PINRANG, PIJARNEWS.COM – Menyambut hari Kompos se-Indonesia pada Ahad (26/2/2023), Bank Sampah Pinrang menggelar pelatihan pembuatan Kompos di halaman Bank Sampah Pinrang, Kecamatan Paleteang.
Tak hanya pembuatan kompos, para peserta pelatihan di hari kompos ini diajarkan pembuatan ecoenzym dan juga beternak maggot yang baik agar menghasilkan hasil yang maksimal.
“Bukan hanya membuat kompos saja tetapi kita membuat ecoenzym bagaimana juga beternak maggot sebagai materi pemiliharaan maggot untuk ke depannya,” jelas Pegiat Lingkungan, Ali Imran kepada pijarnews.com, Ahad (26/2/2023).
Imran mengungkap kegiatan yang dikemas secara santai ini, dilakukan sembari praktik pemanfaatan kompos, ecoenzym dan belajar beternak maggot.
“Iya betul kami sambil praktik agar mengetahui pemanfaatan dan pengaplikasian kompos begitu pun beternak maggot,” papar dia.
Ia mengaku cara membuat kompos tidak begitu sulit sebab beranjak dari keramahan lingkungan dengan memanfaatkan daun-daun yang ada di sekitar.
Namun, menurutnya sebagai manusia dibatasi dengan kegiatan yang lain untuk tidak konsisten pembuatan kompos yang baik.
“Cuma kadang sebagai manusia terbatas kesibukan jadi kita tidak terlalu fokus,” ujarnya
“Kalau kita fokus konsisten dalam mengolah kompos berarti kita punya tanggung jawab untuk menyalamatkan dunia,” pesannya.
Ia berharap di hari kompos nasional ini, kompos dapat berbudaya di lingkungan masyarakat untuk tujuan pemanfaatan limbah yang ada di masyarakat bisa dimanfaatkan untuk tanaman sekitar.
Salah seorang peserta Guru UPT SDN 1 Pinrang, Haeria mengaku kegiatan yang diadakan di hari kompos ini sangat bermanfaat.
“Kami di ajarkan peduli sampah, pembuatan kompos dan ecoenzym,” ucapnya.
Menurutnya pelatihan yang didapatkan akan diaplikasikan di anak didiknya dan lingkungan sekitar.
Selain itu peserta lainnya, mahasiswa dari Universitas Hasanuddin Makassar, Aditya Warman mengaku kegiatan di hari kompos yang diadakan sangat baik untuk jiwa muda agar melestarikan lingkungan.
“Kegiatan ini sangat baik bagi jiwa muda untuk melestarikan lingkungan terkhusus bagi dirinya sendiri,” sebutnya.
Ia mengungkap bahwa secara kebetulan dengan pelatihan kegiatan di hari kompos ini, program kreativitas yang dimiliki sejalan dengan perkembangan keahliannya.
“Ini juga sangat bagus, kebetulan program kreativitas yang dimana skill saya itu pemanfaatan maggot untuk perkembangan itik,” terangnya. (*)
Reporter: Faizal Lupphy














