PINRANG, PIJARNEWS.COM – Sebuah video amatir yang merekam aksi cepat Komandan Pos (Danpos) Watang Sawitto, Serka Asrianto, dalam mengamankan senjata tajam saat pertikaian antarwarga di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Langkah berani personel TNI tersebut menuai apresiasi luas karena berhasil meredam potensi pertumpahan darah.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Maccorawalie, Kamis siang (5/3/2026) Konflik dipicu oleh sengketa lahan yang melibatkan dua kelompok warga di lokasi tersebut.
Serka Asrianto menuturkan bahwa dirinya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga. Saat tiba, situasi sudah memanas. Meski sempat tenang sesaat, ketegangan kembali memuncak hingga salah satu pihak mengeluarkan senjata tajam jenis badik.
“Saya dan Babinsa Maccorawalie, Sertu Edy, awalnya berusaha menenangkan massa. Namun situasi kembali memanas bahkan ada yang mencabut sajam,” ujar Asrianto saat dikonfirmasi, Jumat, 6 Maret 2026.
Melihat ancaman nyata, Asrianto segera merangsek masuk ke tengah kerumunan dan merebut senjata tajam tersebut dari tangan warga. “Sajam jenis badik itu sudah kami amankan dan langsung kami serahkan ke aparat kepolisian untuk proses lebih lanjut,” tambahnya.
Aksi responsif aparat teritorial ini mendapat sorotan dari Koordinator Independent Training and Consulting Watch (ITCW), Jasmir L. Lintang. Menurutnya, kehadiran aparat di tengah krisis menjadi kunci pencegahan tindak kriminalitas.
“Ini langkah yang patut dicontoh. Jika Danpos dan Babinsa tidak sigap di lokasi, kemungkinan besar terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Jasmir. Ia menekankan pentingnya kehadiran aparat yang mampu mengayomi masyarakat di waktu-waktu krusial.
Saat ini, kedua belah pihak yang bersengketa telah membubarkan diri. Mereka sepakat untuk menahan diri dan menempuh jalur hukum terkait klaim kepemilikan lahan yang menjadi akar permasalahan. (*)
Reporter: Faizal Lupphy











