• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 2 Juli, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Masa Pandemi Covid-19, Risiko Anemia Remaja Putri Meningkat

Mulyadi Ma'ruf Editor: Mulyadi Ma'ruf
12 Desember 2020
di Sulselbar
Masa Pandemi Covid-19, Risiko Anemia Remaja Putri Meningkat

Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, H Mohammad Husni Thamrin, SKM, M.Kes menyampaikan materi mengenai cara mencegah anemia di masa pandemic

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM — Salah satu masalah gizi yang belum teratasi adalah anemia pada ibu hamil dan remaja putri (rematri). Bahkan, riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018, menyebutkan prevalensi anemia gizi pada ibu hamil mencapai 48 persen dan remaja putri 32 persen. Mengapa remaja putri (rematri) sering mengalami anemia?

Pertanyaan ini mencuat dalam sesi webinar yang digelar oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Jenewa Madani Indonesia dan UNICEF belum lama ini yang diikuti ratusan TP-UKS dan tenaga kesehatan (nakes) se-Sulsel. Webinar bertajuk Pentingnya Pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri selama Masa Pandemi Covid-19 itu menghadirkan Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, H Mohammad Husni Thamrin, SKM, M.Kes.

Dalam materinya bertema “Implementasi Program Pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri”, Husni menuturkan remaja putri sering mengalami anemia karena remaja tumbuh sangat cepat, sehingga perlu asupan zat gizi lebih banyak. Sementara, asupan zat besi dan protein dalam makanan sehari-hari masih kurang.

“Remaja putri mengalami menstruasi sehingga kehilangan banyak darah dan sering melakukan diet tanpa memerhatikan asupan zat besi,” tuturnya.

Dia menjelaskan, anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehingga tubuh tidak mendapat cukup oksigen. Biasanya wajah terlihat pucat, mudah lelah, pusing dan sakit kepala.

Berita Terkait

Terpilih Ketua di Sulsel, Asnun Siap Perkuat IKADAH

Hamil 5 Bulan, Ibu dan Anak Gepeng di Pinrang Dipulangkan ke Makassar

Bupati Sidrap Lepas Pengiriman Puluhan Ton Telur ke Kalimantan, Sultra, dan Makassar

Ketua TP PKK Parepare: Pelatihan Makanan Siap Saji Jadi Langkah Tingkatkan Kualitas Gizi

Nah, bagaimana biar tidak anemia dan tetap sehat selama pandemi Covid-19? Husni menyarankan bahwa remaja putri perlu makan makanan bergizi seimbang terutama yang tinggi protein, kaya zat besi, mengonsumsi buah dan sayur yang kaya vitamin C, E dan A, minum tablet tambah darah (TTD) secara teratur yaitu satu tablet setiap minggu.

“Jangan lupa tetap melakukan aktivitas fisik, cuci tangan dengan sabun, minum air putih delapan gelas setiap hari,” sarannya.

Diakuinya, meminum TTD memiliki efek samping. Seperti terasa perih di ulu hati, mual serta tinja berwarna kehitaman. Namun jangan khawatir, kondisi tersebut akan berkurang ketika tubuh sudah menyesuaikan.

Oleh karena itu, untuk mengatasi efek samping tersebut maka jangan minum TTD dengan perut kosong. Jangan pula meminum TTD dengan kopi, teh atau susu karena akan menghambat penyerapan zat besi.

“Minum TTD cukup dengan air putih. Ingat, tetap minum TTD di masa Pandemi Covid-19,” imbaunya.

Bagaimana cara mendapatkan TTD? Umumnya siswi telah dibekali TTD dari sekolah. Bila tidak punya TTD, siswi bisa menghubungi pihak sekolah, puskesmas, tenaga gizi atau bidan.

“Atau bisa dibeli di apotek, tapi ingat tetap jaga jarak aman dan gunakan masker saat keluar rumah ya,” pesan Husni.

Pemberian TTD ini merupakan turunan dari implementasi pemberian zat besi kepada para kaum hawa. Pertama kali dicanangkan oleh WHO pada tahun 1959, program tersebut mulai diberlakukan di Indonesia pada tahun 1974 hingga 1997 untuk ibu hamil, tahun 1997 hingga 2016 untuk Wanita Usia Subur (WUS) dan sejak 2016 sampai saat ini untuk remaja putri.

Pola makan remaja Indonesia dapat meningkatkan risiko anemia. Hal tersebut lantaran rendahnya konsumsi protein hewani, buah dan sayur, kebiasaan melewatkan sarapan dan rendahnya konsumsi suplemen zat gizi mikro.

Laman 1 dari 2
12Selanjutnya
Terkait: AnemiaGiziMakassarPutriRemaja

TerkaitBerita

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
26 Juni 2026

...

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

Editor: Muhammad Tohir
16 Juni 2026

...

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

Editor: Muhammad Tohir
15 Juni 2026

...

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Berita Terkini

Bupati Sidrap Bakar Semangat Mahasiswa KKN UMS Rappang: Jangan Takut Kuliah di Daerah!

Bupati Sidrap Bakar Semangat Mahasiswa KKN UMS Rappang: Jangan Takut Kuliah di Daerah!

Editor: Muhammad Tohir
29 Juni 2026

Sabet Penghargaan PBB, Walkot Parepare Dipanggil Khusus Menpan RB

Sabet Penghargaan PBB, Walkot Parepare Dipanggil Khusus Menpan RB

Editor: Muhammad Tohir
29 Juni 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
26 Juni 2026

Parepare Tembus Panggung Global, Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026

Parepare Tembus Panggung Global, Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Juni 2026

Perkuat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Parepare Gelar Rapat TIMPORA di Barru

Perkuat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Parepare Gelar Rapat TIMPORA di Barru

Editor: Muhammad Tohir
25 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan