• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 10 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Pendidikan

UMPAR Dukung Pemberdayaan PKK Maritengngae Melalui Teknologi Aquaponik dan Microgreens

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
12 September 2025
di Pendidikan
UMPAR Dukung Pemberdayaan PKK Maritengngae Melalui Teknologi Aquaponik dan Microgreens

-ist-

PAREPARE, PIJARNEWS.COM-Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan kemitraan yang digelar di Desa Maritengngae, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Kegiatan yang berlangsung di awal September ini mengusung tema “Mandiri Pangan dari Pekarangan: Pemberdayaan TP PKK Desa Maritengngae, Kabupaten Pinrang Melalui Teknologi Aquaponik dan Microgreens untuk Meningkatkan Sadar Pangan Bergizi.”

Program ini merupakan bagian dari skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2025. Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Parepare yang terdiri dari Irninthya Nanda Pratami Irwan, SE., M.Agr., Nurul Mutmainnah, S.Pi., M.Si., dan Sukmawati Thasim, S.Gz., M.Kes. Sasaran kegiatan adalah anggota Tim Penggerak PKK Desa Maritengngae yang menjadi mitra utama dalam upaya meningkatkan kesadaran pangan bergizi sekaligus menciptakan kemandirian pangan dari pekarangan rumah.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat diperkenalkan pada sistem aquaponik sebagai teknologi terpadu yang menggabungkan budidaya ikan dengan penanaman tanaman tanpa tanah. Sistem ini memanfaatkan limbah organik dari ikan sebagai pupuk alami bagi tanaman, sementara tanaman berfungsi menyaring air sehingga kualitas air bagi ikan tetap terjaga. Implementasi teknologi ini di Desa Maritengngae difokuskan pada budidaya ikan nila dan penanaman microgreens. Ikan nila dipilih karena memiliki daya adaptasi tinggi, pertumbuhan cepat, serta menjadi sumber protein hewani yang digemari masyarakat. Kolam ikan dilengkapi dengan instalasi pipa dan pompa sederhana untuk mengalirkan air ke media tanam sehingga terjadi sirkulasi yang terus-menerus. Limbah kotoran ikan yang kaya nutrisi dimanfaatkan sebagai sumber pupuk cair alami bagi tanaman.

Sementara itu, penanaman microgreens dilakukan dengan memanfaatkan media sederhana seperti rockwool yang dialiri air sirkulasi dari kolam ikan. Microgreens merupakan sayuran mini yang dipanen pada usia tujuh hingga empat belas hari setelah tanam. Salah satu jenis tanaman yang menjadi contoh adalah Red Radish. Tanaman ini kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan sehingga dapat menjadi sumber pangan bergizi yang cepat tersedia bagi keluarga. Dengan penerapan teknologi ini, masyarakat dapat memperoleh dua sumber pangan sekaligus, yakni ikan nila sebagai protein hewani dan microgreens sebagai sayuran bergizi.

Berita Terkait

UMPAR Peroleh Dana Hibah, Dukung Dua Skema Riset Strategis

UMPAR Gelar Pengembangan Akademik dan Dosen

Pasca Dilantik, Rektor Gelar Silaturahmi Bersama IKA UMPAR

Rektor UMS Rappang dan UMPAR Raih Penghargaan Pimpinan Perguruan Tinggi Terbaik dari LLDIKTI Wilayah IX

Melalui program ini, Tim Penggerak PKK Desa Maritengngae diharapkan mampu mengembangkan sistem pangan mandiri berbasis pekarangan rumah, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan bergizi, serta menjadi teladan dalam pemanfaatan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.

Ketua Tim Pelaksana, Irninthya Nanda Pratami Irwan, SE., M.Agr., program ini bukan hanya sekadar pelatihan, melainkan sebuah gerakan menuju kemandirian pangan berkelanjutan. Ia berharap teknologi aquaponik dan microgreens dapat terus dikembangkan oleh masyarakat, bahkan berpotensi menjadi peluang usaha baru bagi ibu-ibu PKK.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Maritengngae, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menilai bahwa pelatihan aquaponik dan microgreens memberikan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat bagi ibu-ibu PKK.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari UMPAR. Teknologi ini mudah dipahami, bisa langsung dipraktikkan di pekarangan rumah, dan hasilnya bisa menambah gizi keluarga. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan sehingga ibu-ibu PKK bisa semakin mandiri sekaligus berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang sehat,” ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan lanjutan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi yang telah dilakukan sebelumnya untuk memperkenalkan Teknologi Aquaponik dan Microgreens. (*)

Terkait: PKMUmpar

TerkaitBerita

Magang ke Taiwan, Mahasiswa UMS Rappang Bisa Kantongi Uang Saku Rp.7 Juta Perbulan

Editor: Muhammad Tohir
27 Februari 2026

...

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 Februari 2026

...

UMPAR Peroleh Dana Hibah, Dukung Dua Skema Riset Strategis

Editor: Muhammad Tohir
20 Februari 2026

...

Siswi SMA Muhammadiyah Rappang Raih Emas di Olimpiade Ahmad Dahlan Nasional ke-8

Editor: Muhammad Tohir
15 Februari 2026

...

Ramadan 1447H

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

BeritaTerkini

BPJS Kesehatan Buka Layanan Tatap Muka di Kantor Cabang Selama Libur Lebaran 2026

BPJS Kesehatan Buka Layanan Tatap Muka di Kantor Cabang Selama Libur Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Maret 2026

Anggota Polisi yang Hanyut di Pinrang Ditemukan Meninggal, Jasad Terseret 1,2 Kilometer

Anggota Polisi yang Hanyut di Pinrang Ditemukan Meninggal, Jasad Terseret 1,2 Kilometer

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Maret 2026

Rumah Panggung di Pinrang Ludes Terbakar saat Pemilik Melayat, Kerugian Capai Rp 400 Juta  PINRANG, PIJARNEWS.COM – Sebuah rumah panggung milik warga di Barakasanda, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, ludes dilalap si jago merah pada Senin (9/3/2026). Kebakaran hebat tersebut terjadi saat rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal pemiliknya pergi melayat.  Kapolsek Suppa, AKP Ahmad, mengonfirmasi bahwa rumah yang terbakar adalah milik seorang warga bernama Haji Muna. Begitu menerima laporan, pihak kepolisian bersama aparat pemerintah setempat langsung bergerak ke lokasi.  “Jadi awal dari laporan kami, kebakaran terjadi di Barakasanda rumahnya Haji Muna. Pak Desa dan Pak Camat pun langsung menuju ke TKP,” ujar Ahmad saat dikonfirmasi di lokasi.  Kronologi dan Penanganan Api Menurut keterangan polisi, api pertama kali terlihat muncul dari bagian belakang rumah. Sebanyak enam unit armada pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api agar tidak merambat ke pemukiman padat di sekitarnya.  Ahmad menjelaskan, saat kejadian rumah tersebut sedang tidak berpenghuni. “Menurut informasi, rumah ini dalam keadaan kosong. Karena diketahui pemilik rumah sedang pergi melayat ke keluarga yang berada di Kota Pinrang,” tuturnya.  Meski api diduga berasal dari area dapur, pihak kepolisian belum bisa memastikan pemicu utama munculnya percikan api tersebut. “Penyebab sementara diketahui dari arah belakang sekitar dapur, namun penyebab utamanya kita belum tahu persis apa yang menimbulkan api itu muncul,” tambah Ahmad.  Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun seluruh bangunan rumah panggung beserta isinya hangus tak bersisa. Kerugian materiel diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah mengingat banyaknya barang berharga yang ikut terbakar.  Berdasarkan pendataan sementara, kerugian yang dialami korban meliputi Uang tunai senilai Rp 80 juta, Perhiasan emas, Satu unit sepeda motor dan Barang-barang berharga lainnya.  “Taksiran kerugian hampir semuanya mencapai Rp 400 juta,” pungkas Ahmad. Hingga saat ini, area kebakaran telah dipasang garis polisi guna penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti kebakaran.  Reporter: Faizal Lupphy

Rumah Panggung di Pinrang Ludes Terbakar saat Pemilik Melayat, Kerugian Capai Rp 400 Juta PINRANG, PIJARNEWS.COM – Sebuah rumah panggung milik warga di Barakasanda, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, ludes dilalap si jago merah pada Senin (9/3/2026). Kebakaran hebat tersebut terjadi saat rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal pemiliknya pergi melayat. Kapolsek Suppa, AKP Ahmad, mengonfirmasi bahwa rumah yang terbakar adalah milik seorang warga bernama Haji Muna. Begitu menerima laporan, pihak kepolisian bersama aparat pemerintah setempat langsung bergerak ke lokasi. “Jadi awal dari laporan kami, kebakaran terjadi di Barakasanda rumahnya Haji Muna. Pak Desa dan Pak Camat pun langsung menuju ke TKP,” ujar Ahmad saat dikonfirmasi di lokasi. Kronologi dan Penanganan Api Menurut keterangan polisi, api pertama kali terlihat muncul dari bagian belakang rumah. Sebanyak enam unit armada pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api agar tidak merambat ke pemukiman padat di sekitarnya. Ahmad menjelaskan, saat kejadian rumah tersebut sedang tidak berpenghuni. “Menurut informasi, rumah ini dalam keadaan kosong. Karena diketahui pemilik rumah sedang pergi melayat ke keluarga yang berada di Kota Pinrang,” tuturnya. Meski api diduga berasal dari area dapur, pihak kepolisian belum bisa memastikan pemicu utama munculnya percikan api tersebut. “Penyebab sementara diketahui dari arah belakang sekitar dapur, namun penyebab utamanya kita belum tahu persis apa yang menimbulkan api itu muncul,” tambah Ahmad. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun seluruh bangunan rumah panggung beserta isinya hangus tak bersisa. Kerugian materiel diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah mengingat banyaknya barang berharga yang ikut terbakar. Berdasarkan pendataan sementara, kerugian yang dialami korban meliputi Uang tunai senilai Rp 80 juta, Perhiasan emas, Satu unit sepeda motor dan Barang-barang berharga lainnya. “Taksiran kerugian hampir semuanya mencapai Rp 400 juta,” pungkas Ahmad. Hingga saat ini, area kebakaran telah dipasang garis polisi guna penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti kebakaran. Reporter: Faizal Lupphy

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Maret 2026

Pemkab Sidrap Dukung Pemerintah Pusat Kendalikan Inflasi Jelang Idulfitri

Editor: Muhammad Tohir
9 Maret 2026

Komisi IX DPR RI Gandeng ICMI Muda Sulsel Sosialisasi  Program MBG di Makassar

Komisi IX DPR RI Gandeng ICMI Muda Sulsel Sosialisasi Program MBG di Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan