• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Pesawat Baling-baling Kayu Buatan Putra Pinrang Akhirnya Bisa Terbang

Editor: Alfiansyah Anwar
16 Januari 2020
di Sulselbar
Pesawat Baling-baling Kayu Buatan Putra Pinrang Akhirnya Bisa Terbang

Pesawat baling-baling kayu karya Haerul, putra asal Pinrang.

PINRANG, PIJARNEWS.COM — Atas kegigihan dan keuletannya, seorang montir asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan berhasil membuat pesawat terbang jenis ultra light.

Uniknya, pria yang tidak tamat sekolah dasar tersebut mengerjakan pembuatan pesawat selama dua bulan bersama dua rekan kerjanya. Baling-baling pesawat pun beda dari yang lainnya. Jika biasanya baling-baling pesawat terbuat dari besi, maka pesawat ini terbuat dari baling-baling kayu.  

Pesawat jenis ultra light yang dirakit dari barang bekas ini dibuat dan diterbangkan seorang montir sepeda motor bernama Haerul.

Haerul sedang menerbangkan pesawat buatnnya.

Pria yang mengaku hanya mengeyam pendidikan formal hingga kelas lima sekolah dasar ini berhasil membuat pesawat dan menerbangkannya ke udara selama 20 menit. Uji coba penerbangan yang direkam warga tersebut dilakukan di atas laut Ujung Tape, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan pada Rabu, (15/1/2020).

BeritaTerkait

Gelar Musyda Tarjih, Muhammadiyah Makassar Tegaskan Ustaz AI Tak Bisa Gantikan Ulama

Gelar Musyda Tarjih, Muhammadiyah Makassar Tegaskan Ustaz AI Tak Bisa Gantikan Ulama

19 Oktober 2026
Wali Kota Parepare: Lulusan ITH Harus Berdampak bagi Masyarakat

Wali Kota Parepare: Lulusan ITH Harus Berdampak bagi Masyarakat

17 Oktober 2026
Lima Mahasiswa KPI STAIN Majene Jalani PPL di Pijarnews.com Parepare

Lima Mahasiswa KPI STAIN Majene Jalani PPL di Pijarnews.com Parepare

14 Oktober 2026
PWM SulSel Lantik Pimpinan Baru Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Periode 2026–2030

PWM SulSel Lantik Pimpinan Baru Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Periode 2026–2030

13 Oktober 2026

Pesawat itu berhasil diterbangkan setelah bagian mesin dipindahkan ke bagian depan pilot. “Sebelumnya, mesinnya berada di belakang pilot,” kata Haerul kepada wartawan, Kamis (16/1/2020).

Haerul, perakit pesawat sekaligus menjadi pilotnya.

Pesawat terbang buatan Haerul ini telah empat kali gagal terbang. Selain uji coba di sekitar pantai, pernah sekali diuji coba di Tanah Lapang di Malimpung, Kecamatan Patampanua. 

Namun setelah dimodifikasi dengan berguru pada pembuatan pesawat di youtube, maka akhirnya pesawat sederhana dari barang bekas itu bisa terbang setinggi 10 meter.

Uniknya, pesawat terbang jenis ultra light itu dipiloti langsung oleh Haerul yang merakit pesawat itu. Dalam vidio terlihat Haerul mengenakan helm sepeda motor saat menerbangkan pesawat mirip helicopter mini tersebut. Uji coba penerbanganya selama 20 menit. Pesawat tersebut berputar di atas laut Ujung Tape disaksikan sejumlah warga dengan cara merekam dan memberi semangat kepada Haerul.

Keunikan lain dari pesawat buatan Haerul ini karena mengunakan baling-baling dari kayu. “Saya ikut memegang sendiri baling-baling kayu pesawat tersebut,” ujar Suardi, seorang jurnalis tv swasta nasional saat menceritakanya ke PIJARNEWS. 

 Haerul mengatakan, sebelumnya, pesawat yang rakit itu tidak dapat terbang tinggi, karena berat pada bagian kanan pesawat. Sehingga setiap kali di uji coba, pesawat tersebut terbang kemudian miring.

Saat mesin dipindahkan ke bagian depan pilot, pesawat akhirnya bisa mengudara di atas laut Ujung Tape. Ini setelag diuji coba kelima kalinya.
 
Haerul yang sehari harinya bekerja sebagai montir sepeda motor, merakit pesawat terbang jenis ultra light ini. Pengerjaannya dilakukan selama dua bulan bersama dua rekannya.

Dari perakitan itu, Haerul menghabiskan dana Rp35 juta rupiah. Uang tersebut berasal dari hasil keuntungannya memperbaiki motor pelanggannya.

Mesin yang digunakan pesawat jenis ultra light ini dari mesin motor sport bekas Kawazaki Ninja RR 150 CC. Sedangkan rodanya terbuat dari ban bekas gerobak. Sayapnya pun dibungkus dengan parasut pembungkus mobil. (srd/alf)

 

Terkait: HaerulPesawat Baling-baling Kayuultralight

Berita Terkait

Unhas Uji Coba Bergerak Pesawat Haerul di Bandara Malimpung

Unhas Uji Coba Bergerak Pesawat Haerul di Bandara Malimpung

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Desember 2022

...

Nobar haerul

Haerul Perakit Pesawat Tampil di Hitam Putih, Warga Pallameang Ramai-ramai Gelar Nobar

Editor: Alfiansyah Anwar
23 Januari 2020

...

Berita Populer

  • Akibat Kabut Asap Sekolah Daring 2 Hari di Parepare, KBM Tatap Muka Dievaluasi

    Akibat Kabut Asap Sekolah Daring 2 Hari di Parepare, KBM Tatap Muka Dievaluasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ITH Parepare Gelar Wisuda Perdana, 79 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Selimuti Parepare, BPBD Catat 71 Hektare Lahan Terbakar Sejak Juli

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Mahasiswa KPI STAIN Majene Jalani PPL di Pijarnews.com Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Parepare Lantik 18 Pejabat, Ini Nama-namanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi