• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 20 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Loper Koran asal Enrekang Sukses Lulus Cum Laude di Unima

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
16 Agustus 2017
di Pendidikan, Sulselbar

MANADO, PIJARNEWS.COM — Siapa sangka seorang loper koran, berasal dari keluarga miskin di pelosok Enrekang, kini sukses lulus kuliah dengan predikat Cum Laude. Dialah Jusman, pemuda 23 tahun yang memberi kita pelajaran tentang semangat dan kerjakeras.

Jusman, merantau ke Tondano Sulawesi Utara untuk menempuh studi S1 di Universitas Negeri Manado (Unima). Meski berlatar belakang keluarga kurang mampu, semangat pemuda berusia 23 tahun ini tidak surut untuk meraih impiannya.

Nyatanya, dengan bekerja sebagai penjual koran, dalam waktu 3 tahun Jusman berhasil lulus menjadi sarjana dengan predikat Cum Laude.

Dalam sebuah wawancara dengan Tribun Manado, Jusman menceritakan suka dukanya berjuang meraih impiannya menjadi seorang sarjana.

Berasal dari keluarga petani yang sangat berkekurangan di Enrekang Sulsel. Pendapatan orangtuanya hanya cukup untuk membeli makan sehari-hari. Sulit untuk membiayai pendidikan empat orang anaknya.

Berita Terkait

Pemkot Parepare dan Pemkab Enrekang Kerja Sama Maksimalkan Jalur Kontainer

Enrekang Raih WTP Lima Kali Berturut-turut dari BPK

Didampingi Wakilnya, Muslimin Bando Serahkan LKPD Unaudited di BPK Tepat Waktu

Komitmen Program JKN, Pemkab Enrekang Bakal Terima Penghargaan UHC 2023 dari Kemenko PMK RI

“Saya empat orang bersaudara bersamaan menjalani pendidikan. Bahkan untuk menghemat, kakak saya harus menganggur tiga tahun,” katanya.

Di perantauan, alih-alih tinggal di sebuah kamar kos sewaan, Jusman dan sejumlah mahasiswa lainnya memilih tinggal di sebuah ruangan yang ada di kawasan kampus Unima. Mereka tidak perlu membayar pakai uang, tapi dengan tenaga mereka untuk ikut bantu membersihkan lingkungan sekitar kampus.

Hal itu dilakukan Jusman untuk menghemat biaya hidupnya. Keterbatasan keluarga yang kesulitan mengirim biaya untuknya kuliah dan menjalani hidup di Tondano membuat Jusman berusaha hidup secukupnya.

Baginya, kuliah lebih penting, makan urusan belakangan. Jusman pun hanya makan nasi dan sayur yang didapatkannya dari kebun dan hutan yang ada di dekat kawasan Kampus Unima untuk sekedar mengisi perutnya yang lapar.

“Kadang, tiga hari tidak makan lauk, cuma nasi dan sayur,” ujarnya.

Biaya kuliah yang tidak sedikit dan kebutuhan perut yang harus diisi membuat Jusman memutuskan untuk bekerja sebagai penjual koran. Senin sampai hari Kamis dia kuliah, sedangkan hari Jumat sore hingga Minggu ia ke Manado untuk berjualan koran di wilayah sekitar Paal 2.

“Sehari biasanya dapat Rp 50.000, kalau ramai bisa sampai Rp 100.000 sehari,” ucapnya.

Uang hasil penjualan koran digunakan Jusman untuk membiayai kuliah hingga keperluan untuk skripsinya di Fakultas Ilmu Keolahragaan Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.

Dia mengaku tak mengalami kesulitan untuk membagi waktu antara belajar dan jualan koran. Karena sambil berjualan koran, Jusman pun membagi waktu untuk belajar. “Biasanya bawa bahan kuliah hingga bahan skripsi saat jualan koran,” ujarnya.

Semua itu dilakukan Jusman dengan sukacita, demi membanggakan keluarganya dan demi meraih cita-citanya menjadi seorang dosen suatu hari nanti.

Kerja keras Jusman pun membuahkan hasil. Tanggal 9 Agustus lalu ia diwisuda dan menjadi satu dari tiga Sarjana yang lulus dengan predikat ‘Cum Laude’.

* Apa rahasia keberhasilan Jusman?

“Yang terpenting adalah ketekunan dan kerja keras. Jaga pergaulan karena itu juga sangat menentukan,” ungkapnya.

Pemuda ini berencana untuk kembali ke kampung halamannya usai diwisuda untuk bertemu dengan keluarga.

Masih ada impian yang masih ingin ia kejar setelah jadi sarjana. “Masih ingin lanjut kuliah lagi. Karena biayanya besar, jadi berusaha untuk dapat beasiswa,” ucapnya.

* Ditolak di Universitas Negeri Makassar

Dia bercerita, awal mulanya dia merantau ke Manado, Sulawesi Utara, karena ditolak di Universitas Negeri di Makassar.

Ya, dirinya tak lulus di Universitas Negeri Makassar (UMN).

Beruntung ada teman sejawat yang menginformasikan opsi kedua yakni berkuliah di Universita Negeri Manado (Unima).

“Niatnya kami mau kuliah UNM, tapi tidak lulus. Kami dapat informasi dari rekan yang juga tidak lulus bahwa besar peluang untuk kuliah di sana (Unima),” katanya.

Jadilah dia dan beberapa rekannya memutuskan mendaftarkan diri di Unima. Dia pun diterima Unima, hingga akhirnya lulus dengan predikat membanggakan tersebut, cum laude. (*)

Terkait: Pemkab EnrekangUnima

TerkaitBerita

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

Editor: Muhammad Tohir
16 Juni 2026

...

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

Editor: Muhammad Tohir
15 Juni 2026

...

Nasab Ba‘alawi

Menempatkan Kontroversi Penelitian Nasab Ba‘alawi dalam Kerangka Keilmuan

Editor: Tim Redaksi
15 Juni 2026

...

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Editor: Tim Redaksi
13 Juni 2026

...

Berita Terkini

Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Evaluasi RSUD Arifin Nu’mang, Sekda Jelaskan Fungsi Pengawas

Evaluasi RSUD Arifin Nu’mang, Sekda Jelaskan Fungsi Pengawas

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Temui Kepala BNN RI, Wali Kota Parepare Bahas Percepatan Pembentukan BNN Kota

Temui Kepala BNN RI, Wali Kota Parepare Bahas Percepatan Pembentukan BNN Kota

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Bupati Sidrap Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Beri Data Akurat

Bupati Sidrap Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Beri Data Akurat

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan