• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI: “Prestasi” Utang Luar Negeri Indonesia: Jebakan Kapitalisme Global

Editor: Tohir Muhammad
2 November 2020
di Opini
Yuliati

Oleh : Yuliyati Sambas, S.Pt Pegiat Literasi Komunitas Penulis Bela Islam AMK

OPINI–Jebakan merupakan satu istilah yang mengandung makna buruk. Berdasakan KBBI ia berarti alat (rayuan dan sebagainya) yang digunakan untuk memikat atau melemahkan musuh dan sebagainya. Dan apa yang terjadi hari ini, bahwa sesungguhnya Indonesia telah masuk jebakan yang diciptakan kapitalisme global. Terperosok dalam jurang utang yang demikian menganga, namun tetap dipandang sebuah kondisi prestatif.

Di saat Indonesia masuk dalam daftar 10 negara dengan Utang Luar Negeri (ULN) terbesar sedunia, Menteri Keuangan Indonesia justru didaulat sebagai Menteri Keuangan terbaik dunia. Hal demikian dijelaskan oleh Kemenkeu sendiri karena laporan Bank Dunia itu tidak menyertakan negara-negara maju, melainkan hanya negara-negara dengan kategori berpendapatan kecil dan menengah. Juga dengan alasan bahwa ULN yang dimaksud tidak murni ULN pemerintah. Namun juga diselipi ULN dari BI, BUMN dan swasta. (ekonomi.bisnis.com, 14 Oktober 2020).

Sungguh amat kontradiktif, banyaknya utang dipandang sebagai prestasi yang layak dikagumi. Nalar sehat tentu akan berpikir, ‘ada apa ini?’. Maka tak mengherankan ketika sebagian politisi senior angkat bicara terkait hal ini.

Salah satunya datang dari Fadli Zon (anggota DPR fraksi Gerindra) dimana realitanya saat ini perekonomian di Indonesia semakin sulit. Nilai tukar rupiah pun kian melemah, di samping utang negara yang terus menumpuk. Bahkan Rizal Ramli (pakar ekonomi dan politikus Indonesia) berkomentar seperti ini, “Nah saya mengatakan begini, mungkin penilaian ini dari satu komunitas masyarakat asing dilihat dari luar mungkin saja memang benar bahwa menteri keuangan kita itu adalah menteri keuangan terbaik di mata asing bukan di mata rakyat Indonesia,” pungkasnya. (Tribunnews.com, 17/10/2020)

BeritaTerkait

Keberpihakan Negara Diuji dalam Sengketa Warga VS Perusahaan

Keberpihakan Negara Diuji dalam Sengketa Warga VS Perusahaan

6 November 2026
Kiprah Santri di Pentas Nasional

Kiprah Santri di Pentas Nasional

21 Oktober 2026
Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

20 Oktober 2026
Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

13 Oktober 2026

Jika mau jujur melihat kondisi yang ada, tentu semua akan mengatakan bahwa negeri ini tidak sedang baik-baik saja. Ada demikian banyak PR pemerintah terkait berbagai problem yang tengah membelit negeri. Salah satunya dari persoalan ekonomi. ULN yang terus meningkat, dimana per Agustus 2020 ini tercatat Rp6.076,9 triliun (kurs Rp14.700). (KOMPAS.com, 15/10/2020). Itu level makro.

Apa yang terjadi di level mikro jauh lebih memprihatinkan. Banyaknya rakyat miskin yang terus bertambah. Terlebih ketika ujian pandemi disikapi dengan kebijakan yang tidak tepat. Hal itu semakin menghimpit kehidupan rakyat kecil. Tingkat kesejahteraan kian mengkhawatirkan, kebutuhan hidup makin sulit dijangkau. Pangan, sandang dan papan. Begitupun dengan pendidikan dan kesehatan.

Distribusi harta kekayaan demikian timpang. Si kaya makin kaya, sementara kebanyakan rakyat miskin tetap berada di posisinya, bahkan justru kian terpuruk.

Hal ini menghasilkan dampak lanjutan berupa meningkatnya problem kriminalitas. Padahal aset bangsa berupa harta kekayaan alam demikian melimpah. Namun tak sampai bisa dikecap manfaatnya oleh rakyat banyak.

Menkeu sendiri menyadari bahwa keruwetan yang terjadi salah satunya disebabkan warisan utang dari para penjajah. Di masa awal kemerdekaan, kolonial Belanda tercatat telah mewariskan utang demikian banyak. Sebesar US$ 1,13 miliar setara dengan Rp16,6 triliun (kurs Rp14.700). Ditambah dengan warisan berupa kondisi ekonomi yang rusak parah.

Laman 1 dari 2
12Selanjutnya
Terkait: HutangKapitalismeOpini

Berita Terkait

Keberpihakan Negara Diuji dalam Sengketa Warga VS Perusahaan

Keberpihakan Negara Diuji dalam Sengketa Warga VS Perusahaan

Editor: Tim Redaksi
6 November 2026

...

Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Editor: Tim Redaksi
20 Oktober 2026

...

Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

Editor: Tim Redaksi
13 Oktober 2026

...

Berita Populer

  • PGRI Sidrap Bidik Nasional Usai Loloskan Perwakilan di Semua Tingkatan Lomba AGP Sulsel

    PGRI Sidrap Bidik Nasional Usai Loloskan Perwakilan di Semua Tingkatan Lomba AGP Sulsel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dosen IAIN Parepare Terpilih sebagai Panelis MU’TAMAD 2026 di Pesantren Lirboyo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Sidrap Tinjau Perbaikan Jalan Lorong Amparita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PGRI Bacukiki Barat Gelar Konkercab I 2026 di SMAN 5 Parepare, Perkuat Solidaritas dan Profesionalisme Guru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Parepare Lantik 18 Pejabat, Ini Nama-namanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi