PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Parepare menggelar kegiatan Syawalan 1447 Hijriah di Gedung Serbaguna Aisyiyah, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang memperkuat silaturahim sekaligus konsolidasi organisasi pasca-Idulfitri.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Gagaring Pagalung, M.Si., Ak., CA., Ketua PDM Kota Parepare Prof. Dr. K.H. Mahsyar Idris, M.Ag., jajaran pengurus PDM, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta organisasi otonom (Ortom) se-Kota Parepare.
Turut hadir Ketua DPRD Kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir, M.Si., perwakilan Pemerintah Kota Parepare yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Ilham Willem, SKM., M.Kes., perwakilan Kementerian Agama Kota Parepare, serta Dandim 1405 Mallusetasi.
Dalam sambutannya, Gagaring Pagalung menekankan pentingnya sosialisasi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai upaya menyatukan penetapan awal bulan Hijriah di seluruh dunia.
“Penyatuan kalender Hijriah penting untuk menghadirkan keseragaman waktu ibadah umat Islam secara global,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penataan aset Muhammadiyah, khususnya terkait legalitas kepemilikan. Menurutnya, seluruh aset Muhammadiyah di Parepare perlu segera disertifikatkan atas nama persyarikatan guna menghindari potensi sengketa di masa depan.
Sementara itu, Ketua PDM Kota Parepare, Mahsyar Idris, dalam Hikmah Syawalan menegaskan pentingnya menjaga dan memperkuat silaturahim, baik di internal Muhammadiyah maupun antarumat beragama.
Menurutnya, Syawalan menjadi momentum strategis untuk mempererat ukhuwah, membangun toleransi, serta menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
“Silaturahim adalah fondasi utama dalam menjaga persatuan. Nilai toleransi dan saling menghormati harus terus dirawat dalam kehidupan berbangsa,” katanya.
Kegiatan Syawalan ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga ruang refleksi bersama untuk memperkuat peran Muhammadiyah dalam bidang keagamaan, sosial, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah. (usm/alf)










