• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 7 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Advertorial IAIN Parepare

Profil dan Karier Prof Muliati: Dari Anak Petani, Guru MAN 15 Tahun, Hingga Menjadi Guru Besar

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
11 Februari 2026
di IAIN Parepare

PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Nama Prof. Dr. Hj. Muliati, M.Ag kini tercatat sebagai salah satu guru besar perempuan inspiratif di IAIN Parepare. Pencapaian jabatan fungsional tertinggi di dunia akademik ini tentu bukan perjalanan instan. Ia memulai segalanya dari nol, bermodalkan kedisiplinan, pengalaman organisasi, dan tekad kuat sebagai anak petani.

Prof. Muliati lahir di Desa Sempang, Kabupaten Pinrang, pada 31 Desember 1960. Ia merupakan anak kedelapan dari 11 bersaudara. Meski berasal dari keluarga sederhana, kedua orang tuanya selalu menanamkan prinsip bahwa ilmu adalah harta yang tidak akan habis, meskipun dibagikan kepada orang lain.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN 112 Pinrang dan tamat pada tahun 1973. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Pendidikan Guru Agama (PGA) 4 Tahun di Pinrang, kemudian melanjutkan ke PGAN di Kota Parepare. Pada masa itu, PGA merupakan lembaga pendidikan menengah kejuruan keagamaan negeri yang bertujuan mencetak calon guru agama Islam, yang kini telah beralih menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN).

Karakter disiplin Prof. Muliati mulai terbentuk sejak masa kuliah di IAIN Alauddin Ujung Pandang, yang kini menjadi UIN Alauddin Makassar. Pada semester tiga, ia menjadi perempuan kedua di angkatannya yang bergabung dalam Resimen Mahasiswa (Menwa).

Berita Terkait

PBI BPJS Tukang Es Dicabut, Dimana Keberpihakan Negara?

Pesan Warek III IAIN Parepare ke Pengurus DEMA Baru: Jangan Cuma Seremoni, Fokus Kualitas!

Satu-satunya Ahli Fikih Munakahat, Prof Rahmawati Ukir Sejarah Jadi Guru Besar IAIN Parepare

Kisah Inspiratif Prof Darma: 28 Tahun Mengabdi, Empat Malam “Mati Lampu” Demi Gelar Guru Besar

“Disiplin saya sebenarnya terbentuk dari situ. Tepat waktu, bahkan cara makan pun diatur. Pelatihannya sangat berat di Pakatto, tetapi di situlah saya belajar memaknai kehidupan,” kenangnya.

Selain aktif di Menwa, ia juga terlibat dalam Palang Merah Indonesia (PMI), organisasi IMDI, serta pernah menjabat sebagai Ketua Seksi Keputrian di Senat Mahasiswa.

Setelah menyelesaikan studi S1 pada tahun 1987, Prof. Muliati tidak langsung menjadi dosen tetap. Ia memulai karier akademiknya sebagai asisten dosen di Universitas Muslim Indonesia (UMI) selama tiga tahun. Saat itu, ia menjadi asisten Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., yang kini menjabat sebagai Menteri Agama RI.

“Saya pernah menjadi asisten beliau di UMI. Beliau kakak senior saya. Sampai sekarang, kalau bertemu, beliau masih mengingat nama saya,” tuturnya.

Pada tahun 1991, ia diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan mengabdi sebagai guru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) selama kurang lebih 15 tahun. Setelah itu, pada tahun 2005, ia beralih tugas menjadi dosen di STAI DDI, dan pada tahun 2010 resmi bergabung sebagai dosen di IAIN Parepare.

Prof. Muliati dikenal memiliki etos kerja tinggi dalam menempuh pendidikan lanjut. Ia berhasil menyelesaikan program Magister (S2) di Universitas Muslim Indonesia dalam waktu kurang dari dua tahun.

Selanjutnya, ia menempuh pendidikan Doktoral (S3) di UIN Alauddin Makassar dan berhasil menyelesaikannya dalam waktu kurang dari tiga tahun, bahkan menjadi salah satu lulusan tercepat di angkatannya.

“Saya menyelesaikan S2 kurang dari dua tahun, dan S3 kurang dari tiga tahun. Itu semua berkat kerja keras dan disiplin,” ujarnya.

Meski perjalanan akademiknya terbilang cepat, jalan menuju gelar profesor tidaklah mudah. Prof. Muliati mengaku harus melalui berbagai tantangan berat. Usulan guru besar pertamanya pada tahun 2013 sempat tertunda karena persoalan kesesuaian bidang kepakaran.

Ia juga harus menjalani ujian kompetensi yang ketat di kementerian, yang menuntut persiapan intensif.

“Dalam ujian kompetensi itu banyak yang sampai menangis. Saya belajar hampir sebulan penuh untuk mempersiapkan semuanya,” ungkapnya.

Kini, sebagai Guru Besar dalam bidang Teologi Islam di IAIN Parepare, Prof. Muliati menjadi salah satu sosok penting dalam upaya transformasi kampus menuju UIN Anre Gurutta Kiai Ambo Dalle. Baginya, gelar profesor bukanlah simbol kebanggaan semata, melainkan amanah untuk terus meningkatkan dedikasi kepada almamater dan masyarakat.

Reporter: Faizal Lupphy

Terkait: Guru BesarIAIN Parepareprof.muliati

TerkaitBerita

Pesan Warek III IAIN Parepare ke Pengurus DEMA Baru: Jangan Cuma Seremoni, Fokus Kualitas!

Editor: Muhammad Tohir
14 Februari 2026

...

Wakili Kaum Muda, Dr Islamul Haq Daftar Calon Rektor IAIN Parepare

Editor: Muhammad Tohir
13 Januari 2026

...

Prof. Darmawati, Perempuan Pertama Daftar Calon Rektor IAIN Parepare 2026–2030

Editor: Muhammad Tohir
12 Januari 2026

...

Prof. Hannani Kembali Maju Jadi Calon Rektor IAIN Parepare, Ungkap Capaian Selama Memimpin

Editor: Muhammad Tohir
9 Januari 2026

...

BeritaTerkini

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Maret 2026

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan