• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI: Menggagas Makassar Kota Kita Semua

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 November 2019
di Opini

 

Achmad Zulfikar

(Peneliti di Makassar Development Institute)

Tahun ini kota Makassar kembali memperingati hari ulang tahunnya ke-412. Hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Di tengah gemerlapnya hingar bingar perayaan, sebagai warga Makassar saya justru merasa sepi. Mengapa? Karena peringatan HUT ini masih belum menjadi milik sepenuhnya warga Makassar.

BeritaTerkait

Penggelapan Dana Donasi : Dimana Integritas Mahasiswa?

Penggelapan Dana Donasi : Dimana Integritas Mahasiswa?

3 Oktober 2026
Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

24 September 2026
Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

20 September 2026
Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

16 September 2026

Lalu, pertanyaan selanjutnya, Makassar punya siapa? Inilah pertanyaan yang tepat kita refleksikan ke dalam diri setiap pemangku kepentingan di kota Makassar. Apakah selama ini pemerintah dan segenap pemangku kepentingan telah membangun kota ini berdasarkan kebutuhan warga kota?  Mari kita refleksikan bersama.

*Warga Makassar

Siapa warga Makassar? Dalam arti sempit, warga Makassar adalah orang-orang yang memiliki kartu tanda penduduk dengan domisili Makassar. Sedikit lebih luas mencakup mereka yang beraktivitas di wilayah kota Makassar dan daerah-daerah di sekitarnya. Dalam arti luas, mencakup siapa saja yang tertaut hatinya dengan Makassar, pernah lahir, tinggal dan besar di Makassar atau bahkan merupakan keturunan Makassar walaupun belum pernah berkunjung ke tanah leluhurnya.

Warga Makassar merupakan inti dan jiwa dari kota Makassar. Tanpa warga yang mencintai kotanya, maka kota ini tidak tampak indah walau dihiasi lampu yang gemerlap. Kebutuhan warga Makassar sudah seyogyanya berupaya dipenuhi oleh pengelola kota dalam hal ini pemerintah kota Makassar dengan melibatkan langsung partisipasi masyarakat dan memberi ruang diskusi dan umpan balik agar pembangunan dapat sejalan dengan kebutuhan masyarakat modern.

*Pemuda Makassar

Pemuda hampir selalu muncul di berbagai peristiwa sejarah dunia dan nasional. Hal ini menjadi potensi pemuda yang harus dioptimalkan dan dikembangkan. Beberapa waktu lalu saya menginisiasi diskusi online melalui WhatsApp yang digagas bersama komunitas anak muda, September 2019 lalu.

Dalam kesempatan ini, saya ingin memfokuskan pada apa saja rekomendasi anak muda untuk kota Makassar kita tercinta ini, diantaranya: dibukanya ruang dan kesempatan seluas-luasnya untuk mengakses lapangan kerja dan pengembangan ekonomi kreatif di kota Makassar melalui pusat-pusat kegiatan masyarakat dan pusat keunggulan.

Selain itu, dibutuhkan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan untuk mencapai itu semua, didukung oleh pihak pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Serta partisipasi masyarakat melalui NGO/komunitas/organisasi/yayasan sebagai akselerator untuk mempercepat terwujudnya ruang-ruang dan kesempatan tersebut.

*Diaspora Makassar

Beberapa hari lalu saya membagikan bingkai foto HUT Kota Makassar ke-412 melalui grup WhatsApp keluarga. Tiba-tiba tante saya yang dulu merupakan seorang tentara di Makassar merespons, “Coba kita diundang yang perantau-perantau sudah 50 tahun boleh dong”. Pesan ini dapat dimaknai mereka rindu dengan suasana kampung halaman. Rindu dengan nostalgia masa kecil dan masa mudanya.

Mungkin suara tante saya hanya satu tetapi mewakili perasaan rindu ratusan bahkan ribuan warga Makassar yang tinggal merantau berjarak ratusan dan ribuan kilometer dari Makassar. Mereka rindu “Pulang Kampung” dan disambut dengan layak. Mereka adalah diaspora Makassar yang juga warga Makassar yang kini mungkin sudah berkewarganegaraan asing, atau bahkan sudah membangun generasi di tanah pengharapan mereka. Para perantau ini, mungkin mereka belum siapa-siapa. Mereka mungkin juga masih berjuang di tanah pengharapan yang dituju. Tetapi, mereka adalah bagian warga kota yang hatinya tertaut dengan kota Anging Mammiri.

 

Dalam penutup, tulisan ini izinkan saya merefleksikan betapa semangat gotong royong yang kini dikenal dengan sinergi dan kolaborasi telah pudar di tengah masyarakat kita. Pasca pesta demokrasi tahun 2018 dan 2019 lalu yang menciptakan pemisahan di antara masyarakat berdasarkan kepentingan untuk mendukung pasang calon tertentu. Politik identitas semakin meruncing, sehingga membatasi akses terhadap peluang-peluang kerjasama, bahkan parahnya justru makin memecah belah masyarakat serta mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Oleh karena itu, menuju Pilwali Makassar 2020 yang mengangkat tagline “Pesta Kita Semua”, saya mengajak warga Makassar untuk bersama-sama merayakan keberagaman dan mengedepankan harmoni, karena Makassar Kota Kita Semua dan Pilwali Makassar 2020 adalah Pesta Kita Semua. Mari merekat tali persaudaraan dan memperkokoh nilai-nilai luhur sipakatau, sipakainga dan sipakalekbi yang telah hidup dan terus tumbuh dalam jiwa setiap warga Makassar.  Saya Azkar, Saya Makassar. Maju kota ta, bahagia warga ta. Makassar, Kota Kita Semua. Salamakki. (*)

 

Terkait: Opini

Berita Terkait

Penggelapan Dana Donasi : Dimana Integritas Mahasiswa?

Penggelapan Dana Donasi : Dimana Integritas Mahasiswa?

Editor: Tim Redaksi
3 Oktober 2026

...

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

Editor: Tim Redaksi
24 September 2026

...

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Editor: Tim Redaksi
20 September 2026

...

Berita Populer

  • SMA Negeri 5 Parepare Gelar SEKSOS.COM 2026, Diikuti 270 Pelajar

    SMA Negeri 5 Parepare Gelar SEKSOS.COM 2026, Diikuti 270 Pelajar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jago Berargumen Jadi Modal Peserta Debat SEKSOS.COM 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SEKSOS.COM 2026 Resmi Ditutup, Ini Para Juaranya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompetisi SEKSOS.COM 2026 di SMAN 5 Parepare, Puluhan Siswa Lolos Semifinal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Pertama SEKSOS.COM 2026 SMA Negeri 5 Parepare, Ratusan Peserta dari Sulsel-Sulbar Ikuti Registrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi