rumah sawah akan di makan ramai- ramai setelah proses turun sawah dilakukan warga.

BeritaTerkait

Kisah Diana di Parepare, Keliling Bersama Cucu Kumpulkan Barang Bekas

Kisah Diana di Parepare, Keliling Bersama Cucu Kumpulkan Barang Bekas

6 November 2026
IPNU-IPPNU Parepare Cetak Kader Muda Lewat Makesta di MAN 2

IPNU-IPPNU Parepare Cetak Kader Muda Lewat Makesta di MAN 2

3 November 2026
Dari Benang Jadi Peluang Bisnis, Mahasiswa Kewirausahaan UMS Rappang Kembangkan Produk Rajut

Dari Benang Jadi Peluang Bisnis, Mahasiswa Kewirausahaan UMS Rappang Kembangkan Produk Rajut

26 Oktober 2026
Sudah Dua Tahun, Masjid Raya Parepare Rutin Bagikan 500 Porsi Makanan Tiap Jumat

Sudah Dua Tahun, Masjid Raya Parepare Rutin Bagikan 500 Porsi Makanan Tiap Jumat

23 Oktober 2026

Dengan berkumpul di rumah-rumah sawah, warga bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat memanjatkan doa kepada Sang Pencipta agar musim tanam kali ini bisa mengahasilkan buah padi yang melimpah serta terhindar dari hama.

Kumande Sipulung juga cara warga mempererat silaturahmi, kebersamaan, gotong royong yang telah dilakukan sejak dahulu.

Salah satu warga Bilajeng, Piddo mengatakan “Kumande Sipulung” merupakan tradisi saat awal mau turun sawah. “Karena belum ada sanggar tani jadi kami di rumah-rumah sawah saja makan bersama,” katanya. Dia berharap nantinya akan dibuatkan sanggat tani oleh pemerintah.

Tradisi ini dimana toko agama atau imam masjid melakukan doa meminta agar persawahan warga jauh dari hama seiring tanah persawahan mulai dibajak. (*)

Reporter: Fauzan Mahmud
Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Terkait: Tradisi Bugis Makassar

Berita Terkait

FILOSOFI BELI ALAT DAPUR DI 10 MUHARRAM TRADISI BUGIS MAKASSAR

VIDEO : FILOSOFI BELI ALAT DAPUR DI 10 MUHARRAM TRADISI BUGIS MAKASSAR

Editor: Mulyadi Ma'ruf
20 September 2018

...

Berita Populer

  • PGRI Sidrap Bidik Nasional Usai Loloskan Perwakilan di Semua Tingkatan Lomba AGP Sulsel

    PGRI Sidrap Bidik Nasional Usai Loloskan Perwakilan di Semua Tingkatan Lomba AGP Sulsel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Diana di Parepare, Keliling Bersama Cucu Kumpulkan Barang Bekas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keberpihakan Negara Diuji dalam Sengketa Warga VS Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 42 Wartawan Ikuti UKW ke-21 di Pinrang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IPNU-IPPNU Parepare Cetak Kader Muda Lewat Makesta di MAN 2

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi