• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 27 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Profil dan Karier Prof Muliati: Dari Anak Petani, Guru MAN 15 Tahun, Hingga Menjadi Guru Besar

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
11 Februari 2026
di IAIN Parepare

PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Nama Prof. Dr. Hj. Muliati, M.Ag kini tercatat sebagai salah satu guru besar perempuan inspiratif di IAIN Parepare. Pencapaian jabatan fungsional tertinggi di dunia akademik ini tentu bukan perjalanan instan. Ia memulai segalanya dari nol, bermodalkan kedisiplinan, pengalaman organisasi, dan tekad kuat sebagai anak petani.

Prof. Muliati lahir di Desa Sempang, Kabupaten Pinrang, pada 31 Desember 1960. Ia merupakan anak kedelapan dari 11 bersaudara. Meski berasal dari keluarga sederhana, kedua orang tuanya selalu menanamkan prinsip bahwa ilmu adalah harta yang tidak akan habis, meskipun dibagikan kepada orang lain.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN 112 Pinrang dan tamat pada tahun 1973. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Pendidikan Guru Agama (PGA) 4 Tahun di Pinrang, kemudian melanjutkan ke PGAN di Kota Parepare. Pada masa itu, PGA merupakan lembaga pendidikan menengah kejuruan keagamaan negeri yang bertujuan mencetak calon guru agama Islam, yang kini telah beralih menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN).

Karakter disiplin Prof. Muliati mulai terbentuk sejak masa kuliah di IAIN Alauddin Ujung Pandang, yang kini menjadi UIN Alauddin Makassar. Pada semester tiga, ia menjadi perempuan kedua di angkatannya yang bergabung dalam Resimen Mahasiswa (Menwa).

“Disiplin saya sebenarnya terbentuk dari situ. Tepat waktu, bahkan cara makan pun diatur. Pelatihannya sangat berat di Pakatto, tetapi di situlah saya belajar memaknai kehidupan,” kenangnya.

Berita Terkait

498 Mahasiswa PPG IAIN Parepare Lulus UP, Tingkat Kelulusan Capai 99,60%

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Jurnal Banco IAIN Parepare Resmi Terindeks Scopus

Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan LPPM IAIN Parepare Lulus 2 Tahun 7 Bulan dengan IPK 4.00 di UNM

Selain aktif di Menwa, ia juga terlibat dalam Palang Merah Indonesia (PMI), organisasi IMDI, serta pernah menjabat sebagai Ketua Seksi Keputrian di Senat Mahasiswa.

Setelah menyelesaikan studi S1 pada tahun 1987, Prof. Muliati tidak langsung menjadi dosen tetap. Ia memulai karier akademiknya sebagai asisten dosen di Universitas Muslim Indonesia (UMI) selama tiga tahun. Saat itu, ia menjadi asisten Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., yang kini menjabat sebagai Menteri Agama RI.

“Saya pernah menjadi asisten beliau di UMI. Beliau kakak senior saya. Sampai sekarang, kalau bertemu, beliau masih mengingat nama saya,” tuturnya.

Pada tahun 1991, ia diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan mengabdi sebagai guru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) selama kurang lebih 15 tahun. Setelah itu, pada tahun 2005, ia beralih tugas menjadi dosen di STAI DDI, dan pada tahun 2010 resmi bergabung sebagai dosen di IAIN Parepare.

Prof. Muliati dikenal memiliki etos kerja tinggi dalam menempuh pendidikan lanjut. Ia berhasil menyelesaikan program Magister (S2) di Universitas Muslim Indonesia dalam waktu kurang dari dua tahun.

Selanjutnya, ia menempuh pendidikan Doktoral (S3) di UIN Alauddin Makassar dan berhasil menyelesaikannya dalam waktu kurang dari tiga tahun, bahkan menjadi salah satu lulusan tercepat di angkatannya.

“Saya menyelesaikan S2 kurang dari dua tahun, dan S3 kurang dari tiga tahun. Itu semua berkat kerja keras dan disiplin,” ujarnya.

Meski perjalanan akademiknya terbilang cepat, jalan menuju gelar profesor tidaklah mudah. Prof. Muliati mengaku harus melalui berbagai tantangan berat. Usulan guru besar pertamanya pada tahun 2013 sempat tertunda karena persoalan kesesuaian bidang kepakaran.

Ia juga harus menjalani ujian kompetensi yang ketat di kementerian, yang menuntut persiapan intensif.

“Dalam ujian kompetensi itu banyak yang sampai menangis. Saya belajar hampir sebulan penuh untuk mempersiapkan semuanya,” ungkapnya.

Kini, sebagai Guru Besar dalam bidang Teologi Islam di IAIN Parepare, Prof. Muliati menjadi salah satu sosok penting dalam upaya transformasi kampus menuju UIN Anre Gurutta Kiai Ambo Dalle. Baginya, gelar profesor bukanlah simbol kebanggaan semata, melainkan amanah untuk terus meningkatkan dedikasi kepada almamater dan masyarakat.

Reporter: Faizal Lupphy

Terkait: Guru BesarIAIN Parepareprof.muliati

TerkaitBerita

498 Mahasiswa PPG IAIN Parepare Lulus UP, Tingkat Kelulusan Capai 99,60%

498 Mahasiswa PPG IAIN Parepare Lulus UP, Tingkat Kelulusan Capai 99,60%

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

...

Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan LPPM IAIN Parepare Lulus 2 Tahun 7 Bulan dengan IPK 4.00 di UNM

Jurnal Banco IAIN Parepare Resmi Terindeks Scopus

Editor: Muhammad Tohir
14 Maret 2026

...

Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan LPPM IAIN Parepare Lulus 2 Tahun 7 Bulan dengan IPK 4.00 di UNM

Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan LPPM IAIN Parepare Lulus 2 Tahun 7 Bulan dengan IPK 4.00 di UNM

Editor: Muhammad Tohir
13 Maret 2026

...

FAKSHI Gandeng KUA Ujung Gelar Bimbingan Remaja Usia Nikah

FAKSHI Gandeng KUA Ujung Gelar Bimbingan Remaja Usia Nikah

Editor: Muhammad Tohir
13 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Momen PSBM 2026, Bupati Ungkap Rahasia Pertumbuhan Ekonomi Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Maret 2026

Wabup Sidrap dan Wabup Bone Ziarah Makam Raja Bone ke-10 di Tellu Limpoe

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

86 Peserta Bersaing Masuk Paskibraka Sidrap 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan