• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Ajatappareng

Mutasi Kasek Menuai Sorotan, Disdikbud Parepare: Kami Cari yang Punya Kompeten

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 September 2023
di Ajatappareng
Komisi 2 DPRD Kota Parepare rapat bersama Kadis Pendidikan  dan Kadis BKPSDM di ruang rapat Komisi 2 DPRD Kota Parepare, pada Senin (25/9/2023) lalu

Komisi 2 DPRD Kota Parepare rapat bersama Kadis Pendidikan dan Kadis BKPSDM di ruang rapat Komisi 2 DPRD Kota Parepare, pada Senin (25/9/2023) lalu

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Mutasi kepala sekolah (kasek) yang dilakukan oleh Wali Kota Parepare pada 2 September 2023 lalu menuai sorotan tajam dan gugatan.

Hal itu disampaikan Lembaga Pengkajian Edukasi dan Komunikasi (Lapekom) melalui surat keterangan tertulis yang dilayangkan.

“Ada setitik noda yang melukai pengelolaan pendidikan dengan menerbitkan Keputusan Wali Kota No.705 Tahun 2023 tanggal 02 September 2023 tentang penempatan dan pemberhentian  kepala UPTD SD dan SMP Negeri pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di lingkungan Pemerintah daerah,” ungkap Ketua Umum Lapekom, Zaid Sainal, Senin (25/9/2023).

Zainal menguraikan, bahwa Wali Kota Parepare, Taufan Pawe mengabaikan peraturan menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbud) Nomor 40 tahun 2021.

BeritaTerkait

Kemarau Panjang, Pemkab Pinrang Suplai Air di Dua Desa yang Mulai Kesulitan Air Bersih

Kemarau Panjang, Pemkab Pinrang Suplai Air di Dua Desa yang Mulai Kesulitan Air Bersih

30 September 2026
KPU Sidrap Pantau Pilketos Serentak, Jadi Wahana Pendidikan Demokrasi Siswa

KPU Sidrap Pantau Pilketos Serentak, Jadi Wahana Pendidikan Demokrasi Siswa

30 September 2026
Dukcapil Parepare Imbau Warga Manfaatkan Layanan Resmi, Tak Perlu Calo

Dukcapil Parepare Imbau Warga Manfaatkan Layanan Resmi, Tak Perlu Calo

27 September 2026
Jaga Produksi Pertanian, Bupati Pinrang Tinjau Panen hingga Pompanisasi

Jaga Produksi Pertanian, Bupati Pinrang Tinjau Panen hingga Pompanisasi

24 September 2026

“Pemerintah Kota melanggar dan mengabaikan Permendikbud No 40 tahun 2021 tentang penugasan Guru sebagai kepala sekolah,” urainya.

Sesuai dengan peraturan Permendikbud No 40 Tahun 2021 hal itu tertuang pada Bab II, Pasal 2, ayat (1), point k : berusia paling tinggi 56 (lima puluh enam) tahun pada saat diberi penugasan sebagai kepala sekolah. Bab II  Pasal 2 ayat (1) point c : memiliki sertifikat guru penggerak daBab III Pasal 3, ayat (2), dan ayat (3) antara lain menyebutkan bahwa, pengangkatan kepala sekolah dilaksanakan setelah mendapat rekomendasi dari tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah yang terdiri dari Sekretariat Daerah, Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, dan Pengawas Sekolah.

“Beberapa kepala sekolah yang dilantik pada 2 September lalu, sebagai mana yang dimaksud peraturan menteri di atas (cacat hukum). Sehingga dugaan kemungkinan menjadi penyebab pelanggaran aturan ini mungkin karena, pengaruh atau tekanan dari pihak lain, adanya kepentingan tertentu dan atau mungkin karena suka atau tidak suka,” beber Zainal.

Atas surat di atas Komisi 2 DPRD Kota Parepare, menyoroti tajam hal itu dengan menggelar rapat dengar pendapat (RDP).

Ketua Komisi II DPRD Parepare, Yusuf Lapanna menilai, para guru protes terhadap mutasi yang dilakukan sebab tidak sesuai (cacat hukum) dengan Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021.

Salah satu yang menjadi pembahasan, kata Yusuf dalam RDP itu, terkait dengan mutasi guru yang dilakukan pemerintah kota dalam hal ini dinas pendidikan Kota Parepare.

“Terkait dengan bahasan guru yang berinisial HH, dia dimutasi karena menurut penilaian dinas pendidikan dan BKPSDM. Dia dinonjobkan karena masalah persoalan akhlak dan ada beberapa masalah di sekolahnya,” jelasnya.

Sehingga, dijelaskan Yusuf, guru yang berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) protes karena merasa terzalimi. Oleh karena  itu, menurut pandangan Komisi II DPRD Kota Parepare, diambil perbandingan dengan salah seorang guru yang sempat viral di Kota Parepare.

“Guru PTT protes karena merasa terzalimi, sehingga kami mengambil perbandingan antara guru yang pernah viral itu dengan ibu HH,” pungkasnya.

Yusuf menuturkan, perbandingan itu dengan HH bahwa jelas guru yang viral tersebut mencederai dunia pendidikan, khususnya di Kota Parepare.

“Itu mencederai dunia pendidikan kita terutama Kota Parepare ini karena ada sesuatu hal yang memang kesalahan yang dilakukan. Bahwa hal itu tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.

Yusuf Lapanna menyampaikan, tidak ada sebuah toleransi bagi guru viral tersebut.

Menurutnya, yang diharapkan guru tersebut diberikan peluang dengan membandingkan guru HH. Namun, dikemukakan Yusuf, Kadis Pendidikan dan BKPSDM tidak dapat meyakinkan persoalan mutasi tersebut sebab dinilai adanya suka dan tidak suka.

“Saya melihat pak kadis dengan ibu kadis memberikan penjelasan itu tidak bisa meyakinkan kepada komisi II bahwa ini adalah objektif melihat persoalan ini sehingga kita menganggap apa yang dilakukan mutasi kemarin ini, itu memang ada unsur  like dan dislike di situ,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare, Makmur menyatakan, bahwa status suka dan tidak suka itu tidak ada. Sehingga, dikatakannya, penunjukan kepala sekolah berdasarkan pengalaman yang telah dijalankan oleh guru tersebut.

“Wah tidak ada itu tidak, jadi murni kami melihat. Saya kasiki contoh ibarat mobil kita mau istilahnya cari sopir, kita mau lihat sopir yang tidak pernah bawa mobil atau cari sopir yang pernah bawa mobil,” tuturnya.

“Tentu kita cari yang punya kompeten, yang kami anggap berkompeten bahwa orang yang pernah menjalankan tugas itu. Natau mi itu tugas,” jelasnya.(*)

Reporter:  Faizal Lupphy

Terkait: Pemkot Parepare

Berita Terkait

Tasming Hamid dan Penasihat Menteri Kunjungi Kampung Nelayan Cempae, Warga: Kami Bersyukur

Tasming Hamid dan Penasihat Menteri Kunjungi Kampung Nelayan Cempae, Warga: Kami Bersyukur

Editor: Tohir Muhammad
29 September 2026

...

Ada Aduan di “Lapor Pak Wali”, PKL di Area Fasum Sumpang Ditertibkan

Ada Aduan di “Lapor Pak Wali”, PKL di Area Fasum Sumpang Ditertibkan

Editor: Tohir Muhammad
9 Juli 2026

...

Respons “Gemar”, Para Ayah Ambil Rapor Anak di UPTD SMPN 1 Parepare

Respons “Gemar”, Para Ayah Ambil Rapor Anak di UPTD SMPN 1 Parepare

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 Juni 2026

...

Berita Populer

  • Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukcapil Parepare Imbau Warga Manfaatkan Layanan Resmi, Tak Perlu Calo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanamkan Kedisplinan dan Nilai Agama, Tiga Sekolah di Parepare Ini Kompak Gelar Salat Duha Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masjid Al-Hijrah dan Rumah Tahfidz Muhammadiyah Akan Dibangun di Manisa, Butuhkan Anggaran Rp905 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaga Produksi Pertanian, Bupati Pinrang Tinjau Panen hingga Pompanisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi