• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 11 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Seminar Nasional PERADI SAI, Mendagri Tito dan Ketua Bawaslu Bahas Hoaks di Media Sosial

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
26 Agustus 2023
di Sulselbar
Seminar Nasional PERADI SAI, Mendagri Tito dan Ketua Bawaslu Bahas Hoaks di Media Sosial

- Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Suara Advokat Indonesia (SAI) menggelar Seminar Nasional Tindak Pidana Pemilu dan Penyebaran Berita Bohong (Hoaks) Menjelang Pemilu di Hotel Claro, Jalan Andi Pangerang Pettarani, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulsel, Jumat (25/8/2023)

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM – Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Suara Advokat Indonesia (SAI) menggelar Seminar Nasional Tindak Pidana Pemilu dan Penyebaran Berita Bohong (Hoaks) Menjelang Pemilu yang merupakan rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-IV.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Claro, Jalan Andi Pangerang Pettarani, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulsel, Jumat (25/8/2023) dan untuk Rakernas  berlangsung hingga 27 Agustus 2023.

Hadir sebagai narasumber Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakejati) Sulsel Zet Tadung Allo, Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Prof. Hamzah Halim dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi yang juga sebagai Ketua Dewan Kehormatan Peradi SAI Hamdan Zoelva.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jendral Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M. A., Ph. D dalam pidato pembukaan meminta agar menjaga keberlangsungan pesta demokrasi (Pemilu) dari konflik-konflik yang saling menghancurkan pihak lain.

BeritaTerkait

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

5 Juli 2026
Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

26 Juni 2026
ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

16 Juni 2026
PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

15 Juni 2026

“Ini harus kita cegah. Keberhasilan suatu Pemilu sangat tergantung dari orkestra banyak stakeholder, yang utama adalah penyelenggara Pemilu (KPU) yang jumlahnya hingga 2 juta sampai ke ad hoc TPS-TPS,” ujarnya.

Menteri Tito mengatakan, keberhasilan juga bukan hanya peran dari penyelenggara dan pemerintah, tapi juga pengawas Pemilu dan jajarannya. Bukan hanya pengawas formal, Bawaslu dan jajarannya, tapi juga pengawas non Bawaslu. “Ada lembaga-lembaga pengawas, Ormas-ormas pengawas, NGO, masyarakat dan juga media untuk berjalannya Pemilu dengan baik,” katanya.

Lebih lanjut, kata Tito, peranan media juga penting untuk memberitakan hal positif terkait Pemilu. Tapi kata dia, saat ada problem, sebab ada media konvensional dan media sosial.

“Kalau media konvensional umumnya mudah untuk direkognisi, karena ada reporter lapangan, koordinator liputan, editor, dan redaksi. Tapi yang media sosial siapapun bisa mengakses apakah Twitter, Grup-grup WhatsApp, Facebook, Instagram dan aplikasi lain, itu dapat memberitakan menjadi jurnalis sendiri dan itu yang perlu diwaspadai, karena kita susah merekognisi (mengenal) netizen. Tidak punya kartu, kadang menggunakan identitas asli kadang juga menggunakan identitas palsu. Ini dapat melegitimasi, menjatuhkan dan menghancurkan elektabilitas lawan dan itu harus dihindari karena banyak hoaks, untuk itu harus kita jaga dan cegah dan sosialisasikan jangan sampai terjadi seperti itu,” jelasnya.

Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja dalam paparan materinya mengatakan, sekarang dengan begitu banyaknya media sosial rupanya tidak baik. “Dengan beredarnya hoaks di media sosial yang tidak terkontrol ini membuat situasi semakin buruk,” ujarnya.

Rahmat Bagja mengungkapkan, 2015 pada saat Pemilu Jokowi dan Prabowo belum terlalu banyak hoaks. Tapi begitu Pilkada DKI, hoaksnya semakin banyak. (*)

Reporter : Wahyuddin

Terkait: Perhimpunan Advokat Indonesia

BeritaTerkait

Tak Ada Konten Tersedia

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi