• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 13 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI : Pendidikan Gratis tapi Bayar

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
15 Mei 2018
di Opini, Pendidikan
Pendidikan Gratis

Oleh : Ali Imran, Mahasiswa Komunikasi dan Dakwah IAIN Parepare

OPINI, PIJARNEWS.COM — Pendidikan merupakan hak bagi setiap warga sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) Pasal 31 ayat (1) yang berbunyi, “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan,” dan Pasal 31 ayat (2) yang berbunyi “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.”

Jika dilihat secara sepintas, semua anak Indonesia telah mendapat haknya atas pendidikan. Namun realita, tidak selamanya indah.

Masih banyak diantara mereka yang tidak mendapatkan pendidikan, bukan karena mereka malas, atau karena sudah cerdas.

Tetapi mereka tidak bisa mengikuti pendidikan karena keterbatasan biaya. Hal ini tentu tidak sesuai dengan UUD dan merupakan masalah yang harus diselesaikan oleh pemerintah.

Berita Terkait

Wali Kota Parepare Salurkan BSM dan Beasiswa Berprestasi, Komitmen Bangun SDM Unggul

Terima Aksi, Wakil Ketua DPRD Pinrang Janji Kawal Perbaikan Pendidikan

Pengurus Lapekom Raker, Siap Dorong Inovasi Pendidikan Parepare

Lapekom Rapat Persiapan Musyawarah Yayasan Pengurus 2025-2030

Kebanyakan dari mereka yang tidak menempuh pendidikan merupakan anak jalanan yang mengadukan nasibnya di pasar dan perkotaan.

Ada diantara mereka yang bekerja sebagai buruh di pasar, ada pula yang yang jadi pengamen di pasar malam. Hal ini tidak sesuai dengan UUD 1945 pasal 34 menerangkan bahwa, “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.”

Di Kota Parepare, Sulawesi Selatan misalnya, penulis memantau ada puluhan anak putus sekolah. Mereka umumnya menjadi penjual kantongan plastik di sekitar areal penjualan ikan dan sayur-mayur di Pasar Sentral Lakessi dan Pasar Senggol Parepare.

Yang lebih memprihatinkan, karena sebagian wilayah perkotaan dipenuhi gemerlap lampu hias. Sehingga terkesan pembangunan hanya mengutamakan estetika kota dengan biaya yang tentunya tidak sedikit.

Disaat banyaknya pengunjung dari luar kota yang datang ke Parepare menikmati keindahan fisik Kota Parepare, disaat itu juga ada anak-anak terlantar dan anak jalanan hanya menggigit jari, mengetuk pintu mobil pengendara dengan berkarya melalui suara demi mendapat rupiah guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

Terpampang nyata hampir di depan setiap sekolah spanduk berukuran 2X1 yang bertuliskan, “Sekolah ini menyelenggarakan pendidikan gratis.” Pertanyaan yang timbul kemudian adalah, kenapa masih banyak anak-anak yang putus sekolah. Jika dilihat secara kasat mata, memang betul semua sekolah negeri telah menerapkan pendidikan gratis, akan tetapi bukankah buku sekolah dan seragam sekolah harus dibeli. Bagi anak-anak putus sekolah yang hanya mengadukan nasibnya di jalanan, tentu merasa berat dengan kewajiban ini. Bagaimana tidak, kebutuhan sehari-hari mereka saja belum terpenuhi secara optimal, apalagi harus membeli seragam sekolah dan buku sekolah. Kalau hal ini sudah terjadi, yang semestinya ditulis di spanduk yang terpajang disekolah adalah “Pendidikan Gratis tapi Bayar.”

Hal ini tentu berakibat buruk bagi bangsa dan negara karena anak-anak merupakan aset negara yang sangat berharga. Mereka yang akan melanjutkan pembangunan bangsa, mereka yang akan memakmurkan negeri. Lantas, bagaimana mungkin mereka dianggap sebagai generasi pelanjut sedangkan sebagian besar dari mereka tidak mempunyai pendidikan. Yang ada nantinya adalah hanya angka kriminalitas dan pengangguran yang semakin tinggi.

Tentu ini merupakan bagian pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Maka dari itu, perlu adanya komitmen dari berbagai pihak untuk bersama-sama menjalankan UUD sesuai dengan perannya masing-masing. Pemerintah lebih memperhatikan nasib anak jalanan, warga yang berkecukupan bisa membantu mereka yang kurang mampu. Tidak lepas pula, motivasi untuk mereka harus selalu dibangkitkan agar mereka mempunyai semangat belajar dan mau mengikuti pendidikan. (*)

Terkait: PemerintahPendidikanUUD

TerkaitBerita

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Legitimasi Agama dan Bahaya Provokasi Umat Islam

Editor: Muhammad Tohir
8 Maret 2026

...

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

...

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Ramadan 1447H

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

BeritaTerkini

Pelayanan Publik 2025,Parepare Raih Opini Kualitas Tinggi dari Ombudsman RI

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Imigrasi Parepare Raih penghargaan Sangat Baik Opini Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025.

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolres Sidrap: Persiapan Matang Sangat Dibutuhkan

Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolres Sidrap: Persiapan Matang Sangat Dibutuhkan

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Panen Bersama Petani di Lasiwala, Bupati Sidrap Mengaku Terharu Karena Ini

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Berbagi di IWD 2026, Koalisi Perempuan Indonesia dan PWI Pangkep Gaungkan Pesan Perlindungan Perempuan

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan