• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 26 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

UNHAS dan UMPAR Kembangkan Sistem Pemantauan Perairan Berbasis IoT di Pinrang

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
13 September 2025
di Pendidikan

PINRANG, PIJARNEWS.COM– Universitas Hasanuddin berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Parepare melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PkM) di Kelurahan Watang Suppa, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang.

Program ini merupakan bagian dari skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2025 yang mengusung tema “Implementasi Teknologi Pemantauan Lingkungan Perairan pada Budidaya Rumput Laut Bertenaga Surya untuk Optimalisasi Produktivitas Kelompok Nelayan Masempo Dalle Kabupaten Pinrang”.

Tim dosen pelaksana terdiri dari Prof. Dr.Eng. Ir. Intan Sari Areni, ST., MT., IPU. (Universitas Hasanuddin – Teknik Elektro), Ashadi Amir, ST., MT. (Universitas Muhammadiyah Parepare – Teknik Elektro) dan Ir. Nur An-Nisa Putry Mangarengi, ST., M.Sc. (Universitas Hasanuddin – Teknik Lingkungan). Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat nelayan melalui penerapan teknologi inovatif dalam budidaya rumput laut, dengan fokus pada pemantauan kualitas lingkungan perairan secara real-time dan berkelanjutan.

-ist-

Sistem yang diperkenalkan dalam kegiatan ini merupakan perangkat pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mengukur parameter lingkungan perairan, meliputi suhu air, salinitas, dan pH. Data yang diperoleh dikirim secara otomatis dan dapat diakses secara langsung untuk mendukung pengambilan keputusan oleh nelayan. Teknologi ini dirancang ramah lingkungan, hemat biaya operasional, serta dapat digunakan secara berkesinambungan. Uji coba sistem dilakukan secara bertahap pada lahan budidaya rumput laut untuk memastikan kelayakan dan akurasi pengukuran di lapangan.

Ketua Tim, Prof. Dr.Eng. Ir. Intan Sari Areni, menjelaskan bahwa penerapan teknologi ini diharapkan menjadi solusi praktis bagi nelayan dalam menghadapi tantangan perubahan lingkungan perairan.

Berita Terkait

UMPAR Peroleh Dana Hibah, Dukung Dua Skema Riset Strategis

UMPAR Gelar Pengembangan Akademik dan Dosen

Pasca Dilantik, Rektor Gelar Silaturahmi Bersama IKA UMPAR

Rektor UMS Rappang dan UMPAR Raih Penghargaan Pimpinan Perguruan Tinggi Terbaik dari LLDIKTI Wilayah IX

“Kami berharap teknologi ini bisa menjadi solusi nyata bagi nelayan untuk memantau kondisi perairan secara lebih mudah, cepat, dan akurat. Dengan begitu, potensi kerugian akibat perubahan lingkungan dapat diminimalisir dan produktivitas rumput laut dapat ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara, salah seorang nelayan kelompok Masempo Dalle, Syarifuddin, menyatakan antusiasmenya terhadap program tersebut. Ia menilai teknologi ini akan membantu nelayan mengambil keputusan yang lebih tepat dalam mengelola budidaya.

“Selama ini kami hanya mengandalkan pengalaman dan perkiraan dalam melihat kondisi laut. Dengan adanya alat pemantauan ini, kami bisa lebih yakin kapan waktu terbaik untuk budidaya, semoga hasil panen rumput laut bisa lebih baik,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Hasanuddin dan Universitas Muhammadiyah Parepare menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir melalui inovasi teknologi yang aplikatif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan nelayan setempat.(*)

Terkait: PKMUmparUnhas

TerkaitBerita

SD Unggulan Segera Hadir di Majene, Padukan Sains dan Tahfidz

SD Unggulan Segera Hadir di Majene, Padukan Sains dan Tahfidz

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Malam ke-12, Safari Ramadan Muhammadiyah Parepare Bahas Konstruksi Pendidikan Generasi Qurani

Editor: Muhammad Tohir
1 Maret 2026

...

Magang ke Taiwan, Mahasiswa UMS Rappang Bisa Kantongi Uang Saku Rp.7 Juta Perbulan

Editor: Muhammad Tohir
27 Februari 2026

...

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 Februari 2026

...

BeritaTerkini

Wabup Sidrap dan Wabup Bone Ziarah Makam Raja Bone ke-10 di Tellu Limpoe

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

86 Peserta Bersaing Masuk Paskibraka Sidrap 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan