SIDRAP, PIJARNEWS.COM — Kondisi hidup memperihatinkan dialami Tarima, warga Jalan Andi Mangkau No 9, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Betapa tidak, diusianya yang kini sekira 70 tahun hidup di sebuah tempat yang menyerupai kandang. Rumah Tarima terhimpit rumah batu.
Ukuran tempat tinggalnya sangat mungil, sekira dua kali dua meter. Beratapkan seng yang dibungkus terpal agar tidak terkena hujan. Tiang penyangga dari bahan campuran. Mulai dari bambu hingga kayu, dindingnya dari kain bekas bukan kayu, kondisi di dalamnya lebih memprihatinkan. Tidak terawat.
Pria kelahiran Wajo 1949 silam itu mengaku tinggal di tempat tersebut sekira tiga belas tahun lamanya. Dia berprofesi sebagai tukang pijat. Untuk makan, jika ada reski, ia membeli. Namun jika tidak, ia terpaksa harus menahan lapar. Tak jarang tetangga Tarima juga membantunya. Tarima juga mengaku baru satu kali mendapat bantuan Rp600 ribu dari pemerintah. Namun hanya satu kali.
“Kalau ada uang, saya beli. Tapi kalau tidak ada, mau bagaimana lagi Pak,” kata Tarima dengan nada pasrah.
“Untuk pijat kadang-kadang, kalau ada panggilan saya naik sepeda, tapi sekarang saya tuntun sepeda. Karena tidak bisa lagi membawanya,” kata Tarima, saat ditemui, Jumat (9/9/2022).
Kondisi fisik Tarima kian menua, terlebih lagi, belum lama ini ia didera penyakit. Praktis produktifitasnya kian menurun. Tarima kini hanya bisa pasrah. ”Saya baru sakit, belum sembuh sekali ini,” ungkapnya.
Ahyar, salah seorang warga mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang dialami Tarima. Ia berharap ada para dermawan yang bisa membantu kakek Tarima.
“Awalnya saya kira kandang bebek, tapi setelah saya cek ternyata ada orang, sangat memprihatinkan,” katanya.
Terkait hal itu, Dinas Sosial Pemkab Sidrap, akan mengirim timnya untuk melakukan assessment.
“Tim akan melakukan assessment dan sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat,” ujar Sekretaris Dinsos Sidrap, Hj Nurhidayah. (*)












