• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI : Wajah Buruk Hukum Keadilan dalam Gerhana

Editor: Alfiansyah Anwar
25 Juni 2020
di Opini
Nasir Dollo

Oleh : M Nasir Dollo SH, MH*

Nasir Dollo
Oleh : M Nasir Dollo*

Hal lain yang kian menguras kepercayaan publik terhadap penegakkan hukum, setiap perkara Novel muncul kepermukaan, selalu diiringi dengan perkara “sarang burung walet tahun 2004”. Pertanyaan mendasar yang mesti dijawab dengan jujur, bila terdapat cukup bukti Novel terlibat dalam penganiayaan perkara sarang burung walet, mengapa pada saat itu tidak diproses hukum sebagai mana mestinya, namun justru dipromosikan menjadi penyidik KPK yang handal dan berintegritas tinggi.

Tapi bila Novel tidak cukup bukti terlibat dalam penganiayaan perkara sarang burung walet, justru mengapa mesti dipaksakan sebagai pihak yang mesti bertanggungjawab. Bukankan realisasi seperti ini adalah dapat menimbulkan dugaan masyarakat “hukum mana suka keadilan dalam gerhana”.

Bila korban kejahatan sekelas Novel Baswedan yang tugas dan tanggung jawabnya begitu besar untuk memberantas perkara korupsi yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, proses hukum pelakunya/terdakwanya kurang mencerminkan keadilan masyarakat. Maka akan timbul pertanyaan mendasar bagaimana bila korban kejahatan itu hanya masyarakat miskin yang tidak memiliki rupiah yang jumlahnya miliaran, terlebih lagi jauh dari pengaruh kekuasaan, apakah mungkin akan mendapatkan keadilan yang sepatutnya. Bila dunia hukum menampakan wajah buruk, maka hal itu menjadi pertanda wibawa negara bersujud. Bukankah diantara kewajiban negara memberikan perlindungan dan rasa keadilan kepada seluruh rakyat bangsa ini dan bukan tugas dan tanggungjawab penegakkan hukum itu adalah tugas negara yang begitu mulia. (Bersambung)

*Penulis adalah Ketua LBH NU dan Ketua YLBH Sunan Parepare

BeritaTerkait

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

29 Agustus 2026
Gen Z,  Hegemoni Kapitalisme, dan Industri Kebahagiaan Semu

Gen Z, Hegemoni Kapitalisme, dan Industri Kebahagiaan Semu

26 Agustus 2026
Kantor DPRD Dibakar : Saluran Demokrasi Buntu?

Kantor DPRD Dibakar : Saluran Demokrasi Buntu?

26 Agustus 2026
Antrean Mengular di Daerah Kaya Minyak: Menyoroti Gagalnya Tata Kelola dan Solusi Hakiki

Antrean Mengular di Daerah Kaya Minyak: Menyoroti Gagalnya Tata Kelola dan Solusi Hakiki

19 Agustus 2026

 

Laman 2 dari 2
sebelumnya12
Terkait: KPKNovel Baswedan

BeritaTerkait

Rakor Bersama KPK, Bupati Irwan Minta OPD Pinrang Perkuat Pencegahan Korupsi

Rakor Bersama KPK, Bupati Irwan Minta OPD Pinrang Perkuat Pencegahan Korupsi

Editor: Tohir Muhammad
28 Juli 2026

...

Benahi Instansi, Imigrasi Gandeng Komisi Pemberantasan Korupsi

Benahi Instansi, Imigrasi Gandeng Komisi Pemberantasan Korupsi

Editor: Tohir Muhammad
2 Juli 2026

...

Disaksikan Kasatgas KPK, Pemkot Parepare Perkuat Kolaborasi APIP dan APH Cegah Korupsi

Editor: Tohir Muhammad
2 Desember 2025

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi