PAREPARE, PIJARNEWS.COM— Panti Asuhan dan Tahfidz Yayasan Nur Ilahi Insani di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, membuka program pendidikan dan tahfidz Al-Qur’an gratis bagi anak yatim, duafa, serta anak dari keluarga kurang mampu.
Yayasan yang berlokasi di Mangimpuru, Jalan Makkarennu, Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Parepare, ini berdiri sejak 2023. Yayasan tersebut didirikan oleh Hj. Nur Aspin Azikin, SE.
Dalam kegiatan sehari-hari, para santri mendapatkan pendampingan dari Hammin Nawa Novan Andira yang bertugas sebagai pengajar sekaligus pembina yayasan.
Saat ini terdapat tiga santri yang tinggal dan mengikuti pendidikan di yayasan. Pihak yayasan menargetkan dapat menerima sedikitnya 10 santri setiap tahun.
Namun, penerimaan santri dilakukan secara terbatas karena program tersebut diperuntukkan khusus bagi anak yatim, duafa, dan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Untuk penerimaan santri, calon santri bisa datang langsung ke pondok. Dokumen yang perlu dibawa di antaranya akta kelahiran dan Kartu Keluarga (KK),” ujar Hammin.
Para santri mendapatkan berbagai fasilitas selama mengikuti program. Fasilitas tersebut meliputi ranjang pribadi, kasur busa, lemari untuk setiap santri, kamar mandi dalam, ruang kelas, hingga fasilitas olahraga seperti tenis meja dan permainan bola.
Kebutuhan makan santri juga ditanggung yayasan. Setiap santri mendapatkan makanan tiga kali sehari selama tinggal di pondok.
Kegiatan santri dimulai sejak pagi. Setelah salat Subuh berjamaah, santri melanjutkan kegiatan dengan menambah hafalan Al-Qur’an hingga sekitar pukul 06.30 Wita.
Setelah beristirahat, kegiatan kembali dimulai sekitar pukul 08.00 Wita. Santri mengikuti kegiatan belajar, kemudian salat Zuhur dan beristirahat.
Pada sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan salat Asar dan mengaji. Setelah salat Magrib dan Isya, para santri kembali menjalani kegiatan hingga akhirnya beristirahat sekitar pukul 22.00 Wita.
Hammin mengatakan jumlah tenaga pembina yang tersedia saat ini masih mencukupi untuk mendampingi seluruh santri.
“Untuk pembina saat ini sudah cukup untuk mendampingi santri yang ada,” katanya, saat dikonfrimasi belum lama ini.
Meski telah berjalan sejak 2023, keberadaan program pendidikan tahfidz gratis tersebut belum sepenuhnya diketahui masyarakat Parepare. Pihak yayasan pun terus melakukan sosialisasi untuk memperkenalkan program tersebut.
Sosialisasi dilakukan dengan membagikan brosur dan memanfaatkan media sosial agar informasi mengenai program dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Dari sisi pembiayaan, kebutuhan para santri hingga saat ini masih ditanggung menggunakan dana pribadi pemilik yayasan. Pihak yayasan juga mengaku belum mendapatkan bantuan pemerintah untuk membiayai kebutuhan santri.
Salah seorang santri yang telah tinggal di yayasan sejak 7 Juli 2025 mengaku mengikuti program tersebut karena yayasan membuka kesempatan bagi anak yatim dan keluarga kurang mampu.
Ia juga mengaku merasa nyaman selama mengikuti pendidikan dan tinggal di yayasan.
“Enak dan nyaman,” ujarnya.
Selain belajar dan menghafal Al-Qur’an, para santri juga memiliki waktu untuk berolahraga. Bermain bola dan tenis meja menjadi beberapa aktivitas yang disukai santri selama berada di yayasan.
Melalui program tersebut, Yayasan Nur Ilahi Insani berupaya memberikan akses pendidikan, tempat tinggal, serta pembinaan keagamaan secara gratis bagi anak yatim, duafa, dan anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kota Parepare.
Penulis: Istiqlal Fajri









