• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 6 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Budaya dan Sastra

UKM Teater Satria UM Surabaya Gelar Pentas Periode 2025: “Tessarium”, Refleksi 24 Tahun Merawat Seni Pertunjukan dan Kearifan Budaya Nusantara

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Juni 2025
di Budaya dan Sastra, Citizen Reporter
UKM Teater Satria  UM Surabaya Gelar Pentas Periode 2025: “Tessarium”, Refleksi 24 Tahun Merawat  Seni Pertunjukan dan Kearifan Budaya Nusantara
44
PEMBACA

SURABAYA, PIJARNEWS.COM—Dalam rangka memperingati 24 tahun kiprah berkesenian, UKM Teater Satria Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) mempersembahkan Pentas Periode 2025 dengan judul “TESSARIUM: Ketika Senja Merobek Topeng Kita”. Kegiatan ini akan digelar pada Sabtu (21/6/2025) pukul 18.00 WIB di lingkungan kampus UM Surabaya, dan terbuka untu kumum.

Disutradarai oleh Angklung, pementasan ini merupakan karya kolektif multidisipliner yang menggabungkan unsur teater, musik, tari, sastra, dan seni visual dalam satu pertunjukan puitik-filosofis. “Tessarium” secara simbolik menjadi ruang kontemplatif dan reflektif tentang manusia dan peradaban—tentang luka, topeng, perubahan, dan harapan.

24 Tahun Menghidupi Napas Budaya Nusantara

Sejak berdiri pada awal milenium ketiga, UKM Teater Satria telah mengabdikan diri sebagai ruang kreatif dan intelektual dalam merawat serta melestarikan budaya Nusantara, khususnya kearifan lokal Jawa Timur. Dalam lintasan sejarahnya, berbagai pertunjukan telah mengangkat kekayaan budaya seperti:

Berita Terkait

Gelar Diksar, UKM Seni Politeknik Negeri Nunukan Kembali Aktif

  • Legenda Reog Ponorogo dan Kuda Lumping dalam bentuk drama tari yang sarat ritual dan simbolis memagis.
  • Lakon “Surabaya Membara”sebagai bentuk teater dokumenter yang menghidupkan kembali narasi perjuangan rakyat.
  • Pembacaan puisi berbahasa Madura dan Osing dalam festival sastra kampus.
  • Eksplorasi musik tradisi seperti gamelan laras pelog dan slendro dalam komposisi kontemporer.
  • Pementasan lakon “Sawunggaling” dan “Damarwulan” yang mengejawantahkan nilai kepahlawanan lokal ke dalam konteks modern.
  • Pertunjukan kolosal “Gandrung Kampus” yang mengangkat tari Gandrung Banyuwangi sebagai kritik atas eksploitasi alam.

Karya-karya tersebut tidak hanyameneguh kanposisi Teater Satria sebagai pelestari budaya, tetapi juga sebagai interpreter zaman yang mampu membingkai ulang kebudayaan dalam perspektif kekinian dan kritis.

Seni sebagai Dakwah Kultural dan Jalan Pembaruan

Selaras dengan ideologi Muhammadiyah sebagai gerakan pembaruan, UKM Teater Satria menjadikan seni sebagai media dakwah kultural—membumikan nilai-nilai Islam progresif melalui ekspresi budaya. Dengan pendekatan riset naskah, rekonstruksi budaya lokal, dan dialog antar-disiplin seni, Teater Satria tidak hanya menciptakan hiburan, tetapi juga ruang permenungan dan pendidikan karakter.

Selama 24 tahun terakhir, UKM ini telah tampil aktif dalam festival-festival seni mahasiswa, forum kebudayaan, panggung lintas komunitas, dan juga menjadi mitra strategis lembaga pendidikan serta pemerintah dalam kegiatan pelatihans eni, seminar budaya, hingga pengabdian masyarakat berbasis seni tradisi.

 

TESSARIUM: Cermin Imajinasi dan Kenyataan Sosial

TESSARIUM hadir sebagai kristalisasi artistik dari pergulatan panjang UKM Teater Satria dengan tema-tema kemanusiaan, sejarah, dan identitas. Judul “Tessarium”—gabungan dari kata tessera (fragmen) dan terrarium (ruang hidup mini)—menggambarkan fragmen-fragmen jiwa dan budaya yang hidup dalam “kubah kehidupan” zaman kita.

Dalam pementasan ini, karakter-karakter seperti Kendang, Bledek, Kluwung, Klebbs, Rikun, dan Congklak tidak sekadar tokoh, melainkan representasi nilai-nilai arketipal dalam kebudayaan Indonesia: dari kekuatan alam, memori leluhur, hingga permainan tradisi yang sarat makna.

Ditopang dengan tata cahaya eksperimental, musik gasing dan karuk, serta artistik yang metaforis, pementasan ini menjanjikan pengalaman visual dan emosional yang kuat.

Pentas sebagai Ruang Kesadaran, Bukan Sekadar Pertunjukan

Lebih dari sekadar agenda rutin, Pentas Periode 2025 menjadi penanda spiritual dan historis bahwa seni pertunjukan adalah salah satu jalan untuk merawat kesadaran kebangsaan. Teater Satria menolak tunduk pada komersialisasi budaya semata, dan memilih jalur estetik yang penuh refleksi, keberpihakan pada yang lemah, dan kejujuran ekspresi.

Dalam konteks kampus, Teater Satria telah menjadi laboratorium pembentukan karakter mahasiswa lintas fakultas—menjadi ruang tumbuh bagi pribadi-pribadi yang kreatif, peduli, dan berpikir kritis terhadap zaman. Seni dijadikanbagian integral dari proses intelektual dan spiritual.

Undangan Terbuka: Rayakan Perjalanan, Genggam Harapan

UKM Teater Satria mengundang sivitas akademika, komunitas seni, budayawan, media, serta masyarakat luas untuk hadir dan ikut merayakan momen ini. Pentas Periode 2025 bukan hanya pementasan, tetapi adalah perayaan kesadaran, refleksi sejarah, dan doa kebudayaan untuk masa depan.

“Kami percaya bahwa di tengah kerusakan budaya pop dan derasnya informasi yang dangkal, seni tradisi masih bisa menjadi jangkar spiritual bangsa ini. Itulah mengapa kami tetap berdiri,” ungkap salah satu senior pendiri Teater Satria. (*)

 

Citizen Report: Thahirtalas
Pemerhati Seni dan Budaya Indonesia Unismuh Makassar

 

UKM Teater Satria Universitas Muhammadiyah Surabaya
📧 Email: teatersatria@umsurabaya.ac.id
📱 Instagram: @teatersatria.ums

 

 

 

Terkait: Pentas TeaterUKM Seni

TerkaitBerita

Lestarikan Budaya, Tim dosen UMS Rappang Latih Tari Tradisi dan Kreasi Sanggar Seni Aiyra di Soppeng

Editor: Tim Redaksi
28 Oktober 2025

...

Santri-Santriwati  Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Sulsel Mengikuti Program I’ddad Selama Tiga Bulan

Santri-Santriwati Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Sulsel Mengikuti Program I’ddad Selama Tiga Bulan

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Agustus 2025

...

Kerabat Arung Batulappa Bentuk Dewan Adat, Bakal Godok Nama untuk Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Kerabat Arung Batulappa Bentuk Dewan Adat, Bakal Godok Nama untuk Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Editor: Muhammad Tohir
7 Agustus 2025

...

LAN FUN DAY: Pusjar SKMP dan Politeknik STIA LAN Mantapkan Arah “Bigger, Smarter, Better”

LAN FUN DAY: Pusjar SKMP dan Politeknik STIA LAN Mantapkan Arah “Bigger, Smarter, Better”

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
5 Agustus 2025

...

BeritaTerkini

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

Kesehatan Menurun, Try Sutrisno Tutup Usia

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

Brimob Parepare Ajak 200 Anak Yatim Buka Puasa Bersama dan Doa untuk Negeri

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

Sinergi TNI-Polri, Petugas di Pinrang Amankan Puluhan Motor Knalpot Brong

Editor: Muhammad Tohir
2 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan