• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 29 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

WFD, Lembaga Independen Inggris Dorong Kapasitas Fungsi Legislasi

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 November 2019
di Sulselbar

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Pusat Kajian HAM, Migrasi dan Multikulturalisme–Universitas Jember (CHRM2-UNEJ) saat ini  melaksanakan kerja sama dengan The Westminster Foundation for Democracy (WFD) sebagai lembaga publik independen dari Kerajaan Inggris, Selasa-Rabu (5-6/11/2019) di Swiss-Bellin Jl. Boulevard No.55, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

WFD  mendorong peningkatan kapasitas DPR-RI, DPD-RI dan DPRD dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan dan anggaran agar lebih berkualitas, akuntabel, partisipatoris dan inklusif di wilayah Indonesia.

Salah satu permasalahan yang saat ini menjadi perhatian masyarakat luas adalah banyaknya Peraturan Daerah (Perda) yang dinilai bermasalah, baik karena bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi maupun karena dinilai diskriminatif terhadap perempuan, penyandang disabilitas dan kelompok-kelompok minoritas lain.

“Sehubungan hal di atas, dengan dukungan program CLFI dari Kementerian Perdagangan dan Luar Negeri (DFAT) Canada, WFD dan CHRM2-UNEJ menyelenggarakan lokakarya tentang pemantauan, peninjauan dan pengawasan Peraturan Daerah oleh DPRD sebagai upaya mengurangi Perda/ Perkada bermasalah,” ungkap Direktur LBH Pers Makassaar, Fajriani Langgeng, panitia regional Lokakarya WFD.

Agenda tersebut menghadirkan anggota DPRD, Staf Biro Hukum, Pegiat Organisasi Masyarakat Sipil, dan lembaga-lembaga terkait lainnya.

Berita Terkait

Sidrap–Banjarmasin Jalin Kerja Sama Suplai Beras dan Telur untuk Stabilitas Pangan

MoU dengan Politeknik Muhammadiyah Makassar, Wali Kota Harap Tidak Hanya Seremonial

MoU Rampung, Pemkab Sidrap Rakor Tindak Lanjut Kerja Sama dengan Tarakan

Wujudkan Kota Ramah dan Tertata, Parepare Jalin Kerja Sama dengan Universitas Bosowa

Hellay Mojadidi, Koordinator Dana Kanada untuk Inisiatif Lokal, Embassy of Canada for Indonesia dan Timor Leste, menyebutkan dalam memastikan, salah satu hal sebagai masyarakat demokratis adalah menjunjung kesetaraan bagi setiap orang, termasuk kaum minoritas harus dihormati.

“Pemerintah Kanada memahami keberagaman adalah sumber kekuatan dan ketahanan dan tentunya menjadikan Kanada kaya. Inklusif adalah hal yang baik, tetapi memang bukan jalan yang mudah,” ujarnya.

Kanada berkolaboraasi dengan negara lain, dalam mempelajari sistem inklusif. Ini sangat penting dan berharap Indonesia bisa menjadi bermanfaat dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

“Menjadi inklusif bukan jalan mudah, tapi ketika pemerintah memilih cara inklusif maka keunggulan ekonomi, sosial hingga bisa menjadi negara demokratis. Membangun sistem inklusif tentu sulit, dibutuhkan waktu. Kanada bisa sebaik sekarang ini karena berkolaborasi dengan negara lain menciptakan sistem inklusif tersebut,” tambahnya. (*)

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

WFD, Lembaga Independen Inggris  Dorong Kapasitas Legislasi

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Pusat Kajian HAM, Migrasi dan Multikulturalisme–Universitas Jember (CHRM2-UNEJ) saat ini  melaksanakan kerja sama dengan The Westminster Foundation for Democracy (WFD) sebagai lembaga publik independen dari Kerajaan Inggris, Selasa-Rabu (5-6/11/2019) di Swiss-Bellin Jl. Boulevard No.55, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

WFD  mendorong peningkatan kapasitas DPR-RI, DPD-RI dan DPRD dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan dan anggaran agar lebih berkualitas, akuntabel, partisipatoris dan inklusif di wilayah Indonesia.

Salah satu permasalahan yang saat ini menjadi perhatian masyarakat luas adalah banyaknya Peraturan Daerah (Perda) yang dinilai bermasalah, baik karena bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi maupun karena dinilai diskriminatif terhadap perempuan, penyandang disabilitas dan kelompok-kelompok minoritas lain.

“Sehubungan hal di atas, dengan dukungan program CLFI dari Kementerian Perdagangan dan Luar Negeri (DFAT) Canada, WFD dan CHRM2-UNEJ menyelenggarakan lokakarya tentang pemantauan, peninjauan dan pengawasan Peraturan Daerah oleh DPRD sebagai upaya mengurangi Perda/ Perkada bermasalah,” ungkap Direktur LBH Pers Makassaar, Fajriani Langgeng, panitia regional Lokakarya WFD.

Agenda tersebut menghadirkan anggota DPRD, Staf Biro Hukum, Pegiat Organisasi Masyarakat Sipil, dan lembaga-lembaga terkait lainnya.

Hellay Mojadidi, Koordinator Dana Kanada untuk Inisiatif Lokal, Embassy of Canada for Indonesia dan Timor Leste, menyebutkan dalam memastikan, salah satu hal sebagai masyarakat demokratis adalah menjunjung kesetaraan bagi setiap orang, termasuk kaum minoritas harus dihormati.

“Pemerintah Kanada memahami keberagaman adalah sumber kekuatan dan ketahanan dan tentunya menjadikan Kanada kaya. Inklusif adalah hal yang baik, tetapi memang bukan jalan yang mudah,” ujarnya.

Kanada berkolaboraasi dengan negara lain, dalam mempelajari sistem inklusif. Ini sangat penting dan berharap Indonesia bisa menjadi bermanfaat dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

“Menjadi inklusif bukan jalan mudah, tapi ketika pemerintah memilih cara inklusif maka keunggulan ekonomi, sosial hingga bisa menjadi negara demokratis. Membangun sistem inklusif tentu sulit, dibutuhkan waktu. Kanada bisa sebaik sekarang ini karena berkolaborasi dengan negara lain menciptakan sistem inklusif tersebut,” tambahnya. (*)

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Terkait: MOU

TerkaitBerita

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

...

Lurah dan Ketua PKK Antang Pantau Pasar Murah Pemkot

Editor: Muhammad Tohir
15 Maret 2026

...

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

...

Penataan Wilayah dan Penanggulangan Banjir Manggala Jadi Prioritas Pemkot Makassar

Penataan Wilayah dan Penanggulangan Banjir Manggala Jadi Prioritas Pemkot Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Tabrakan Maut Isuzu Box J&T vs Honda BR-V di Pinrang, Satu Penumpang Tewas

Tabrakan Maut Isuzu Box J&T vs Honda BR-V di Pinrang, Satu Penumpang Tewas

Editor: Muhammad Tohir
29 Maret 2026

Sidrap Open Pickleball 2026 Digelar Mei, Bupati Ajak Atlet ke Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
28 Maret 2026

Momen PSBM 2026, Bupati Ungkap Rahasia Pertumbuhan Ekonomi Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Maret 2026

Wabup Sidrap dan Wabup Bone Ziarah Makam Raja Bone ke-10 di Tellu Limpoe

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

86 Peserta Bersaing Masuk Paskibraka Sidrap 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan