• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 13 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Ajatappareng

Kisah di Balik Layar Mahasiswa Pinrang Bongkar Kredit Fiktif: Diancam hingga Rumah Dicari

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 Januari 2026
di Ajatappareng, Hukum, Kriminal

Ketua PP-KPMP, Anmar Waris (Almamater Biru) saat mengawal kasus korban kredit fiktif sampai ke DPR RI di salah satu bank plat merah yang ada di Pinrang. (Foto: Ist)

PINRANG, PIJARNEWS.COM –– Keberhasilan pengembalian dana Rp 2,5 miliar milik 30 pensiunan ASN di Pinrang, Sulawesi Selatan, yang menjadi korban kredit fiktif menyisakan cerita heroik. Pengurus Pusat Kesatuan Pelajar Mahasiswa Pinrang (PP-KPMP) yang mengawal kasus ini mengaku sempat mendapat ancaman hingga diburu oknum tak dikenal.

Ketua PP-KPMP, Anmar Waris, membeberkan bahwa perjuangan membawa kasus ini ke level nasional bukan perkara mudah. Selain kendala birokrasi, nyawa dan keamanan para aktivis mahasiswa ini sempat dipertaruhkan.

“Kalau tekanannya pasti ada. Ada tekanan masuk dari berbagai kelompok untuk berhenti mengadvokasi kasus ini,” ungkap Anmar kepada pijarnews.com, Rabu (28/1/2026).
Anmar menceritakan salah satu momen mencekam saat foto dirinya disebar oleh pihak tertentu. Oknum tersebut berusaha mencari tahu identitas detail hingga lokasi tempat tinggalnya untuk memberikan tekanan secara psikis maupun fisik.

“Bahkan saya pernah difoto lalu disebar untuk dicari tahu siapa ini dan di mana rumah saya. Ternyata itu mau menyampaikan bahwa saya disuruh berhenti kerja kasus ini,” tuturnya.

BeritaTerkait

Pesta Nelayan Ujung Labuang Jadi Daya Tarik Wisata, Dongkrak Ekonomi Warga

Pesta Nelayan Ujung Labuang Jadi Daya Tarik Wisata, Dongkrak Ekonomi Warga

9 Juli 2026
Serunya Berburu Durian di Sidrap: Pengunjung Membludak, Cuan Warga Tembus Rp 5 Juta Sehari!

Serunya Berburu Durian di Sidrap: Pengunjung Membludak, Cuan Warga Tembus Rp 5 Juta Sehari!

5 Juli 2026
Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

19 Juni 2026
Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

19 Juni 2026

Meski dihantui ancaman, komitmen mahasiswa tidak goyah. Solidaritas antara mahasiswa dan para pensiunan korban justru semakin menguat hingga kasus ini benar-benar tuntas.

Modus Operandi: Cair Tanpa ke Teller

Di balik aksi heroik mahasiswa, terungkap fakta mengejutkan mengenai modus kredit fiktif tersebut. Anmar menyebut adanya dugaan pelanggaran berat Standard Operating Procedure (SOP) di internal bank yang memicu terjadinya transaksi “gaib”.

Banyak pensiunan mengaku saldonya berkurang atau tiba-tiba memiliki tagihan kredit padahal mereka tidak pernah menginjakkan kaki ke teller bank. Diduga kuat ada oknum internal bank yang bermain dengan menyasar ASN yang sedang dalam masa transisi menuju masa pensiun atau purna bakti. Oknum tersebut diduga memanfaatkan data administrasi resmi untuk mencairkan pinjaman tanpa sepengetahuan pemilik rekening.

“Ini program untuk pensiunan dan yang mau pensiun khusus. Rata-rata yang jadi korban itu adalah ASN semua karena memang ada programnya dari pemerintah,” jelas Anmar.
Tembus Barikade ke Senayan

Perjuangan KPMP pun mencatatkan sejarah sebagai organisasi mahasiswa pertama dari Pinrang yang berhasil membawa masalah administrasi ini hingga ke meja DPR RI secara mandiri. Kerja keras mereka membuahkan hasil dengan ditariknya kasus ini ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR RI dan DPD RI.

Tak hanya itu, mereka mendesak keterlibatan OJK Pusat untuk turun tangan melakukan pengawasan ketat terhadap bank pelat merah yang bersangkutan. “Kami kirim surat ke OJK Pusat supaya terlibat mengawal. Kemarin OJK Pusat juga sudah diundang untuk dimintai keterangan saat rapat Zoom,” pungkasnya.
Kini, 30 pensiunan tersebut akhirnya bisa bernafas lega. Pihak bank telah mengembalikan seluruh dana mereka secara utuh sesuai plafon kredit yang diajukan sebelumnya.

Reporter: Faizal Lupphy

Terkait: Berita MahasiswaKPMPKPMP PinrangKredit fiktifPengurus Pusat Kesatuan Pelajar Mahasiswa Pinrang

BeritaTerkait

Soal Renovasi ASPIN, KPMP Tiroang: Tolak Ukur Pemkab Pinrang Peduli Mahasiswa

Soal Renovasi ASPIN, KPMP Tiroang: Tolak Ukur Pemkab Pinrang Peduli Mahasiswa

Editor: Tohir Muhammad
10 Februari 2023

...

KPMP Duampanua

Unjuk Rasa Membuahkan Hasil, Ketua KPMP Duampanua; Alhamdulillah Dinas Pertanian Terima Tawaran

Editor: Tim Redaksi
18 Desember 2020

...

KPMP dan Warga Duampanua Unjuk Rasa Tagih Janji Bupati Pinrang Soal Pupuk

KPMP dan Warga Duampanua Unjuk Rasa Tagih Janji Bupati Pinrang Soal Pupuk

Editor: Tohir Muhammad
18 Desember 2020

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi