• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 3 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Tindak Lanjuti Inpres Soal Kelapa Sawit, Asisten 2 Pemprov Sulbar Minta Penguatan Data

Editor: Muhammad Tohir
24 Maret 2021
di Sulselbar
Tindak Lanjuti Inpres Soal Kelapa Sawit, Asisten 2 Pemprov Sulbar Minta Penguatan Data

MAMUJU, PIJARNEWS. COM –Menindak lanjuti Intruksi Presiden nomor 6 tahun 2019 tentang rencana aksi nasional perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melakukan pertemuan di salah satu hotel di Kabupaten Mamuju, Selasa (23/3/2021).

Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sulbar Junda Maulana mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mempunyai kewajiban untuk mengimplementasikan Instruksi Presiden tersebut.

“Tadi saya katakan bagaimana di sektor perkebunan ini khususnya kelapa sawit, ada penguatan data potensi yang ada, kemudian yang kedua bagaimana mengatur pengelolaan sawit, ketiga bagaimana menangani sengketa-sengketa yang ada termasuk pengelolaan lingkungan hidupnya dan yang terpenting ini sudah masuk standar sertifikasi ISPO,” katanya.

Ia juga mempertanyakan sejauh mana Sulbar mendapatkan sertifikasi tersebut, sehingga datanya harus di cari. Menurutnya Rencana aksi ini merupakan tindakan yang tertulis atau rencana yang nyata.

BeritaTerkait

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

26 Juni 2026
ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

16 Juni 2026
PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

15 Juni 2026
Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

31 Mei 2026

“Bukan lagi semacam konsep, tapi sudah tindakan yang tertulis,” lanjutnya.

Oleh sebab itu kata Junda harus ada percepatan yang dilakukan dan juga memanggil NGO untuk mendampingi dalam penyusunan sertifikasi tersebut.

“Kalau ini bisa dilakukan baik di tingkat pusat maupun daerah maka sawit ini dapat memberikan dampak kesejahteraan untuk masyarakat khususnya di Sulawesi Barat,” ujarnya.

Data menunjukkan bahwa sektor unggulan yang ada di Sulbar yakni kelapa sawit namun data yang lain menunjukkan bahwa angka kemiskinan masih tinggi, artinya belum ada korelasi yang signifikan untuk kesejahteraan masyarakat.

“inilah yang sementara kita gagas, dari pendataan sisi ekspor misalnya mungkin masih ada yang terdata di daerah lain itu menjadi catatan juga,” ungkap Junda.

Sementara itu, Kepala Dinas perkebunan Provinsi Sulawesi Barat Abdul Waris Bestari membeberkan ada 21 Provinsi penghasil kelapa sawit untuk menindaklanjuti Inpres tersebut baik dalam bentuk Perda ataupun Peraturan Gubernur.

Pada tahun 2020 telah terbit peraturan Gubernur sehingga di harapkan rencana aksi pembangunan kelapa sawit datanya dapat di lakukan perbaikan.

“Bagaimana pembangunan perkebunan berkelanjutan itu dengan tetap menganut tata kelola lingkungan. Kita tidak ingin terkesan di luar bahwa pembangunan kelapa sawit itu menyebabkan pencemaran lingkungan,” bebernya.

Waris menambahkan, tidak mungkin hal tersebut dilakukan jika melanggar aturan-aturan lingkungan. Selain itu ada 20 orang dari berbagai instansi dilibatkan agar dapat berkolborasi antar instansi.

“Kita bersyukur karena NGO ini selaku pendamping mereka yang sudah berhasil. NGO ini cover 21 Provinsi penghasil kelapa sawit sehingga kita berharap kedepan dapat membantu masyarakat,” tambahnya.

Dia berharap kedepan agar kelapa sawit menjadi andalan di Sulbar yang dapat meingkatkan pendapatan petani.

“Saya menyarankan kepada NGO agar dapat menghadirkan perusaan sawit jika melakukan rapat sehingga mengetahui bahwa kita menganut bagaiman perkebunan kelapa sawit ini dapat berkelanjutan,” tutupnya

Reporter: Nur Mubarak

Terkait: InpresKelapa SawitSulbar

BeritaTerkait

Dokter Helmiyadi Tutup Usia, RSUD Andi Makkasau Sampaikan Bela Sungkawa

Editor: Muhammad Tohir
12 Juli 2024

...

Kalibiru, Destinasi Wisata Alam Favorit Saat Musim Buah

Kalibiru, Destinasi Wisata Alam Favorit Saat Musim Buah

Editor: Muhammad Tohir
29 Januari 2024

...

DPRD Parepare Bahas Ini Saat Kunker di DPRD Sulbar

DPRD Parepare Bahas Ini Saat Kunker di DPRD Sulbar

Editor: Muhammad Tohir
23 Januari 2024

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi