• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 8 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Kesehatan

8 Orang Meninggal Akibat DBD di Sulsel, 105 Rumah Sakit Disiagakan

Editor: Abdillah MS
1 Februari 2019
di Kesehatan, Sulselbar
8 Orang Meninggal Akibat DBD di Sulsel, 105 Rumah Sakit Disiagakan

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM —  Dinas Kesehatan ( Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), mencatat sudah delapan warga yang meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sulsel. Delapan warga tercatat meninggal dunia ini, adalah akumulasi data hingga per 31 Januari 2019.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, korban meninggal dari Kabupaten Maros satu orang, Soppeng dua orang, Wajo satu orang, Pangkep tiga orang dan Makassar satu orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Bachtiar Baso, mengungkapkan, menyikapi hal itu, Dinkes Pemprov Sulsel, telah membentuk Tim Gerak Cepat (TGC) guna penanggulangan dan antisipasi DBD.

“Data di atas adalah laporan pukul tujuh malam (19:00 Wita) tadi dari Posko DBD Dinkes Sulsel,” kata Bachtiar, seperti dikutip di birohumas.sulselprov.go.id

BeritaTerkait

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

5 Juli 2026
Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

26 Juni 2026
ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

16 Juni 2026
PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

15 Juni 2026

Untuk TGC, kata Bachtiar, ini akan standby selama 1×24 jam. Tim ini disiapkan untuk mengantisipasi penanggulangan DBD.

“Ini keprihatinan kita untuk mewaspadai di Dinas Kesehatan, kami ada namanya di Dinkes Tim Gerak Cepat (TGC),” imbuhnya.

Di Sulsel, seluruh rumah sakit (RS) telah disiagakan. “Ada 105 rumah sakit, dan kami minta rumah sakit yang ada di Sulsel memberikan ruang kepada seluruh penderita demam berdarah. Tidak boleh satupun rumah sakit ada penolakan,” tegasnya.

Bachtiar menyatakan, jika tidak ditangani dengan cepat, bisa berakibat fatal. Trombosit akan turun, dan nyawa akan terancam. Ia juga meminta masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, apalagi di musim penghujan.

“Kepada masyarakat hendaknya selalu menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi di musim penghujan ini, dan menghindari gigitan nyamuk,” ujarnya.

Sekadar diketahui, untuk tahun 2017 jumlah kasus DBD 1.737 penderita dan jumlah kematian 13 orang. Sedangkan tahun 2018, jumlah kasus 2.141 penderita dan jumlah kematian 19 orang.

“Untuk penanggulangan penyakit ini, kami  melakukan kewaspadaan dengan membuat surat edaran ke kabupaten/kota dan di tindaklanjuti ke Puskesmas. Penguatan tatalaksana kasus penyakit Arbovirosis bagi dokter dan paramedis Puskesmas,” terangnya.

Selain itu, dilakukan foging fokus, untuk antisipasi penyebaran kasus semakin meluas dan pembagian bubuk abate pembunuh jentik. Sosialisasi gerakan satu rumah satu jumantik dan pengendalian vektor arbovirosis di kabupaten/kota, dengan pendekatan keluarga, memantau keberadaan jentik di setiap rumah tangga.

Kewaspadaan dini dan siap melakukan respon yang dilakukan secara rutin oleh seluruh puskesmas melalui pengiriman SMS setiap minggu dan memantau adanya alert yang muncul. Juga dengan melakukan peningkatan kapasitas bagi petugas laboratorium PKM untuk penegakan diagnosis penyakit DBD. Monitoring evaluasi program arbovirosis bagi pengelola program kabupaten/kota. (rls/abd)

Terkait: DBDDinkes SulselRumah Sakit

BeritaTerkait

Wali Kota Parepare Tegaskan Faskes Dilarang Tolak Pasien JKN Nonaktif Sementara

Editor: Muhammad Tohir
23 Februari 2026

...

Imigrasi Parepare Hadirkan Layanan Paspor Humanis, Jemput Bola hingga ke Rumah Sakit

Editor: Muhammad Tohir
15 Desember 2025

...

Jenguk Pasien DBD, Anggota DPRD Sidrap Ini Minta Pihak Terkait Segera Lakukan Pencegahan dan Penanganan

Editor: Muhammad Tohir
23 Juni 2025

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi