MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Aula Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unismuh Makassar saat Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2M) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan menggelar Wisuda Daurah Tahfidz dan Bahasa Arab Angkatan ke-2, Ahad (22/6/2025). Sebanyak 53 santri dari empat pesantren Muhammadiyah di Sulsel resmi diwisuda setelah mengikuti program intensif selama dua bulan.
Menurut Ketua Panitia, Fajar Rahmat, S.H., M.H., yang membuat acara ini semakin membanggakan, sebanyak 50 dari 53 santri berhasil mengkhatamkan hafalan 30 Juz Alquran dalam waktu yang relatif singkat. Para peserta berasal dari Pesantren Darul Arqam Gombara (30 santri), Punnia (8 santri), Cece (13 santri), dan Tolada (2 santri). Capaian luar biasa ini menjadi bukti nyata bahwa program Daurah Tahfidz tidak hanya terukur, tetapi juga sangat efektif dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang tangguh.
Dalam sambutannya, Ketua PWM Sulsel, Prof. Dr. K.H. Ambo Asse, M.Ag, menegaskan bahwa pencapaian para santri ini merupakan hasil dari kesungguhan, kedisiplinan, dan sistem pendidikan pesantren Muhammadiyah yang terarah. “Ini bukti bahwa pendidikan tahfidz bisa dikembangkan dengan serius dan hasilnya sangat nyata,” ucapnya.
Koordinator LP2M, K.H. Dr. Mawardi Pewangi, M.Pd.I menambahkan bahwa wisuda ini bukan hanya momen kelulusan, tetapi juga tonggak awal dalam proses menjaga hafalan secara berkelanjutan. “Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya hafal, tetapi juga hidup bersama Alquran sepanjang hayat,” ujarnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Darwis P., M.Sc, para mudir pesantren, wali santri, dan pengurus LP2M. Dalam kesempatan tersebut, panitia mengumumkan bahwa Daurah Tahfidz Angkatan ke-3 akan digelar mulai 5 Juli hingga 5 September 2025, terbuka untuk seluruh pesantren Muhammadiyah di Sulawesi Selatan. Antusiasme peserta sudah mulai terlihat, menandakan bahwa semangat menjaga Kalamullah terus tumbuh di tengah generasi muda. (rls)















