• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Ekonomi

Pasar Lakessi Lesu, Pejabat Bilang Begini

Editor: Tim Redaksi
31 Desember 2017
di Ekonomi, Sulselbar
Aktivitas ekonomi di Pasar Lakessi sepanjang 2017 yang lesu menjadi bahasan dalam Dialog Publik Proyeksi Ekonomi Bisnis Parepare 2018 Peluang dan Tantangan yang dilaksanakan pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Parepare

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Aktivitas ekonomi di Pasar Lakessi sepanjang 2017 yang lesu menjadi bahasan dalam Dialog Publik Proyeksi Ekonomi Bisnis Parepare 2018 Peluang dan Tantangan yang dilaksanakan pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Parepare, Sabtu (30/12) di Hotel Bukit Kenari.
Tampil sebagai pemateri, Plt Sekkot Parepare, Iwan Asaad, Andi Nataluddin dan Presidium KAHMI Gusti Girmansyah.

Saharuddin salah seorang peserta dialog menyoroti peran pemerintah dalam memajukan Usaha Kecil Menengah Mikro di Parepare. “Saya mempertanyakan peran apa yang selama ini dilakukan pemerintah dalam memajukan ekonomi, karena saya menilai pemerintah hanya sibuk mengurus fisik dan tidak ada upaya memfasilitasi masyarakat dalam meningkatkan ekonomi,” kata alumni STAIN Parepare ini.

Muhlis Farid Abdullah salah seorang peserta mempertanyakan indikator 7 persen pertumbuhan ekonomi Parepare. Sementara Pasar Lakessi yang menjadi denyut nadi perkonomian Parepare lesu. “Dari segi mananya pencapaian itu karena penjual di Lakessi mengeluh, pemasukan sepi,” katanya.

Hal senada juga dikemukakan Baktiar Abubakar yang menyebutkan pedagang Lakessi mengeluh transaksi menurun. “Sebenarnya potensi di Parepare yang bisa dikembangkan adalah industri kreatif, tetapi pelaku usaha bertanya kalau sudah dibuat dikemanakan kalau dijual, ini lagi kendalanya,” kata Baktiar Abubakar.

BeritaTerkait

KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

26 September 2026
Puluhan Warga Pinrang Manfaatkan Layanan PaspoRia di Car Free Day Lansirang Park

Puluhan Warga Pinrang Manfaatkan Layanan PaspoRia di Car Free Day Lansirang Park

20 September 2026
Limbah Pupuk Cair Kotoran Ayam Kini Bisa Diolah Menjadi Bio Tablet Ramah Lingkungan di Desa Bontosunggu

Limbah Pupuk Cair Kotoran Ayam Kini Bisa Diolah Menjadi Bio Tablet Ramah Lingkungan di Desa Bontosunggu

20 September 2026
Dosen Unhas Latih Kelompok Peternak Auliah Unggas Olah Kotoran Ayam Jadi Pupuk Organik Cair

Dosen Unhas Latih Kelompok Peternak Auliah Unggas Olah Kotoran Ayam Jadi Pupuk Organik Cair

16 September 2026

Sementara itu anggota Presidium KAHMI lainnya Amran Ambar mengatakan, yang perlu di Parepare bagaimana melahirkan entrepreneurship. “Saya yakin 3 persen saja orang Parepare yang berjiwa entrepreneur, maka Parepare akan berjaya,” katanya. Soal pembangunan yang tidak menyentuh masyarakat karena tugas utama pemerintah hanya menstimulasi masyarakat dengan kemampuan terbatas. “Sekarang bagaimana masyarakat menggunakan kecanggihan teknologi dan tidak perlu lagi banyak tenaga dan buka lapak, sisa laptop saja,” katanya.

Plt Sekkot Parepare, Iwan Asaad menegaskan, Pemkot dengan teori telapak kaki yang digagas wali kota adalah membangun prasarana perkotaan sehingga mendorong orang untuk datang ke Parepare. Termasuk industri tanpa cerobong asap. “Misalnya konsep industri pariwisata dengan tujuan wisata misalnya bagaimana Parepare menjadi kota wisata kuliner,” katanya.

Soal pembangunan infrastruktur itu memang menjadi kewajiban pemerintah. “Namun semua berdasarkan usulan masyarakat melalui Musrenbang,” katanya. Iwan juga mengungkap 2018 mendatang Pemkot akan memberlakukan sistem e planning. “Jadi semua transaksi keuangan melalui rekening, tidak adalagi penyerahan secara langsung sebagai bentuk transparansi,” katanya. Kepala Bapedda Parepare ini juga menegaskan kelesuan Pasar tidak hanya di Parepare tapi hampir seluruh Indonesia. “Itu karena perubahan pola prilaku konsumsi masyarakat. Kalau di pasar Lakessi pedagang punya los kalau mau maju juga harus restorasi dengan melakukan penjualan sistem onlineshop,” katanya.

Kendati demikian, kata Iwan, Pemkot tidak bisa menyimpulkan bahwa tidak ada masalah di Lakessi. “Makanya melalui dana insentif daerah akan dibuat pasar basah dan membongkar bagian belakang Gerbang Niaga untuk diratakan, karena kalau pasar bagian belakang berfungsi pembeli cenderung tidak ke pasar induk, tapi semua akan dibenahi Pemkot,” pungkasnya. (arb/asw)

Terkait: Kahmi PareparePareparePasar Lakessi PareparePemkot Parepare

Berita Terkait

Tasming Hamid dan Penasihat Menteri Kunjungi Kampung Nelayan Cempae, Warga: Kami Bersyukur

Tasming Hamid dan Penasihat Menteri Kunjungi Kampung Nelayan Cempae, Warga: Kami Bersyukur

Editor: Tohir Muhammad
29 September 2026

...

Dukcapil Parepare Imbau Warga Manfaatkan Layanan Resmi, Tak Perlu Calo

Dukcapil Parepare Imbau Warga Manfaatkan Layanan Resmi, Tak Perlu Calo

Editor: Tohir Muhammad
27 September 2026

...

Sambut Kontingen Jambore Nasional 2026, Tasming Hamid Tegaskan Pramuka Punya Kontribusi Penting

Sambut Kontingen Jambore Nasional 2026, Tasming Hamid Tegaskan Pramuka Punya Kontribusi Penting

Editor: Tohir Muhammad
25 September 2026

...

Berita Populer

  • Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukcapil Parepare Imbau Warga Manfaatkan Layanan Resmi, Tak Perlu Calo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanamkan Kedisplinan dan Nilai Agama, Tiga Sekolah di Parepare Ini Kompak Gelar Salat Duha Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masjid Al-Hijrah dan Rumah Tahfidz Muhammadiyah Akan Dibangun di Manisa, Butuhkan Anggaran Rp905 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaga Produksi Pertanian, Bupati Pinrang Tinjau Panen hingga Pompanisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi