MAROS, PIJARNEWS.COM–Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Muslim Maros (Umma) menggelar pembuatan pakan ayam berbahan limbah ikan rucah dan limbah cangkang kepiting di Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros pada Ahad (16/8/2026).
Dr. Anie Asriany, tim PKM Unhas mengatakan bahwa limbah ikan rucah dan cangkang kepiting banyak ditemui di Desa Ampekale sebagai hasil samping dari kegiatan masyarakat Desa Ampekale yang sebagian besar bergerak di sektor perikanan.
Limbah ikan rucah dan limbah cangkang kepiting selama ini hanya di buang oleh masyarakat dan tidak dimanfaatkan sama sekali sehingga hanya mencemari lingkungan.
Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) program BIMA Diktisaintek tim PKM Unhas dan Umma Maros mengajarkan masyarakat bagaimana mengolah limbah tersebut agar menjadi bermanfaat dan mempunyai nilai jual.
Pada program ini ada 2 hal yang disasar oleh tim PKM Unhas dan Umma yang beranggotakan Anie Asriany, Andi Muhammad Anshar dan Ummul Chair yaitu pertama bagaimana memproduksi pakan ternak dari limbah ikan rucah dan cangkang kepiting dan ke 2 adalah bagaimana membuat manajemen keuangan yang baik bagi masyarakat yang memproduksi pakan ternak dari kedua limbah tersebut.
Pada kegiatan PKM ini masyarakat diajarkan beberapa hal yaitu bagaimana membuat tepung cangkang dan tepung ikan rucah, bagaimana membuat pakan ayam dari kedua limbah tersebut dan bagaimana membuat manajemen keuangan untuk usaha pakan ternak ini.
Ummul Chair sebagai dosen Manajemen dari Universitas Muslim Maros (Umma) Maros mengatakan melalui pembuatan manajemen yang baik maka arus kas penjualan produk dapat kita kelola dengan baik sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Diakhir kegiatan ini masyarakat telah mampu menghasilkan sekitar 200 kg pakan ayam yang langsung diberikan kepada ternak ayam mereka dan juga satu buah buku keuangan penjualan pakan yang nantinya akan digunakan untuk mencatat semua transaksi jual beli pakan ayam yang dihasilkan.
“Alhamdulillah melalui kegiatan ini, kami mampu membuat pakan ayam dengan baik dan benar menggunakan limbah ikan rucah dan cangkang kepiting,” ungkap Herman yang merupakan masyarakat Desa Ampekale yang mengikuti kegiatan pembuatan pakan yang dilaksanakan oleh tim PKM Unhas dan Umma.
Anie Asriany diakhir wawancara juga mengatakan bahwa melalui kegiatan PKM Bima Diktisaintek yang di danai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi merupakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Ampekale, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros sehingga diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut. (adv)











